HALO SELAMAT DATANG DI MEDIA DIGITAL PERANGKAT PEMBELAJARAN PRAKARYA SMPN 18 KOTA BEKASI
Selamat datang di pembelajaran Prakarya
MODUL AJAR PRAKARYA
REKAYASA – TEKNOLOGI KONSTRUKSI MINIATUR JEMBATAN
Kurikulum Merdeka – Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
A. IDENTITAS MODUL
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 18 Kota Bekasi
Mata Pelajaran : Prakarya – Rekayasa
Fase/Kelas : D / VII
Semester : 1 (satu/ganjil)
Materi : Teknologi Konstruksi Miniatur Jembatan
Alokasi Waktu : 4 pertemuan × 2 JP (8 JP)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
Penyusun : Wahyu Hidayat,S.Pd.I
Karakteristik Modul
Modul ini dirancang untuk memfasilitasi peserta didik dalam memahami konsep teknologi konstruksi melalui kegiatan merancang dan membuat miniatur jembatan. Pembelajaran menggunakan prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Peserta didik tidak hanya memahami teori tentang jembatan, tetapi juga melakukan proses identifikasi masalah, eksplorasi desain, perencanaan, pembuatan prototipe, pengujian, evaluasi, dan perbaikan produk.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan menerapkan pengetahuan tentang produk rekayasa, teknologi, proses perancangan, pembuatan, pengujian, evaluasi, serta perbaikan produk dengan memperhatikan fungsi, keamanan, kenyamanan, estetika, efisiensi, dan keberlanjutan.
Dalam pembelajaran ini peserta didik diarahkan untuk:
mengenali teknologi konstruksi jembatan;
memahami fungsi dan prinsip dasar konstruksi jembatan;
menganalisis berbagai bentuk struktur jembatan;
merancang miniatur jembatan berdasarkan kebutuhan dan keterbatasan bahan;
membuat miniatur jembatan secara sistematis;
menguji kekuatan dan kestabilan produk;
mengevaluasi hasil dan melakukan perbaikan;
mengomunikasikan proses dan hasil karya.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
menjelaskan pengertian teknologi konstruksi;
mengidentifikasi fungsi dan jenis-jenis jembatan;
menjelaskan bagian-bagian utama konstruksi jembatan;
mengidentifikasi prinsip gaya dan struktur sederhana pada jembatan;
menganalisis hubungan bentuk konstruksi dengan kekuatan jembatan;
membuat rancangan miniatur jembatan;
memilih bahan dan alat yang sesuai;
membuat miniatur jembatan sesuai rancangan;
melakukan pengujian kekuatan dan kestabilan miniatur;
mengevaluasi kelemahan produk dan melakukan perbaikan;
mempresentasikan proses, hasil, dan refleksi pembuatan produk;
menunjukkan sikap kreatif, bertanggung jawab, kolaboratif, dan peduli terhadap keselamatan kerja.
D. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik telah memiliki pengalaman dasar dalam:
menggunakan alat sederhana;
mengukur panjang menggunakan alat ukur;
membuat gambar atau sketsa sederhana;
bekerja secara berkelompok;
mengenal bahan seperti stik es krim, kardus, tusuk sate, kertas, atau bahan bekas;
memahami konsep dasar gaya dan benda dalam kehidupan sehari-hari.
E. PROFIL LULUSAN YANG DIKEMBANGKAN
Pembelajaran mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik melalui:
Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
Kesehatan dan keselamatan kerja
Peserta didik dilatih untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan.
F. PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Pembelajaran menggunakan tiga prinsip utama:
1. Mindful Learning – Berkesadaran
Peserta didik menyadari tujuan belajar, proses yang dilakukan, keselamatan kerja, serta konsekuensi dari setiap keputusan desain.
Contoh:
mengamati kondisi lingkungan sekitar;
menyadari fungsi jembatan;
memperhatikan penggunaan alat;
melakukan refleksi selama proses pembuatan.
2. Meaningful Learning – Bermakna
Konsep dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Peserta didik memahami bahwa jembatan bukan sekadar benda yang dibuat sebagai tugas, tetapi merupakan teknologi yang digunakan manusia untuk mengatasi hambatan geografis dan mendukung aktivitas masyarakat.
