Materi Instalasi Jaringan Kabel & Nirkabel
Materi Instalasi Jaringan Kabel & Nirkabel
A. Media Transmisi
Secara garis besar ada dua kategori media transmisi, yakni: guided (terpandu) dan unguided (tidak terpandu).
Media transmisi yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu mentransmisikan besaran-besaran fisik lewat materialnya. Contoh: kabel twisted-pair, kabel coaxial dan serat optik.
Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contohnya adalah gelombang radio, dan infra red.
B. Jaringan Kabel (Wired)
Kabel Coaxial
Kabel koaksial memiliki konduktor tembaga tunggal pada pusatnya.
Lapisan plastik menyediakan insulasi antara konduktor pusat dan jalinan metal di sekelilingnya.
Jalinan metal memblokir berbagai interferensi elektromagnetik dari luar.
Kabel jenis ini juga biasa digunakan untuk antena televisi
Gambar 1. Kabel Coaxial
Jenis Kabel Coaxial :
Thick Coaxial
Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm
Gambar 2. Terminator 50 Ohm
Thin Coaxial
Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
Gambar 3. Thick dan Thin Coaxial Kabel
Gambar 4. Jaringan dengan Thin Coaxial
Twisted Pair
Kabel Twisted Pair merupakan kabel yang terdiri dari kabel yang saling melilit dan warna yang berbeda. Kabel Twisted Pair ini terdiri dari 2 jenis yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Pada kedua jenis Kabel Twisted Pair ini tidak ada perbedaan yang spesifik bedanya kedua kabel ini adalah Shield dan Unshielded. Berikut Penjelasan dari Kabel UTP dan STP :
Gambar 5. Kabel UTP dan STP
Kabel Unshielded Twister Paid (UTP)
Kabel UTP terdiri dari 8 buah kabel halus yang saling melilit menjadi 4 pasang. Ke empat pasang kabel tersebut adalah :
Pasangan kabel warna hijau dengan Putih lease Hijau
Pasangan kabel warna Orange dengan Putih lease Orange
Pasangan kabel warna Biru dengan Putih lease Biru
Pasangan kabel warna coklat dengan Putih lease Coklat
Kategori Kabel UTP
Cat 1 : Digunakan untuk perangkat komunikasi, seperti kabel telephon.
Cat 2 : Kecepatan transfer data mencapai 4 Megabits per second.
Cat 3 : Biasanya digunakan untuk topologi token ring dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.
Cat 4 : Kecepatan transfer data mencapai 16 Mbps
Cat 5 : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps
Cat 5e : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps – 1 Gigabits.
Cat 6 : Kecepatan transfer data hingga 2,5 Gigabit Ethernet dalam jarak 100 Meter atau 10 Gigabits dalam jarak 25 Meter.
Standarisasi Kabel UTP
Pemasangan urutan Kabel UTP umumnya mengikuti aturan standart international yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Untuk urutan EIA/TIA 568A urutan kabel nya adalah sebagai berikut :
Urutan ke 1 : Putih Hijau
Urutan ke 2 : Hijau
Urutan ke 3 : Putih Orange
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Orange
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat
Sedangkan urutan EIA/TIA 568B urutan kabelnya adalah sebagai berikut:
Urutan ke 1 : Putih Orange
Urutan ke 2 : Orange
Urutan ke 3 : Putih Hijau
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Hijau
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat
Tipe Pemasangan Kabel UTP Ada 2 jenis tipe pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 yaitu tipe straight dan tipe cross.
Tipe Straight
Tipe Straight artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA 568B. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke Hub dan PC ke Hub.
Tipe Cross
Pada tipe ini ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA 568A dan ujung yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA 568B dan digunkan untuk menghubungkan PC ke PC, Switch/Hub ke Switch/Hub, dan PC ke Router.
Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel Shielded Twisted Pair (STP) sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada Jaringan LAN. Dari 2 Jenis Kabel Twisted Pair tersebut tidak ada perbedaan lain yang spesifik kecuali Shielded dan Unshielded. Semua Warna Kabel, Kategori Kabel UTP, Standarisasi Kabel, dan Tipe Pemasangan Kabel itu semua sama.
