SENI TERAPAN TEMPAT BUAH
MATERI AJAR, ALAT DAN BAHAN
1. Materi Seni Terapan
2. Bahan dan alat seni terapan
3. Funsi/kegunaan seni terapan
4. Benda benda seni terapan
Seni kriya adalah seni yang dihasilkan menggunakan tangan, melalui berbagai media seni. Karya seni kriya dapat dikategorikan sebagai karya seni rupa. Istilah seni kriya berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kata "krya" berarti mengerjakan. Kata tersebut kemudian berkembang menjadi karya, kriya, dan kerja.
Dalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia kata kriya memiliki makna pekerjaan atau kerajinan tangan. Dalam bahasa Inggris, Kriya memiliki arti craft. Yang mana craft jika dijabarkan lebih lebar lagi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan keterampilan untuk membuat sesuatu dengan tangan atau handmade.
fUNGSI SENI KRIYA
Fungsi yang pertama dari hasil produk karya seni ini adalah bisa dijadikan sebagai hiasan.
Fungsi selanjutnya adalah sebagai benda terapan atau applied art lebih banyak mengutamakan fungsi praktis kegunaannya.
difungsikan sebagai objek mainan. produk mainan karya seni kriya bisa dijual dengan harga yang lebih terjangkau. contoh produk karya seni kriya sebagai fungsi benda mainan adalah kipas tangan, congklak, boneka dan beberapa benda lainnya.
sebagai media seni murni kontemporer
Langkah Berkarya Seni Terapan
1. Membuat Konsep Ide
siswa mengamati tayangan power poin tentang urutan kerja pembuatan seni terapan dengan benar, lalu siswa membuat konsep ide dan tema apa yang mau diangkat sesuai dengan isu yang berkembang/kekinian di masyarakat.
2. Membuat Desain
Siswa membuat gambar desain (skets) sebagai karya awal seni yang akan dibuatnya,
pembuatan skets ini dilakukan untuk memberikan gambaran perencanaan/planning
untuk mempermudah langkah dalam pembuatan karya seni terapan berikutnya
dengan sasaran sesuai perkembangan isu.
3. Membuat Seni Terapan
Siswa melakukan proses pembuatan karya seni terapan setelah melakukan kegiatan
penentuan konsep ide, tema, dan desain melalui inspirasi gambar dari berbagai media kebutuhan yang berkembang (yang sesuai dengan tuntutan jaman) proses berkarya seni terapan sesuai dengan
proses sebelumnya.
Melanjutkan proses berkarya seni terapan.
Semua siswa melanjutkan proses berkarya sesuai dengan langkah dalam pembelajaran
sebelumnya.Catatan : Jika terdapat siwa ABK, maka proses bimbingannya lebih intensif dan
dilakukan pendekatan khusus (humanistik/kemanusiaan) sesuai dengan jenis hambatan yang dimiliki siswa ABK
2. Mengkomunikasikan Karya
Semua siswa mengkomunikasikan karya seninya terhadap guru pendamping dan mendiskusikannya jika terjadi kendala/masalah secara teknis, maka guru pendamping dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas fungsi dan bentuk karya seni siswa.
3. Finishing Karya
Dalam kegiatan finishing biasanya dilakukan tahap pengerjaan yang lebih detail dan cermat. Kegiatan finishing mempertimbangkan kehalusan, kerapihan dan kebersihan karya seni terapan yang akan di tampilkan.
Keranjang buah bahan dari bambu yang di belah belah tipis
Tempat buah dari anyaman rotan