By Harwati T
Literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada 6 dasar literasi sekolah yang harus dimiliki bagi seorang siswa, salah satunya adalah literasi baca-tulis. Literasi baca tulis adalah kemampuan dalam memahami isi teks tertulis, baik yang eksplisit maupun implisit. Literasi baca tulis juga mencakup kemampuan untuk menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang
ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.
Salah satu upaya SMP N 1 Pagerbarang dalam meningkatkan Literasi Baca-Tulis bagi para siswa adalah melalui program pembiasaan Jumat Literasi. Kegiatan yang diprogramkan sejak semester genap tahun lalu ini dilaksanakan setiap bulan pada pekan kedua untuk setiap bulannya. Program ini dirancang oleh Kurikulum bekerjasama dengan Perpustakaan. Setiap siswa diwajibkan membaca satu buku dari koleksi yang ada di Perpustakaan Papirus Library SMP N 1 Pagerbarang, kemudian membuat ringkasan dari buku yang telah dibaca. Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya kata-kata, tetapi juga bisa berupa angka, simbol, atau grafik.
Kegiatan literasi membaca dapat menjadi perantara untuk mengetahui segala sesuatunya. Jika seseorang memiliki kesenangan dalam membaca sudah bisa dipastikan memiliki wawasan, kosakata, relasi, prestasi akademik yang menonjol. Dalam kegiatan membaca juga akan menumbuhkan empati. Untuk memahami isi bacaan, kita berusaha untuk membayangkan dan memosisikan diri pada situasi seperti yang ada dalam teks bacaan. Dengan begitu, kita mengasah diri untuk berempati dengan kondisi-kondisi di luar diri yang tidak kita alami. Membaca juga akan mengembangkan minat kita pada hal-hal baru. Semakin beragam jenis bacaan yang dibaca, memungkinkan kita untuk mengenal sesuatu yang belum pernah kita ketahui. Hal ini tentu akan memperluas pandangan dan membuka lebih banyak pilihan baik dalam hidup. Kegiatan membaca dengan berbagai jenis teks yang dibaca pastinya akan memberikan banyak variasi bacaan yang dapat menambah pengayaan wawasan dan pengembangan pola pikir. Pola pikir akan lebih arif dan aktif untuk menghasilkan sebuah gagasan yang kreatif dan inovatif.
Harapannya melalui program Jumat Literasi yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di SMP N 1 Pagerbarang akan ada peningkatan dalam minat baca bagi para siswa sehingga kemampuan Literasi baca-tulis dapat terus berkembang, khususnya dalam hal menuangkan ide dan gagasan ke dalam sebuah tulisan.
Jumat Literasi @PapirusLibrary
Gerakan Menyumbang Buku (Gerbangku) terinspirasi dari minimnya koleksi Perpustakaan SMP Negeri 1 Pagerbarang (PAPIRUS). Sekolah dengan rombongan belajar sampai 27 rombel dan jumlah siswa hingga 864 siswa akan sangat tidak sebanding denganjumlah koleksi buku tang ada di perpustakaan.
Oleh kerena itu maka atas Inisitif Ibu Urio Rahayu, S. Pd yang nerupakan Guru Penggerak Angkatan 7 maka sekolah meluncurkan program Gerakan Menyumbang Buku (Gerbangku)
Manfaat GERBANGKU :
1. Meningkatkan ketersediaan bahan bacaan
2. Diversifikasi bahan bacaan
3. Mendorong kreativitas dan minat membaca
4. Mengajarkan nilai berbagi (empati, toleransi)
5. Membangun komunitas yang terlibat bagi siswa.
Dalam upaya mendukung peningkatan kompetensi literasi siswa, SMP Negeri 1 Pagerbarang terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai program yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus melatih keterampilan menulis peserta didik. Salah satu program unggulan yang sedang dijalankan adalah Gerakan Sakben Murid Mengisi Satu Karya Buku (Sakmu Isi Sekarku).
Gerakan ini lahir dari gagasan para guru SMP Negeri 1 Pagerbarang yang berkolaborasi untuk menggali potensi serta kreativitas siswa. Melalui program ini, setiap siswa didorong untuk menuangkan ide, gagasan, dan imajinasinya dalam bentuk karya tulis yang dibukukan. Karya tersebut bisa berupa cerpen, puisi, esai, maupun tulisan inspiratif lain yang mencerminkan dunia pemikiran para remaja.
Hadirnya Gerakan Sakmu Isi Sekarku membawa semangat baru bagi perpustakaan sekolah. Koleksi karya siswa yang terkumpul akan dipajang dan menjadi bagian dari koleksi resmi perpustakaan SMP Negeri 1 Pagerbarang. Dengan begitu, setiap siswa yang berkunjung tidak hanya bisa membaca buku-buku umum, tetapi juga dapat menikmati hasil karya teman-teman mereka sendiri. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga sekaligus memotivasi siswa lain untuk ikut berkarya.
Lebih dari sekadar kegiatan menulis, gerakan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter. Siswa belajar untuk disiplin, berani mengekspresikan pikiran, serta bertanggung jawab atas karya yang dihasilkannya. Bagi guru, gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pendidik dan peserta didik dapat menciptakan budaya literasi yang hidup dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Momentum HUT ke-40 SMP Negeri 1 Pagerbarang yang jatuh pada 15 Desember 2023 menjadi puncak penyemangat dalam pelaksanaan program ini. Dalam rangka perayaan hari bersejarah tersebut, sekolah menyelenggarakan Lomba Membuat Karya Buku yang terbuka bagi seluruh siswa. Para pemenang lomba nantinya akan mendapatkan hadiah serta penghargaan khusus dari sekolah. Lebih dari itu, karya mereka akan dipajang secara permanen di perpustakaan sebagai bukti kontribusi nyata dalam sejarah sekolah.
Dengan adanya program Sakmu Isi Sekarku, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menulis dan mendokumentasikan pemikiran mereka dalam bentuk karya yang bermanfaat. Perpustakaan SMP Negeri 1 Pagerbarang pun semakin kaya, bukan hanya dengan buku-buku ilmiah dan bacaan umum, tetapi juga dengan karya otentik hasil kreativitas siswa.
Gerakan ini adalah langkah nyata dalam membangun budaya literasi di sekolah. Setiap buku yang lahir dari tangan siswa adalah jejak sejarah yang akan terus menginspirasi generasi berikutnya.
Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas serta aktivitas belajar yang menyenangkan. Salah satu media yang kini tersedia di perpustakaan adalah papan catur, yang dapat digunakan oleh siswa untuk bermain sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis.
Dalam foto kegiatan di perpustakaan, tampak para siswa asyik memainkan bidak catur dengan penuh konsentrasi. Aktivitas ini tidak sekadar permainan, melainkan juga sarana melatih kesabaran, strategi, serta kemampuan memecahkan masalah. Melalui catur, siswa belajar mengambil keputusan dengan bijak, berpikir beberapa langkah ke depan, dan mengembangkan daya nalar yang kuat.
Selain itu, keberadaan catur di perpustakaan juga memberi suasana berbeda: siswa dapat beristirahat sejenak dari aktivitas membaca dengan hiburan yang tetap bernuansa edukatif. Dengan demikian, perpustakaan menjadi ruang yang tidak hanya hening dan serius, tetapi juga hidup, hangat, dan ramah bagi siswa.
Perpustakaan berharap, fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh siswa. Dengan bermain catur, mereka tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang berharga—mencakup kerjasama, sportivitas, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Karena itu, mari manfaatkan fasilitas catur di perpustakaan sebagai wadah berkreasi, belajar, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.