Modul 2 : Pembelajaran untuk memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
Modul 2 : Pembelajaran untuk memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
Kegiatan Kolaborasi Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
Kegiatan Elaborasi Modul 2.1 Bersama Instruktur Bapak Dr. Kusnohadi, M.Pd
Kegiatan Kolaborasi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Kegiatan Elaborasi Modul 2.2 Bersama Instruktur Ibu Monika Irayati
Ruang Kolaborasi CGP Bersama Fasilitator Bapak H. Ermanto
Elaborasi Bersama Instruktur Bapak Lukman Fajar Purwoko,M.T, CEC
KONEkSI ANTAR MATERI MODUL 2.3
KESIMPULAN DAN REFLEKSI
ACIM – SMKN 1 CIKARANG SELATAN
Setelah mempelajari materi modul 2.3 yaitu coaching untuk supervisi akademik maka saya semakin memahami peran saya sebagai guru yang memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid sehingga saya berusaha melaksanakan coaching dengan rekan sejawat untuk merefleksikan apa yang sudah saya pelajari dan disharing kepada rekan sejawat di SMKN 1 Cikarang Selatan.
Coaching didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatanatas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadidari coachee (Grant, 1999).
Proses coaching saya laksanakan sesame guru yang mengajar pada program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, melalui kegiatan ini saya berharap para guru dapat menemukan solusi dari berbagai masalah kegiatan belajar mengajar yang secara umum masalah itu ada pada materi pembelajaran, siswa, metode pembelajraran, fasilitas pembelajaran dan sarana prasarana pembelajaran.
Melalui coaching ini saya berusaha menuntun coachee dalam mengeksplorasi berbagai permasalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntun kearah solusi yang dapat ditemukan dan dilaksanakan oleh coachee.
Kompetensi melakukan coaching ini sangat bermanfaat dalam melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi. Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru berusaha memfasilitasi kegiatan pembelajaran semua murid yang memiliki kebutuhan belajar yang berbeda, perbedaaan ini menyebabkan guru harus memiliki kemampuan komunikasi dan mengeksplorasi kebutuhan belajar murid sehingga semua murid dapat mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan gembira.
Selain itu kompetensi coaching ini juga sangat bermanfaat dalam menumbuhkan kompetensi social emosional siswa yaitu :
1. Melalui coaching siswa dituntun untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam memahami perasaan, emosi, dan nilai- nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan (Memiliki Kesadaran diri)
2. menuntun siswa dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi (Kompetensi Manajemen Diri)
3. menuntun siswa untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbedabeda (Kompetensi Kosadaran Sosial)
4. menuntun siswa untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif. (Keterampilan Berelasi)
5. menuntun siswa untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi daribermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok. (Kompetensi Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab)