Tujuan Pembelajaran:
Siswa memahami konsep dasar animasi frame by frame.
Siswa mengenal perangkat lunak yang digunakan untuk membuat animasi frame by frame.
Materi:
Pengertian animasi frame by frame.
Sejarah singkat animasi.
Perangkat lunak untuk animasi frame by frame (Adobe Animate).
Sejarah Singkat Animasi
Animasi adalah seni membuat gambar bergerak dengan cara menampilkan serangkaian gambar statis secara berurutan dengan cepat. Sejarah animasi mencakup perkembangan teknologi dan teknik dari zaman kuno hingga era digital modern. Berikut adalah gambaran singkat tentang perjalanan animasi dari masa ke masa:
Zaman Pra-Sejarah hingga Abad ke-19
Masa Pra-Sejarah: Bukti awal konsep animasi dapat ditemukan dalam lukisan gua yang menunjukkan hewan dengan beberapa kaki dalam posisi yang berbeda, yang mungkin dimaksudkan untuk menggambarkan gerakan.
180 AD: Zoetrop ditemukan di China, merupakan salah satu perangkat animasi pertama. Zoetrop adalah drum berputar dengan gambar di bagian dalam yang tampak bergerak ketika dilihat melalui celah.
1824: Thaumatrope diperkenalkan oleh John Ayrton Paris. Ini adalah disk dengan gambar di kedua sisinya yang tampak menyatu ketika diputar.
1834: Phenakistoscope ditemukan oleh Joseph Plateau dan Simon Stampfer. Ini adalah cakram berputar dengan gambar berurutan yang menciptakan ilusi gerakan.
1868: Flip Book atau Kineograph ditemukan oleh John Barnes Linnett. Buku ini terdiri dari serangkaian gambar yang berubah secara bertahap, yang menciptakan ilusi gerakan ketika halaman-halamannya dibolak-balik dengan cepat.
Abad ke-20: Era Film dan Televisi
1906: "Humorous Phases of Funny Faces" oleh J. Stuart Blackton adalah salah satu film animasi pertama yang menggunakan gambar tangan untuk menciptakan animasi. Film ini dianggap sebagai film animasi pertama yang diproyeksikan di bioskop.
1914: Gertie the Dinosaur oleh Winsor McCay adalah salah satu film animasi pertama yang menampilkan karakter animasi dengan kepribadian dan ekspresi yang kompleks.
1928: "Steamboat Willie" oleh Walt Disney memperkenalkan Mickey Mouse dan merupakan film animasi pertama dengan suara yang disinkronkan. Ini menandai awal dari era baru dalam animasi.
1937: "Snow White and the Seven Dwarfs" oleh Walt Disney adalah film animasi panjang pertama yang sukses secara komersial. Film ini menetapkan standar baru untuk animasi dan mendorong perkembangan teknologi animasi.
1940-an - 1950-an: Era keemasan animasi dengan munculnya studio animasi besar seperti Warner Bros. (dengan karakter seperti Bugs Bunny dan Daffy Duck) dan Hanna-Barbera (dengan karakter seperti The Flintstones dan Scooby-Doo).
Era Modern: Teknologi Digital dan CGI
1980-an: Teknologi komputer mulai digunakan dalam animasi. Film seperti "Tron" (1982) oleh Disney menggunakan animasi komputer untuk pertama kalinya dalam film fitur.
1995: "Toy Story" oleh Pixar adalah film panjang pertama yang sepenuhnya dianimasikan dengan komputer. Kesuksesan film ini membuka jalan bagi animasi CGI (Computer-Generated Imagery) dalam industri film.
2000-an - Sekarang: Teknologi animasi terus berkembang dengan penggunaan CGI yang semakin canggih. Studio animasi seperti Pixar, DreamWorks, dan Disney terus menghasilkan film animasi berkualitas tinggi. Selain itu, teknik animasi stop motion juga mengalami kebangkitan dengan film-film seperti "Coraline" (2009) dan "Kubo and the Two Strings" (2016).
