Penelitian pertama tentang penurunan sifat dilakukan oleh Gregor Mendel, seorang pendeta dan juga ahli botani dari Austria (Gambar 3.10). Mendel mulai meneliti tentang pewarisan sifat pada tahun 1856 dan mencatat hasil temuannya pada Natural Science Society of Brunn, Austria pada tahun 1866.
Mendel menggunakan kacang kapri sebagai objek penelitiannya karena kacang kapri memiliki ciri-ciri yang mudah dibedakan, dapat melakukan penyerbukan sendiri, mudah dilakukan penyerbukan silang, mempunyai daur hidup yang relatif pendek, dan menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak. Teorinya dikenal dengan Hukum Mendel. Atas
jasanya dalam bidang pewarisan sifat beliau dijuluki sebagai Bapak Genetika.
Menyatakan Bahwa :
Pada Pembentukan Gamet (Sel Kelamin) Terjadi Segregasi (Pemisahan) Alela Secara Bebas, Dari diploid menjadi haploid Sehingga Tiap-tiap Gamet Menerima Satu Gen Dari Alelnya
Adl. Persilangan dua individu sejenis dengan satu sifat beda.
Contoh :
1. Tumbuhan berbunga ungu disilangkan dengan tumbuhan berbunga putih.
2. Kucing berbulu putih dikawinkan dengan kucing berbulu hitam.
3. Wanita berambut kriting menikah dengan laki-laki berambut lurus.
dll
Rasio fenotipe F2 = 3 : 1
Rasio genotipe F2 = 1 : 2 : 1
Intermediet → sifat baru yang muncul karena gen dominan tidaksepenuhnya menutupi gen resesif.
Menyatakan Bahwa : Jika 2 individu memiliki 2 pasang / lebih sifat, maka penurunan sifat yang satu tidak tergantung pada sifat yang lain
Berlaku pada persilangan dihibrid (persilangan dengan dua sifat beda).
CONTOH :
Orang berambut keriting berhidung mancung menikah dengan orang berambut lurus berhidung pesek
Tumbuhan mangga berbuah besar, rasa masam di silangkan dengan mangga berbuah kecil, rasa manis
Buah bulat berwarna kuning disilangkan dengan buah keriput berwarna hijau
➲ Rasio fenotipe F2
= 9 : 3 : 3 : 1
➲ Rasio genotipe F 2
= 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Lanjut Belajarnya ya ...
Silahkan klik Lagi