1. Peristiwa (What happened?): Dalam proses implementasi pembelajaran sosial emosional, saya mendesain dan mengimplementasikan serangkaian kegiatan kelas yang menekankan pemahaman empati dan keterampilan sosial. Saya memasukkan permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
2. Perasaan (How did you feel?): Saya merasa antusias dan optimis saat merancang dan melaksanakan kegiatan tersebut. Pada awalnya, saya merasa sedikit khawatir tentang bagaimana siswa akan merespons, tetapi semangat dan keterlibatan mereka selama kegiatan membuat saya merasa senang dan bangga.
3. Pembelajaran (What did you learn?): Proses ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang seberapa pentingnya pembelajaran sosial emosional dalam pengembangan siswa. Saya menyadari bahwa kegiatan yang dirancang dengan baik dapat merangsang empati, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan membangun hubungan positif di kelas. Selain itu, saya belajar bahwa mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dapat meningkatkan iklim kelas secara keseluruhan.
4. Pembelajaran (What feedback did you receive?): Umpan balik dari siswa sangat positif. Mereka merasa bahwa kegiatan tersebut memberikan mereka peluang untuk lebih memahami perasaan dan pandangan teman-teman mereka. Beberapa siswa bahkan menyampaikan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk bekerja sama setelah kegiatan tersebut. Saya juga mendapatkan umpan balik dari rekan sejawat yang menilai bahwa inisiatif ini berdampak positif pada suasana kelas.
5. Penerapan (What will you do next?): Untuk meningkatkan dampak lebih luas, saya berencana untuk berbagi pengalaman ini dengan rekan-rekan guru lainnya di sekolah dan mungkin mengadakan lokakarya kecil tentang implementasi pembelajaran sosial emosional. Selain itu, saya ingin terus mengidentifikasi dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengintegrasikan aspek sosial emosional dalam setiap aspek pembelajaran di kelas.