Meningkatkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi SPLDV
Oleh : ASBI ARIF, S.Pd
Meningkatkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi SPLDV
Oleh : ASBI ARIF, S.Pd
Meningkatkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi SPLDV
Oleh : ASBI ARIF, S.Pd
Praktik baik (best practice) yang saya lakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Praktik ini dilaksanakan di SMPN 1 Kemuning, kelas VIII.3 pada tanggal 30 Agustus 2022 (siklus 1) dan tanggal 13 September 2022 (siklus 2).
Menurut Winkel motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai.
Motivasi menjadi peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam diri, menumbuhkan rasa ingin tahu dan aktif dalam pembelajaran.
Faktor yang menjadi latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa adalah guru belum menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan inovatif, guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik, guru masih monoton dalam mengajar, dan guru belum menggunakan masalah konstektual dalam pembelajaran.
Berdasarkan data dari angket yang saya sebarkan kepada peserta didik diketahui bahwa motivasi belajar peserta didik sebelum tindakan secara klasikal mencapai rata-rata persentase 36,2% berada pada interval 0-40% yang mana motivasi belajarnya masih rendah. Pada siklus pertama menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar peserta didik mulai meningkat yang secara klasikal mencapai rata-rata persentase 51,4% berada pada interval 40-55% tergolong cukup tinggi. Sedangkan pada siklus kedua motivasi belajar siswa sudah meningkat dengan tingkat motivasi belajar peserta didik secara klasikal mencapai rata-rata persentase 71% berada pada interval 56-75% yang tergolong sudah tinggi.
Pendidik sebagai tenaga pengajar sangatlah berperan penting dalam memotivasi peserta didik untuk belajar. Sebagai seorang guru, saya mempunyai peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Motivasi dapat dimunculkan dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan model belajar yang inovatif yaitu salah satunya Problem Based Learning (PBL) dan memanfaatkan masalah konstektual dalam keseharian siswa yang dituangkan dalam lembar kerja peserta didik (LKPD), menggunakan teknologi dalam pembelajaran seperti memanfaatkan media power point yang di tampilkan melalui infokus, yang diharapkan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Praktik ini penting dibagikan karena dapat membantu permasalahan guru yang berhubungan dengan rendahnya motivasi belajar peserta didik.
Peran dan tanggung jawab saya selaku guru matematika adalah memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya pada pelajaran matematika.
Berdasarkan identifikasi masalah dan refleksi diri, serta wawancara teman sejawat, kepala sekolah, pengawas sekolah dan pakar, ada beberapa tantangan yang terjadi yaitu bagaimana memperbaiki proses pembelajaran sehingga motivasi belajar peserta didik meningkat yang berimbas pada hasil belajar peserta didik juga meningkat, merancang LKPD yang mudah dipahami dan dikerjakan peserta didik, pemilihan media yang tepat, menimbulkan keinginan bertanya peserta didik, dan bagaimana memotivasi peserta didik untuk belajar, serta keterampilan guru dalam menguasai sintak PBL.
Siapa saja yang terlibat? Yang terlibat dalam praktik baik ini adalah saya sebagai guru matematika dan peserta didik kelas 8.3.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
1. Menggunakan model pembelajaran inovatif seperti PBL
2. Menggunakan media PPT yang ditampilkan melalui infokus
3. Memberikan angket motivasi kepada peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran
Strategi yang digunakan yaitu guru membuat rencana aksi dimana prosesnya diawali membuat RPP, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran berupa slide PPT, angket motivasi, instrumen dan rubrik penilaian untuk diterapkan didalam kelas.
Sumber daya atau materi yang diperlukan yaitu buku paket, laptop, infokus, kertas hvs, dan printer.
Dampak dari penerapan model PBL dengan media PPT dalam proses pembelajaran pada siklus 1 dan siklus 2 memberikan dampak yang positif, yaitu siswa merasa senang, motivasi belajar peserta didik meningkat, dan hasil belajar peserta didik juga meningkat.
Faktor keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh kompetensi guru, mulai dari merancang model pembelajaran, membuat media pembelajaran, dan memfasilitasi peserta didik selama proses pembelajaran.
Pembelajaran yang saya dapatkan dari keseluruhan proses ini adalah kita selaku guru harus bisa memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif seperti PBL ini sehingga motivasi peserta didik untuk belajar matematika meningkat. Selain itu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik saya harus memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
SMPN 1 KEMUNING
SMPN 1 KEMUNING
Jl. Lintas Timur, Kel. Selensen Kec. Kemuning, Kab. INHIL, Prov. Riau
Telp : -
Fax : -
e-Mail :
smpn1_kemuning@yahoo.co.id
29274
INDRAGIRI HILIR
RIAU