Matematika kalau udah kumpul begini, auto jadi asyik! 📐✨
Sabtu (7/2) lalu, SMPN 13 Denpasar mendadak penuh energi gara-gara kedatangan tim MGMP Matematika SMP Kota Denpasar. Bukan mau kasih remedial, tapi kita lagi seru-seruan di acara Sabtu Berbagi! 💥
Dari pamer media pembelajaran yang bikin materi "ribet" jadi simpel, sampai diskusi asyik buat ngerancang LKS yang nggak ngebosenin buat siswa. Ternyata, kalau guru-gurunya udah kolaborasi, ide-ide gila langsung bermunculan! 🚀✍️
Semoga semangat ini nular sampai ke kelas, ya. Biar nggak ada lagi yang bilang matematika itu "monster" di sekolah. Let's make math great (and fun) again! 🧠🔥
#MGMPMatematikaDenpasar #GuruMatematikaDenpasar #SMPN13Denpasar #PendidikanDenpasar #DenpasarMaju #MatematikaSeru #GuruInovatif #InfoDenpasar #PendidikanBali #MerdekaBelajarDenpasar #KelompokGuruDenpasar
Pagi itu, 24 Januari 2026, suasana Sanur tidak hanya dipenuhi oleh wisatawan, tetapi juga oleh rombongan guru MGMP Matematika SMP Kota Denpasar yang tampak antusias. Mengenakan seragam batik kebanggaan, para guru ini melangkah memasuki kantor PT Yakult Indonesia Persada Wilayah 5 Denpasar. Alih-alih membahas soal ujian yang kaku, obrolan pagi itu dibuka dengan candaan ringan tentang bagaimana "menghitung" jumlah bakteri baik di dalam satu botol kecil menggunakan konsep eksponen. Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan misi mencari inspirasi dunia nyata untuk dibawa ke ruang kelas.
Keseruan memuncak saat tim Yakult mengajak para guru melihat proses distribusi dan penjelasan standar mutu yang sangat ketat. Di sini, jiwa "matematis" para guru langsung meronta-ronta. Mereka mulai asyik berdiskusi tentang statistika produksi, logistik rute distribusi di wilayah Bali, hingga perhitungan suhu penyimpanan yang harus presisi agar kualitas produk tetap terjaga. Salah satu guru berseloroh, "Ternyata variabel di lapangan lebih kompleks daripada variabel $x$ dan $y$ di papan tulis!" Gelak tawa pun pecah saat mereka menyadari bahwa setiap botol yang sampai ke tangan konsumen adalah hasil dari perhitungan matematika yang matang.
Momen paling berkesan terjadi saat sesi edukasi kesehatan. Para guru diajak melihat visualisasi mikroskopis bakteri L. casei Shirota strain. Melihat pola pergerakan bakteri, beberapa guru justru terinspirasi membuat soal cerita tentang pertumbuhan bakteri menggunakan rumus deret geometri. "Ini baru namanya Matematika kontekstual! Nanti di kelas, anak-anak akan saya suruh menghitung laju pertumbuhan bakteri ini," seru salah satu peserta dengan semangat. Suasana yang biasanya formal berubah menjadi sesi brainstorming kreatif yang penuh ide-ide segar untuk bahan ajar.
Tak hanya soal serius, keceriaan juga terekam saat sesi mencicipi produk bersama. Sambil menikmati kesegaran minuman fermentasi tersebut di tengah udara Sanur yang mulai menghangat, para guru saling bertukar cerita tentang tantangan mengajar di sekolah masing-masing. Kegiatan ini menjadi momen healing sejenak dari tumpukan koreksi tugas siswa. Kedekatan antaranggota komunitas semakin erat, bukan karena rumus yang sama, melainkan karena pengalaman seru yang mereka bagi bersama di luar tembok sekolah.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata. Para guru pulang tidak hanya membawa pengetahuan baru tentang sistem pencernaan, tetapi juga "oleh-oleh" ide matematika yang aplikatif. Tanggal 24 Januari 2026 itu tercatat bukan hanya sebagai tanggal kunjungan biasa, melainkan hari di mana komunitas MGMP Matematika Denpasar membuktikan bahwa belajar matematika bisa dilakukan di mana saja—bahkan dari sebuah botol kecil yang bermanfaat bagi kesehatan.