3. Joyful Learning – Menggembirakan
Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan eksploratif, kolaboratif, kreatif, dan berbasis proyek sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
G. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model: Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Metode:
observasi;
diskusi;
tanya jawab;
demonstrasi;
eksperimen;
praktik;
kerja kelompok;
presentasi;
refleksi.
H. SARANA DAN PRASARANA
Alat
gunting;
cutter;
penggaris;
pensil;
penghapus;
lem tembak/lem kayu;
alat ukur;
alas potong;
kuas jika diperlukan.
Bahan
Peserta didik dapat menggunakan bahan yang mudah diperoleh, misalnya:
stik es krim;
tusuk sate;
kardus bekas;
karton;
sedotan;
benang;
kertas;
lem;
bahan bekas lainnya yang aman.
Pemilihan bahan disesuaikan dengan prinsip ekonomis, aman, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan.
I. TARGET PESERTA DIDIK
Modul ditujukan untuk peserta didik kelas VII dengan karakteristik:
kemampuan akademik heterogen;
memiliki pengalaman berbeda dalam kegiatan prakarya;
mampu bekerja secara individu maupun kelompok;
membutuhkan pengalaman konkret dalam memahami konsep rekayasa.
Pembelajaran dapat disesuaikan untuk peserta didik yang memerlukan pendampingan maupun peserta didik yang memiliki kemampuan lebih tinggi.
J. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik memahami bahwa:
Sebuah jembatan yang baik bukan hanya memiliki bentuk yang menarik, tetapi harus mampu menjalankan fungsi, stabil, kuat, aman, efisien, dan sesuai dengan kondisi lingkungan.
Melalui pembuatan miniatur jembatan, peserta didik memahami bahwa proses rekayasa dilakukan melalui tahapan mengidentifikasi masalah – merancang – membuat – menguji – mengevaluasi – memperbaiki.
K. PERTANYAAN PEMANTIK
Mengapa manusia membutuhkan jembatan?
Mengapa bentuk jembatan berbeda-beda?
Mengapa ada jembatan yang menggunakan rangka segitiga?
Apa yang menyebabkan sebuah jembatan menjadi kuat atau mudah roboh?
Apakah bahan yang lebih banyak selalu menghasilkan jembatan yang lebih kuat?
Bagaimana cara membuat jembatan yang kuat dengan bahan yang terbatas?
Bagaimana cara mengetahui apakah rancangan jembatan kita berhasil?
L. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Teknologi Konstruksi
Teknologi konstruksi adalah penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, bahan, dan teknik untuk menghasilkan suatu bangunan atau struktur yang memiliki fungsi tertentu.
Contohnya:
rumah;
gedung;
jalan;
bendungan;
terowongan;
jembatan.
2. Pengertian Jembatan
Jembatan merupakan konstruksi yang dibuat untuk menghubungkan dua tempat yang terpisah oleh sungai, lembah, jalan, atau hambatan lainnya sehingga manusia dan kendaraan dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
3. Fungsi Jembatan
Jembatan berfungsi untuk:
menghubungkan dua wilayah;
memperlancar transportasi;
memperpendek jarak perjalanan;
mendukung aktivitas ekonomi;
membantu mobilitas masyarakat.
4. Jenis-Jenis Jembatan
Beberapa jenis jembatan berdasarkan bentuk konstruksinya antara lain:
jembatan balok;
jembatan lengkung;
jembatan rangka;
jembatan gantung;
jembatan kabel.
5. Bagian Utama Jembatan
Bagian jembatan secara umum meliputi:
lantai jembatan;
gelagar;
rangka;
tiang/kolom;
abutment;
fondasi;
pengaku atau elemen penyangga.
6. Prinsip Dasar Kekuatan Struktur
Dalam konstruksi jembatan terdapat gaya yang bekerja pada struktur, antara lain:
gaya tekan;
gaya tarik;
gaya geser;
gaya lentur.
Bentuk struktur sangat memengaruhi kemampuan jembatan menerima beban.
Salah satu bentuk yang banyak digunakan dalam struktur rangka adalah segitiga, karena bentuk tersebut relatif stabil dan mampu membantu mendistribusikan beban melalui batang-batang rangka.
