Pembelajaran Bahasa Jawa
Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan mata pelajaran Muatan Lokal dalam Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi kebahasaan, sastra, dan budaya dalam konteks bidang keahlian dan kehidupan nyata, melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning).
Tujuan & Fokus Pembelajaran Bahasa Jawa
Tujuan utama Pembelajaran Bahasa Jawa di SMK meliputi:
Literasi Budaya dan Kebahasaan: Siswa mampu memahami teks lisan dan tulis, menjelaskan fenomena budaya dan sosial secara kritis, serta menggunakan Bahasa Jawa yang santun (ngapurancang) untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai konteks.
Pemecahan Masalah Komunikasi Nyata: Mampu menyelesaikan permasalahan komunikasi di lingkungan kerja dan masyarakat (misalnya: pelayanan prima/ service excellence dengan tata krama), dengan menerapkan unggah-ungguh basa yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital.
Pengembangan Hard Skill dan Soft Skill: Membangun dasar-dasar keterampilan berbahasa (hard skill) seperti pranatacara, menulis aksara Jawa, atau seni peran, serta keterampilan karakter (soft skill) seperti etika (tata krama), empati (tepa slira), kolaborasi, dan kepercayaan diri yang relevan dengan dunia industri.
Pola Pikir Berkelanjutan (Pelestarian): Menumbuhkan kepedulian, rasa bangga, dan tanggung jawab untuk melestarikan (nguri-uri) budaya Jawa sebagai identitas diri di tengah arus globalisasi.
Bidang Kajian / Elemen Pembelajaran Bahasa Jawa di SMK
Pembelajaran Bahasa Jawa mencakup integrasi dari 4 elemen utama yang dikontekstualisasikan dengan dunia kerja, yaitu:
Menyimak (Nyemak): Kemampuan memahami informasi dari paparan lisan tentang budaya kerja, instruksi kerja, atau karya sastra (geguritan/tembang) dengan kritis dan reflektif.
Membaca dan Memirsa (Maca): Kemampuan memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dari teks sastra (novel, cerita wayang) maupun teks non-sastra (artikel budaya, wewaler, teks eksposisi adat) serta aksara Jawa secara visual dan kontekstual.
Berbicara dan Mempresentasikan (Wicara): Kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan dengan santun menggunakan unggah-ungguh basa (krama inggil) yang sesuai untuk kebutuhan industri (seperti MC/Pranatacara, negosiasi, atau pelayanan pelanggan) maupun ekspresi seni.
Menulis (Nulis): Kemampuan menghasilkan karya tulis, baik berupa sastra, teks informatif, maupun alih aksara (Latin ke Jawa dan sebaliknya) menggunakan media konvensional maupun digital (keyboard aksara Jawa) untuk tujuan dokumentasi dan publikasi.