Di bawah langit cerah Kota Denpasar, gedung pusat kegiatan guru menjadi saksi bisu berkumpulnya para pendidik Matematika terbaik yang tergabung dalam MGMP. Suasana ruangan dipenuhi dengan semangat kolaborasi yang kental, di mana laptop berjajar rapi dan tumpukan referensi kurikulum terbaru tersebar di atas meja. Tidak ada sekat antar-sekolah; semua guru melebur menjadi satu tim solid dengan satu visi besar, yaitu menciptakan buku LKS yang tidak hanya menjadi beban tas siswa, tetapi menjadi jembatan ilmu yang menyenangkan untuk dipelajari.
Diskusi dimulai dengan membedah capaian pembelajaran untuk kelas VII dan VIII secara mendalam. Perdebatan hangat seringkali terjadi saat tim menentukan soal mana yang paling relevan untuk melatih logika berpikir siswa. Mereka sangat teliti dalam menyusun alur materi, memastikan transisi dari konsep bilangan di kelas VII menuju kompleksitas aljabar di kelas VIII berjalan mulus. Setiap baris kalimat dan rumus dikoreksi bersama guna memastikan tidak ada miskonsepsi yang tersampaikan kepada siswa nantinya.
Hal yang paling menarik dalam penyusunan ini adalah upaya tim untuk memasukkan "napas" lokal Denpasar ke dalam soal-soal matematika. Guru-guru dengan kreatif mengubah soal cerita konvensional menjadi narasi yang akrab dengan keseharian siswa, seperti menghitung volume ornamen arsitektur tradisional atau menghitung perbandingan bahan dalam pembuatan banten. Dengan pendekatan kontekstual ini, matematika tidak lagi dianggap sebagai angka-angka mati, melainkan ilmu yang hidup dan berdenyut di sekitar lingkungan mereka.
Memasuki fase finalisasi, ketelitian menjadi kunci utama saat tim melakukan peer review. Setiap variabel dan simbol matematika dipastikan presisi, mulai dari penulisan himpunan hingga perhitungan Teorema Pythagoras yang rumit. Mereka bekerja lembur dengan penuh dedikasi, saling menyemangati saat rasa lelah mulai melanda. Fokus mereka hanya satu: menghasilkan bahan ajar yang berkualitas tinggi, mudah dipahami, namun tetap menantang bagi daya kritis siswa SMP di Denpasar.
Ketika draf akhir selesai disusun, terpancar rona lega dan bangga di wajah para anggota MGMP. Buku LKS ini bukan sekadar kumpulan kertas latihan, melainkan simbol perjuangan guru-guru lokal dalam meningkatkan standar pendidikan di daerahnya. Melalui karya kolektif ini, diharapkan siswa kelas VII dan VIII di seluruh Kota Denpasar memiliki pegangan belajar yang seragam, tangguh dalam numerasi, dan tetap mencintai akar budaya mereka melalui matematika.
Ucapan Terima Kasih Kepada :
I Putu Herry Gita Rusmawan, S.Pd (SMP Negeri 9 Denpasar)
Nurul Ekawati, S.Pd (SMP Negeri 13 Denpasar)
I Made Pasek Bhujangga Sudarsana, S.Pd (SMP Sapta Andika)
Ni Nyoman Diana Sari, S.Pd (SMP Taman Rama)
Ida Ayu Desi Astuti, S.Pd (SMP Negeri 9 Denpasar)
Reni Dwi Susanti, S.Pd (SMP Negeri 4 Denpasar)
I Gede Pajar Bahari, S.Pd (SMP PGRI 1 Denpasar)
Devi Angelina Kakomore (SMP Tunas Daud)
Putu Intan Rossitha, M.Pd (SMP Tunas Daud)
Hasil Buku Yang Dibuat : Link Untuk Download Honorium (Belum Rilis)
Tema : Penggunaan Sumber Daya Edukatif Digital Dalam Menyusun Modul Ajar Matematika Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024/2025
Pada hari Selasa, 9 Juli 2024, telah dilaksanakan sebuah workshop komunitas belajar matematika untuk SMP/MTS se-Kota Denpasar. Acara ini berlangsung di Aula SMP Cipta Dharma dan dihadiri oleh 53 perwakilan sekolah SMP/MTS dari seluruh Kota Denpasar. Workshop ini mengambil tema "Penggunaan Sumber Daya Edukatif Digital dalam Menyusun Modul Ajar Matematika Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024/2025".
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai cara menyusun modul ajar matematika yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yang akan diterapkan pada tahun pelajaran 2024/2025. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Made Agus, seorang pakar pendidikan yang memiliki pengalaman luas dalam bidang kurikulum dan pengajaran matematika.