7. Kriteria Miniatur Jembatan
Miniatur jembatan yang baik memiliki:
struktur kuat;
bentuk stabil;
sambungan kokoh;
ukuran sesuai rancangan;
penggunaan bahan efisien;
tampilan menarik;
aman digunakan;
mampu menahan beban pengujian.
M. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 – Eksplorasi Teknologi Konstruksi
Alokasi: 2 JP
Kegiatan Pendahuluan
Guru:
memberi salam dan melakukan apersepsi;
mengondisikan peserta didik;
menyampaikan tujuan pembelajaran;
mengaitkan materi dengan jembatan yang pernah dilihat peserta didik;
menyampaikan tantangan proyek.
Peserta didik mengamati gambar/video berbagai jenis jembatan dan menyampaikan pengalaman atau pengetahuan awal.
Kegiatan Inti
Mindful
Peserta didik mengamati bentuk dan struktur beberapa jembatan dengan fokus.
Peserta didik mencatat:
bentuk;
bahan;
fungsi;
bagian jembatan;
kemungkinan beban yang diterima.
Meaningful
Peserta didik berdiskusi mengenai masalah nyata:
"Bagaimana membuat jembatan sederhana yang kuat dengan bahan terbatas?"
Kelompok menganalisis hubungan antara bentuk konstruksi dan kekuatan.
Joyful
Guru memberikan tantangan:
"Jembatan kelompok mana yang mampu menghasilkan struktur paling kuat dengan penggunaan bahan yang efisien?"
Peserta didik melakukan eksplorasi sederhana menggunakan kertas atau sedotan untuk membandingkan struktur datar dan struktur yang diperkuat.
Penutup
Peserta didik:
menyimpulkan pembelajaran;
menyampaikan temuan;
menuliskan refleksi singkat.
Pertemuan 2 – Perancangan Miniatur Jembatan
Alokasi: 2 JP
Pendahuluan
Guru mengulas materi sebelumnya dan menjelaskan kriteria proyek.
Kegiatan Inti
Peserta didik:
membentuk kelompok;
menentukan jenis jembatan;
menentukan ukuran miniatur;
membuat sketsa;
menentukan bahan;
menghitung kebutuhan bahan;
menentukan teknik penyambungan;
menyusun langkah kerja;
memperkirakan titik-titik yang menerima beban.
Setiap kelompok menyusun desain dan mendapatkan umpan balik guru.
Prinsip Deep Learning
Peserta didik tidak langsung membuat produk. Mereka terlebih dahulu mempertimbangkan:
fungsi;
kekuatan;
efisiensi bahan;
keamanan;
estetika;
dampak lingkungan.
Penutup
Kelompok mempresentasikan rancangan secara singkat.
Guru memberikan umpan balik untuk perbaikan desain.
Pertemuan 3 – Pembuatan Miniatur Jembatan
Alokasi: 2 JP
Pendahuluan
Guru menjelaskan kembali prosedur keselamatan kerja.
Kegiatan Inti
Peserta didik:
menyiapkan alat dan bahan;
memotong bahan sesuai ukuran;
membuat bagian struktur;
merakit komponen;
memperkuat sambungan;
memastikan kesesuaian dengan gambar rancangan;
melakukan pemeriksaan awal;
memperbaiki bagian yang kurang kuat.
Guru melakukan observasi dan memberikan pendampingan.
Mindful Learning
Peserta didik bekerja secara hati-hati, memperhatikan penggunaan alat, ketepatan ukuran, dan kekuatan sambungan.
Meaningful Learning
Peserta didik menghubungkan rancangan dengan hasil nyata. Jika struktur tidak sesuai harapan, peserta didik menganalisis penyebabnya.
Joyful Learning
Setiap kelompok diberi kesempatan mengembangkan desain secara kreatif tanpa mengabaikan fungsi dan keamanan.
Pertemuan 4 – Pengujian, Evaluasi, dan Presentasi
Alokasi: 2 JP
Kegiatan Pengujian
Setiap kelompok melakukan pengujian dengan beban yang ditentukan guru.
Tahapan:
memeriksa kondisi jembatan;
menempatkan miniatur pada posisi pengujian;
memberikan beban secara bertahap;
mencatat beban yang mampu ditahan;
mengamati perubahan bentuk;
mencatat kerusakan jika terjadi;
mengevaluasi penyebab kegagalan.