Animasi di Internet dan TV: Dengan munculnya platform seperti YouTube, animasi menjadi lebih mudah diakses dan lebih banyak orang dapat membuat dan membagikan karya animasi mereka. Serial animasi untuk TV dan platform streaming juga mengalami perkembangan pesat dengan berbagai gaya dan teknik animasi.
Sejarah animasi mencerminkan evolusi teknologi dan kreativitas manusia dalam menghidupkan gambar. Dari perangkat sederhana hingga teknologi digital canggih, animasi terus berkembang dan menjadi bagian integral dari hiburan dan komunikasi visual.
Pengertian Animasi Frame by Frame
Animasi Frame by Frame adalah teknik animasi di mana setiap frame (bingkai) digambar secara individual untuk menciptakan ilusi gerakan. Dalam metode ini, setiap perubahan kecil dalam posisi atau bentuk objek digambar pada frame yang berbeda, sehingga ketika frame-frame tersebut ditampilkan secara berurutan dengan cepat, objek tampak bergerak dengan lancar.
Konsep Dasar Animasi Frame by Frame:
Frame: Gambar individu yang merupakan bagian dari serangkaian gambar yang digunakan untuk menciptakan animasi. Setiap frame menampilkan sedikit perubahan dari frame sebelumnya.
Keyframe: Frame kunci yang menunjukkan posisi utama atau kondisi utama dari objek animasi. Keyframe biasanya digunakan untuk menentukan awal dan akhir dari suatu gerakan atau perubahan bentuk.
In-betweening: Proses menggambar frame-frame di antara keyframe untuk menciptakan transisi yang halus dari satu keyframe ke keyframe berikutnya. Ini dikenal juga sebagai "tweening".
Langkah-Langkah Membuat Animasi Frame by Frame:
Perencanaan:
Buat storyboard untuk merencanakan alur cerita dan gerakan.
Buat sketsa awal karakter atau objek yang akan dianimasikan.
Membuat Keyframe:
Gambarlah keyframe yang menunjukkan posisi utama atau perubahan utama dalam animasi.
Menambahkan Frame di Antara Keyframe (In-betweening):
Gambarlah frame-frame di antara keyframe untuk menciptakan gerakan yang halus.
Menyetel Kecepatan Animasi:
Atur jumlah frame per detik (fps) untuk menentukan kecepatan animasi. Semakin banyak frame per detik, semakin halus gerakan animasi.
Menambahkan Detail dan Pewarnaan:
Tambahkan detail tambahan dan pewarnaan pada setiap frame jika diperlukan.
Menyelesaikan dan Mengekspor Animasi:
Simpan dan ekspor animasi ke format video atau GIF sesuai kebutuhan.
Keunggulan Animasi Frame by Frame:
Kontrol Penuh: Animator memiliki kontrol penuh atas setiap detail gerakan dan ekspresi karakter.
Fleksibilitas: Dapat digunakan untuk menciptakan berbagai jenis animasi, dari yang sederhana hingga kompleks.
Tantangan Animasi Frame by Frame:
Waktu dan Usaha: Membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan karena setiap frame harus digambar secara individual.
Konsistensi: Memastikan konsistensi dalam bentuk dan gerakan karakter di setiap frame bisa menjadi tantangan tersendiri.
Contoh Penggunaan Animasi Frame by Frame:
Film Animasi Tradisional: Seperti karya-karya dari Walt Disney, di mana setiap frame digambar tangan.
Animasi Stop Motion: Seperti film "Wallace and Gromit" atau "Coraline", di mana setiap pose boneka atau objek difoto secara individual untuk menciptakan gerakan.
Animasi frame by frame adalah dasar dari banyak teknik animasi modern dan tetap menjadi metode yang penting dan dihargai dalam industri animasi. Dengan memahami dan menguasai teknik ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan animasi berkualitas tinggi.
Pertemuan 1 sampai dengan pertemuan ke 5