Dalam pembukaannya, Bapak Made Agus menjelaskan pentingnya pemanfaatan sumber daya edukatif digital dalam pembuatan modul ajar. Menurutnya, penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempermudah proses penyusunan materi ajar yang lebih menarik dan interaktif.
Kegiatan workshop ini dibagi menjadi beberapa sesi. Pada sesi pertama, Bapak Made Agus membahas tentang konsep dasar dan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, serta bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran matematika. Peserta diberikan panduan langkah demi langkah dalam menyusun modul ajar, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan kompetensi dasar, hingga mengembangkan materi dan metode pengajaran yang efektif.
Pada sesi kedua, peserta diajak untuk berlatih secara langsung dalam menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) dan merancang perangkat ajar. Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk memanfaatkan berbagai sumber daya edukatif digital, seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan platform belajar online. Bapak Made Agus juga memberikan contoh konkret mengenai cara mengintegrasikan teknologi digital dalam penyusunan modul ajar.
Selama workshop, peserta sangat antusias dan aktif berdiskusi serta bertukar pengalaman. Banyak dari mereka yang merasa terbantu dengan adanya panduan dan praktik langsung ini. Selain itu, workshop ini juga menjadi ajang bagi para guru untuk saling berbagi informasi dan strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah masing-masing.
Di akhir kegiatan, Bapak Made Agus menyampaikan harapannya agar peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam workshop ini untuk menyusun modul ajar yang inovatif dan efektif. Beliau juga mengajak peserta untuk terus berkolaborasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran, guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Workshop ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru matematika di Kota Denpasar semakin siap dalam menyongsong tahun pelajaran 2024/2025 dengan modul ajar yang berkualitas dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Kegiatan MGMP Matematika pada hari Jumat, 4 Nopember 2022 dilaksanakan di SMP Negeri 10 Denpasar. Pada kegiatan ini berhasil diputuskan pembagian seksi untuk kegiatan MGMP mulai dari seksi Humas yang di Koordinatori oleh : I Komang Yasa Budayana, S.Pd (SMP Negeri 10 Denpasar); koordinator seksi untuk urusan akademik oleh : Ni Nyoman Dianasari, S.Pd (SMP Taman Rama); dan koordinator seksi urusan Kewirausahaan oleh : Pande Made Nila Noviantini, S.Pd (SMP Negeri 10 Denpasar).
Selain itu pada rapat koordinasi tersebut juga diputuskan kegiatan untuk MGMP Matematika SMP/MTs Kota Denpasar dimulai bulan Desember 2022 yaitu
Lomba Matematika tingkat provinsi Bali perkiraan Semester Genap Th Ajaran 2022
Penyusunan buku lomba matematika
Modul ajar matematika kelas 7
Seri guru berbagi
Kegiatan komunitas akan dilaksanakan mulai bulan Desember dengan mengambil tempat sebagai sekretariat yaitu SMP Cipta Dharma dan juga SMP Negeri 10 Denpasar.
Dari kegiatan Komunitas MGMP Matematika ini diharapkan kegiatan MGMP akan dapat memberikan kontribusi positif untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya melalui pendidikan matematika di tingkat SMP/MTs.
Untuk Surat-Surat, Absensi Rapat, Dokumentasi, Berita Acara dapat di akses pada link berikut
~eka 4 Nopember 2022
Ketua MGMP Matematika SMP/MTs Kota Denpasar
Anggota Komunitas MGMP Matematika SMP/Mts Kota Denpasar
Sekretaris MGMP Matematika SMP/MTs Kota Denpasar
Foto Bersama Komunitas Matematika SMP/MTs Kota Denpasar Oke
Foto Bersama Komunitas Matematika SMP/MTs Kota Denpasar Salam Literasi Numerasi
Foto Bersama Komunitas Matematika SMP/MTs Kota Denpasar Maju Bersama, Tumbuh Bersama
Kegiatan MGMP Matematika SMP/MTs Jumat, 4 Nopember 2022
Orientasi dan Pemaparan Platform Merdeka Untuk Komunitas Matematika
Kegiatan penyusunan bahan ajar kurikulum merdeka ini di laksanakan dengan cara daring, dimana hasil yang diharapkan adalah perangkat ajar digital dan perangkat ajar dalam bentuk link. Link perangkat ajar yang telah disusun selanjutnya akan disematkan pada link site komunitas. Harapanya perangkat digital tersebut dapat digunakan sebagai media sharing praktik baik dari guru matematika sekolah-sekolah yang ada di kota denpasar
Senin, 10 Juli 2023
Rabu, 12 Juli 2023
Sabtu, 15 Juli 2023