Gambar 6. Koneksi antara NIC dengan Hub/Switch
Gambar 7. Koneksi antara Hub dengan Hub, Switch dengan Switch, dan NIC dengan NIC
Fiber Optik
Kabel fiber optik ini tebuat dari serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Karena terbuat dari kaca, sinyal yang dikirim oleh FO ini berupa cahaya dari sumber ke tujuan. Hal itulah yang membuat kabel fiber optik mampu mentransmisikan data lebih cepat dibandingkan kabel jenis lain. Kecepatannya bisa mencapai 100 Gbps dengan jarak bisa sampai ribuan kilometer. Inilah mengapa banyak ISP dan penyedia layanan internet kabel menggunakan kabel fiber optic untuk memberikan jaringan internet yang cepat.
Gambar 8. Kabel Fiber Optik
Meski begitu, kabel fiber optik juga memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya, harganya yang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis kabel lainnya. Selain itu, proses instalasi yang cukup rumit serta membutuhkan investasi yang besar saat pemasangan.
Bagian-Bagian Kabel Fiber Optik
1. Pelindung kabel (cable jacket) : bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi kabel.
2. Pelindung fiber (strengthening fibers) : menjaga kabel dari benturan keras.
3. Lapisan plastik (coating) : menjaga dari tekukan.
4. Lapisan tipis (cladding) : sebagai pembatas yang memuat gelombang cahaya sehingga data dapat ditransmisikan.
5. Fisik medium utama (core) : sebagai medium transmisi data.
C. Jaringan NIrkabel (Wireless)
Gambar 9. Logo Wi-Fi
Wireless Technology atau Teknologi Nirkabel adalah sebuah teknologi yang bertugas untuk menghubungkan dua perangkat atau lebih sekaligus tanpa perlu menggunakan kabel. Tentunya teknologi tersebut dapat membuat seluruh pihak menjadi lebih mudah untuk saling terhubung kapanpun dan dimanapun tempat mereka berada. Fungsi dari Wireless Technology itu sendiri adalah untuk membuat proses berbagi data menjadi lebih mudah dan praktis atau lebih efisien lagi.
Sebenarnya, untuk contoh penggunaan teknologi nirkabel ini sudah banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan, Microphone, Speaker, Bluetooth, kemudian Siaran Radio, bahkan Satelit, dan tentunya masih banyak yang lainnya. Wireless Technology ini dapat berjalan dengan sempurna karena sudah diberikan inovasi dan improvisasi dengan cara menghubungkannya dengan jaringan internet WIFI/WLAN.
Wireless Technology juga mempunyai banyak jenis jaringan nirkabel, seperti :
1. Wireless Personal Area Network (WPAN)
2. Wireless Local Area Network (WLAN)
2. Wireless Wide Area Network (WWAN)
3. Wireless Metropolitan Area Network (WMAN)
Wireless Technology juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan, seperti :
Keunggulan Wireless Technology :
Tidak memerlukan kabel
Mempunyai variasi jangkauan yang luas
Memiliki kecepatan transfer data yang stabil dan konsisten
Dapat diakses pada berbagai banyak perangkat
Kelemahan Wireless Technology :
Harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak (mahal)
Kondisi cuaca yang buruk dapat menghalangi kelancaran koneksi jaringan
Sistem keamanan data yang memungkinkan masih kurang penjagaan yang ketat
Komponen Wireless LAN
Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal frekuensi radio. Satu AP dapat melayani sejumlah user sampai 30 user. Karena dengan semakin banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user juga akan semakin berkurang.
Extension Point
Untuk mengatasi berbagai problem khusus dalam topologi jaringan, designer dapat menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension point hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh. Syarat agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu setting channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set Identifier) yang digunakan juga harus sama. Dalam praktek di lapangan biasanya untuk aplikasi extension point hendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang sama.
Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara. Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah tertentu
Gambar 10. Perbandingan Wired LAN vs Wireless LAN