Selamat datang di laman Cinta Lingkungan.
Sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yeng telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita, terutama nikmat sehat, sehingga dengan nikmat sehat kita bisa beraktifitas dan bermanfaat untuk orang lain.
Allah SWT menciptakan alam ini tidaklah sia-sia, semuanya bermanfaat tanpa terkecuali, hanya pemikiran manusialah yang menyebabkan seakan-akan ciptaan Allah SWT ada yang dianggap tidak baik, tetapi Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu itu sia-sia SEMUA PASTI BERMANFAAT. Hanya saja karena keterbatasan kita maka kita belum menemukan kemanfaatan ciptaan-NYA.
Dalam Islam, diyakini bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki tujuan dan hikmahnya sendiri. Tidak ada satu pun makhluk, sekecil atau sebesar apa pun, yang diciptakan tanpa makna atau hanya kebetulan. Ini mencakup alam semesta yang luas dengan galaksi-galaksi dan planet-planetnya, hingga partikel terkecil dan makhluk hidup yang paling sederhana.
Sebagai contoh:
Manusia diciptakan dengan tujuan utama untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi, mengelola serta memakmurkan bumi dengan kebaikan.
Hewan dan tumbuhan memiliki peran dalam ekosistem, menjaga keseimbangan alam, dan juga menjadi sumber rezeki serta pelajaran bagi manusia.
Fenomena alam seperti hujan, pergantian siang dan malam, serta pergerakan benda langit adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia untuk merenung dan meningkatkan keimanan.
Al-Qur'an banyak membahas tentang tujuan penciptaan dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun ciptaan Allah SWT yang sia-sia. Beberapa surat dan ayat suci yang membahas hal ini antara lain:
Surah Ali 'Imran (3) Ayat 190-191: Ayat ini sering disebut sebagai salah satu dalil paling jelas tentang tidak sia-sianya penciptaan.
Inna fi khalqis-samawati wal−ardi wakhtilafil−laili wan−nahari la′ayatil li′ulil-albab.
Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,"
(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berakal akan merenungkan ciptaan Allah di langit dan bumi, dan kesimpulan mereka adalah bahwa semua ini tidak diciptakan dengan sia-sia, melainkan memiliki hikmah dan tujuan.Surah Adz-Dzariyat (51) Ayat 56: Ayat ini secara spesifik menyebutkan tujuan penciptaan jin dan manusia.
Wa ma khalaqtul−jinna wal−insa illa liya′budun.
Artinya: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
Ini menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan makhluk yang berakal (jin dan manusia) adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah.Surah Al-Mukminun (23) Ayat 115: Ayat ini menanyakan apakah manusia mengira bahwa mereka diciptakan tanpa tujuan dan tidak akan kembali kepada Allah.
Artinya: "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"
Ayat ini membantah gagasan bahwa penciptaan itu sia-sia atau main-main, dan mengingatkan tentang hari perhitungan.Surah Al-Anbiya (21) Ayat 16: Ayat ini menjelaskan bahwa langit dan bumi serta segala isinya tidak diciptakan untuk main-main.
Artinya: "Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main."
Ini menguatkan bahwa setiap elemen di alam semesta memiliki fungsi dan perannya dalam rencana ilahi.Surah Al-Qiyamah (75) Ayat 36: Ayat ini mempertanyakan apakah manusia akan dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggungjawaban.
Ayahsabul−insanu ay yutraka suda?
Artinya: "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?"
Ini adalah retorika yang menegaskan bahwa ada tujuan besar di balik penciptaan manusia dan akan ada pertanggungjawaban di akhirat.
Ayat-ayat ini, dan banyak lainnya, secara konsisten menegaskan bahwa penciptaan Allah SWT adalah penuh hikmah, memiliki tujuan yang mulia, dan tidak ada yang sia-sia di dalamnya. Ini adalah landasan keimanan yang kuat bagi seorang Muslim untuk memahami keberadaan dirinya dan alam semesta.
Atas dasar-dasar diatas, maka halaman ini memohon bantuan anda, ide, saran, masukan atau apapun untuk mendukung adanya PECINTA LINGKUNGAN CLUB di dusun Tahunan tercinta ini. Maturnuwun.