Evaluasi
Peserta didik membandingkan:
Rancangan → Produk → Hasil Uji
Kelompok menjawab:
Apakah produk sesuai rancangan?
Bagian mana yang paling kuat?
Bagian mana yang paling lemah?
Apa penyebab kegagalan?
Bagaimana cara memperbaikinya?
Apakah bahan telah digunakan secara efisien?
Presentasi
Setiap kelompok mempresentasikan:
ide awal;
desain;
bahan;
proses;
kendala;
hasil pengujian;
kelebihan;
kekurangan;
rencana perbaikan.
Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan.
N. DIFERENSIASI PEMBELAJARAN
Diferensiasi Konten
Peserta didik yang membutuhkan bantuan memperoleh:
contoh desain;
gambar bagian jembatan;
panduan langkah kerja;
video/demonstrasi guru.
Peserta didik yang lebih cepat dapat mempelajari:
perbandingan beberapa struktur jembatan;
efisiensi bahan;
optimasi desain;
analisis titik lemah struktur.
Diferensiasi Proses
Peserta didik dapat memilih cara belajar melalui:
pengamatan;
diskusi;
praktik;
demonstrasi;
eksperimen sederhana.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dapat menghasilkan:
miniatur jembatan rangka;
miniatur jembatan balok;
miniatur jembatan lengkung;
desain jembatan inovatif.
O. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik
Dilakukan sebelum pembelajaran.
Contoh pertanyaan:
Apa yang kamu ketahui tentang jembatan?
Sebutkan jembatan yang pernah kamu lihat.
Mengapa jembatan harus memiliki struktur yang kuat?
Bahan apa yang dapat digunakan untuk membuat miniatur jembatan?
Apakah kamu pernah membuat produk konstruksi sebelumnya?
2. Asesmen Formatif
Dilakukan selama proses:
keaktifan diskusi;
kemampuan menganalisis masalah;
kualitas rancangan;
kerja sama;
ketepatan penggunaan alat;
perkembangan produk.
3. Asesmen Sumatif
Produk dinilai berdasarkan:
desain;
proses;
kekuatan;
kestabilan;
efisiensi bahan;
kreativitas;
presentasi;
refleksi.
P. RUBRIK PENILAIAN PROYEK
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Perancangan Sangat sistematis dan realistis Sistematis Kurang sistematis Tidak jelas
Struktur Sangat kuat dan stabil Kuat Cukup Lemah
Ketepatan ukuran Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Tidak sesuai
Sambungan Sangat kokoh Kokoh Kurang kokoh Mudah lepas
Efisiensi bahan Sangat efisien Efisien Kurang efisien Boros
Kreativitas Sangat inovatif Kreatif Cukup kreatif Kurang kreatif
Kerapian Sangat rapi Rapi Cukup rapi Tidak rapi
Pengujian Sangat sistematis Sistematis Kurang sistematis Tidak melakukan
Presentasi Sangat jelas Jelas Cukup jelas Tidak jelas
Kerja sama Sangat baik Baik Cukup Kurang
Skor maksimal: 40
Nilai:
Nilai = (Skor Perolehan / 40) × 100
Q. RUBRIK SIKAP DAN KOLABORASI
Aspek yang diamati:
tanggung jawab;
disiplin;
kerja sama;
kreativitas;
komunikasi;
keselamatan kerja;
kepedulian terhadap lingkungan.
Skala:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = cukup
1 = perlu bimbingan
R. LKPD
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Proyek Miniatur Jembatan
Nama Kelompok: ....................................................
Anggota:
....................................................
....................................................
....................................................
....................................................
………………………………………………..
………………………………………………..
………………………………………………..
Aktivitas 1 – Identifikasi Masalah
Masalah konstruksi yang ingin kami selesaikan:
....................................................................................
....................................................................................
Aktivitas 2 – Analisis Struktur
Jenis jembatan yang dipilih:
....................................................................................
Alasan memilih jenis tersebut:
....................................................................................
Bagian yang diperkirakan menerima beban terbesar:
....................................................................................
Aktivitas 3 – Rancangan
Ukuran miniatur:
Panjang: ................ cm
Lebar: ................ cm
Tinggi: ................ cm
Bahan yang digunakan:
....................................................................................
Teknik penyambungan:
....................................................................................
