Sejarah & Dasar Cake
Sejarah & Dasar Cake
Berbicara mengenai sejarah kue maka kita akan melihatnya kembali ke masa lalu dimana kue yang pertama dibuat sungguh sangat berbeda dengan kue yang saat ini kita konsumsi. Pada jaman itu, bentuk kue lebih banyak serupa dengan roti dan rasa manisnya menggunakan madu. Berdasarkan pernyataan Ahli Sejarah Makanan, peradaban Mesir kuno merupakan peradaban pertama yang menunjukkan bukti penggunaan teknologi pemanggangan. Kamus Oxford English Dictionary menunjukkan penuturan bahwa istilah cake pada bahasa Inggris merujuk kepada abad 13 Masehi. Istilah tersebut merupakan turunan dari kata “kaka”, yang merupakan bahasa Norse Kuno (Old Norse). Warga Eropa pada abad pertengahan lebih sering membuat fruitcakes dan gingerbread. Makanan-makanan ini dapat bertahanan hingga berbulan-bulan.
Berdasarkan Ahli Sejarah Makanan, bentuk awal dari kue modern (berbentuk bulat dengan icing/frosting) adalah kue panggangan pertama di Eropa sekitar pertengahan abad ke-17. Hal ini utamanya terjadi karena majunya teknologi pemanggangan seperti oven yang lebih mudah dioperasikan, mulai diproduksinya loyang makanan serta ketersediaan bahan kue itu sendiri termasuk gula. Pada masa itu sedang populer untuk menggunakan loyang kue bulat dengan meletakkannya pada alas pemanggang yang datar ketika akan dipanggang. Alas tersebut dapat terbuat dari metal, kayu atau kertas. Sebagian dapat diatur kebutuhan sesuai bentuknya. Wajan kue pun pada masa itu terkadang sudah mulai digunakan. Pada masa itu, icing/frosting pada cake menggunakan bahan dari paduan gula, putih telur dan terkadang penambahan rasa (flavoring). Icing ini dituang di atas kue pada masa itu kemudian kue tersebut kembali dimasukkan ke dalam oven sejenak. Ketika melepaskan icing segera bekukan untuk menciptakan bentuk yang keras dan glossy. Banyak kue yang dibuat pada saat ini masih mengandung buah yang dikeringkan seperti raisins, currants dan citrons.
Hal itu tidak berlangsung lama ketika pada pertengahan abad ke-19 kue modern (dibuat dengan tepung putih halus ekstra dan baking powder, bukan ragi), sebagaimana yang kita ketahui saat ini, hadir dan dikenal luas. Buku terbitan The Cassell yang berjudul New Universal Cookery Book [London, 1894] mengandung resep untuk kue lapis Amerika. Keberadaan butter cream frosting (menggunakan mentega, cream, gula dan flavoring) mulai menggantikan boiled icing tradisional pada dekade pertama abad ke-20. Di Perancis, Antonin Careme [1784-1833] diakui sebagai Chef ternama yang paling bersejarah untuk modern pastry/cake.
Perbedaan istilah Cake, Gateaux dan Torte
Gateaux adalah istilah Perancis untuk kue. Dimana umumnya untuk menandakan kue yang dibuat menggunakan bahan-bahan halus yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi begitu selesai dibuat. Selain itu bedanya, kue juga dapat bertahan lebih lama dan sebagian kue bahkan dapat bertahan sangat lama (fruit cake). Torte adalah istilah Jerman untuk kue dengan pengertian yang kurang lebih serupa. Ketika Torte terdiri dari beberapa lapisan dan memiliki dekorasi yang menarik, mereka lebih dekat kepada Gateaux kecuali fakta dimana Torte dapat bertahan hingga beberapa hari adalah menjadi satu-satunya pembeda antara Torte dengan Gateaux.