Aktivitas 4 – Perencanaan Bahan
No. Bahan Jumlah Fungsi
1
2
3
4
Aktivitas 5 – Pengujian
Beban awal: ....................
Beban maksimum: ....................
Kondisi jembatan setelah pengujian:
....................................................................................
Bagian yang mengalami perubahan/kerusakan:
....................................................................................
Aktivitas 6 – Evaluasi
Kelebihan produk:
....................................................................................
Kekurangan produk:
....................................................................................
Penyebab kekurangan:
....................................................................................
Perbaikan yang akan dilakukan:
....................................................................................
S. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Jawablah dengan jujur.
Hal terpenting yang saya pelajari adalah:
....................................................................................
Kesulitan yang saya alami:
....................................................................................
Cara saya mengatasi kesulitan:
....................................................................................
Kontribusi saya dalam kelompok:
....................................................................................
Bagian produk yang paling saya banggakan:
....................................................................................
Jika membuat kembali, saya akan:
....................................................................................
T. REFLEKSI GURU
Guru melakukan refleksi terhadap:
ketercapaian tujuan pembelajaran;
keterlibatan peserta didik;
efektivitas model PjBL;
penerapan mindful learning;
penerapan meaningful learning;
penerapan joyful learning;
pengelolaan waktu;
keamanan praktik;
kualitas produk;
kebutuhan tindak lanjut.
U. REMEDIAL
Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan:
penjelasan ulang tentang struktur jembatan;
contoh desain sederhana;
latihan mengidentifikasi bagian jembatan;
praktik membuat struktur sederhana;
pendampingan dalam memperbaiki miniatur.
V. PENGAYAAN
Peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat:
merancang jembatan dengan penggunaan bahan lebih sedikit;
membandingkan dua desain;
melakukan optimasi struktur;
membuat desain jembatan dengan bahan daur ulang;
menghitung perbandingan beban dengan jumlah bahan;
membuat laporan hasil eksperimen.
W. KESELAMATAN KERJA
Peserta didik wajib:
menggunakan alat sesuai fungsinya;
berhati-hati saat menggunakan cutter;
menggunakan alas potong;
tidak bercanda ketika menggunakan alat;
menjaga meja kerja tetap rapi;
menggunakan lem panas dengan pengawasan;
membersihkan area kerja setelah praktik;
melaporkan kecelakaan atau kerusakan alat kepada guru.
X. GLOSARIUM
Abutment: bagian konstruksi yang menopang ujung jembatan.
Beban: gaya atau berat yang diterima suatu struktur.
Desain: rancangan awal suatu produk.
Efisiensi: kemampuan menggunakan sumber daya secara optimal.
Jembatan: struktur yang menghubungkan dua tempat yang dipisahkan suatu hambatan.
Konstruksi: kegiatan merancang dan membangun suatu struktur.
Miniatur: model berukuran lebih kecil dari objek sebenarnya.
Prototipe: model awal yang dibuat untuk diuji.
Struktur: susunan bagian-bagian yang membentuk suatu konstruksi.
Teknologi: penerapan pengetahuan dan keterampilan untuk menyelesaikan kebutuhan atau masalah manusia.
Y. DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dokumen dan panduan implementasi Kurikulum Merdeka.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dokumen Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan Pembelajaran dan Asesmen.
Sumber pembelajaran lain yang relevan mengenai teknologi konstruksi, struktur jembatan, keselamatan kerja, dan rekayasa sederhana dapat digunakan guru sesuai konteks satuan pendidikan.
Z. FORMAT DOKUMEN
Ukuran kertas: Legal
Ukuran: 8,5 × 14 inci
Orientasi: Potret
Margin yang disarankan:
Atas: 2 cm
Bawah: 2 cm
Kiri: 2,5 cm
Kanan: 2 cm
Font: Aptos/Arial/Calibri
Ukuran isi: 11–12 pt
Judul: 16–18 pt
Spasi: 1,15–1,5
Dokumen dapat dilengkapi dengan halaman sampul, nomor halaman, identitas sekolah, logo sekolah, serta lembar pengesahan.
Bekasi, …. September 2026
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Endang Koswara,S.Pd,M.Pd Wahyu Hidayat,S.Pd.I
NIP. ................................................ NIP. 19780608 202321 1 005