Pengertian cake
Cake adalah makanan berupa kue yang dibuat dari adonan linquid dengan bahan dasar tepung terigu, telur, gula, dan margarine. Makanan ini biasanya disajikan sebagai dessert karena rasanya yang manis, selain sebagai dessert cake dapat disajikan sebagai kudapan ataupun makanan pengiring minum teh. Teknik pembuatan cake ini pada dasarnya adalah dengan cara dioven, namun dengan berkembangnya ide dan kreatifitas maka pembuatan cake ini ada yang dikukus seperti brownies kukus dan bolu kukus.
Metode pembuatan cake
Batter type cake (Pound cake)
Metode ini digunakan dengan mengaduk mentega, gula, dan telur hingga mengembang kemudian ditambahkan tepung terigu yang diayak.
Foam type cake (sponge cake)
Metode ini digunakan dengan mengaduk telur baik putihnya saja maupun penuh dan gula hingga mengembang kemudian ditambahkan mentega cair dan tepung terigu yang diayak.
Gabungan batter cake dan foam cake (Chiffon cake)
Metode ini digunakan dengan menggabungkan metode batter dan foam cake yaitu dengan mengaduk mentega dan gula hingga berwarna putih agak mengembang kemudian ditambahkan putih telur yang dikocok kaku dan tepung terigu yang diayak.
Bahan pembuatan cake
Tepung Terigu
Tepung yang digunakan dalam pembuatan cake adalah tepung terigu yang memiliki kandungan protein rendah di bawah 9 %. Apabila menggunakan tepung terigu dengan protein tingggi dikhawatirkan mengganggu proses pengembangan cake, karena pada dasarnya tepung terigu berfungsi membentuk kerangka cake
Lemak
Lemak yang digunakan dalam pembuatan cake bisa berasal dari nabati seperti margararine maupun hewani seperti mentega. Fungsi lemak adalah memberikan efek lemak yaitu mengkilat, creaming, dan emulsi pada adonan cake.
Gula
Fungsi dasar gula adalah sebagai pemanis atau pemberi rasa manis pada cake. Gula ini dapat melembutkan gluten yang ada pada tepung sehinggga menghasilkan cake yang baik. Selain itu dengan kemampuan gula berkaramelisasi maka gula juga berfungsi membentuk warna kerak pada cake.
Telur
Telur berfungsi sebagai bahan pengempuk, pelembab, pengembang, pembentuk warna, dan perbaikan rasa dari cake yang dihasilkan, selain itu telur akan menambah nilai gizi dari cake itu sendiri. Telur merupakan bahan utama cake yang sangat rentan rusak. Dalam pembuatan cake diperlukan telur yang segar, sehingga cake yang dihasilkan adalah cake yang sempurna.
Susu
Peran utama susu dalam pembuatan cake adalah sebagai penambah rasa dan menambah nilai gizi dari cake. Susu yang digunakan mempunyai kemampuan menyerap cairan sehingga membuat remah cake halus.
Garam
Garam yang digunakan dalam pembuatan cake pada dasarnya sebagai penambah rasa gurih dan membangkitkan rasa bahan-bahan lainnya. Garam yang digunakan juga akan menghindarkan bakteri lain yang mungkin tumbuh sehingga menambah daya simpan cake.
Baking powder
Baking powder adalah sejenis soda yang memiliki kemampuan melepaskan gas saat diaduk di dalam bahan lainya. Kemampuan dalam melepaskan gas ini dimanfaatkan dalam pembuatan cake sehingga kerangka cake menjadi mengembang. Penggunaan baking powder yang berlebih akan membentuk rasa pahit pada cake. Penggunaan baking powder yang tepat adalah 1-2 % dari berat tepung terigu yang digunakan.
Emulsifier
Emulsifier adalah suatu bahan yang berfungsi menyatukan lemak dan air sehingga homogen. Dalam pembuatan cake menggunakan bahan yang terdiri dari lemak dan cairan sehingga memerlukan emulsifier untuk menyatukan semua bahan.
Dengan adanya emulsifier ini diharapkan adonan mengembang semaksimal mungkin dan membentuk kerangka cake yang sempurna.
Air
Air yang digunakan dalam pembuatan cake berasal dari susu yang digunakan maupun air yang tersendiri. Fungsi air dalam pembuatan cake adalah sebagai pelarut bahan lain yang digunakan.