Memiliki kesempatan menimba ilmu disini merupakan suatu kesempatan yang luar biasa, yang diberikan oleh Allah kepada saya.
bagaimana tidak, sekolah disana sama sekali tidak pernah ada dalam pikiran saya sama sekali, berada dilingkungan yang menurut saya, saya tidak akan mampu.
30% matematika, 30% Fisika, 20% bahasa inggris dan selebihnya matakuliah dasar.
"JIKA SUDAH TERBIASA DENGAN BADAI, KENAPA HARUS TERPURUK HANYAΒ KARENA GERIMIS"
saya masih ingat bagaimana saya benar-benar dididik di sana. tidak ada kata ampun, hehhehe ibaratnya, kami disiapkan sesiap mungkin dengan tantangan terbesar kami. sehingga... kelak saat kami sudah selesai menjalani pendidikan kami disana,kami dapat dengan mudah menyelesaikan tantangan yang tentunya kami sudah terlatih menghadapi sesuatu yang tidak mudah.
Setelah sadar akan panggilan jiwa dan menyadari makna dalam setiap harapan yang ada, sebuah gambaran akan banyaknya puzzel yang tersusun meski belum sempurna mengantarkan langkah saya untuk menentukan UNESA adalah tempat semedi sementara saya dalam membangun sebuah pemahaman, kesadara, dan menyelami dunia pendidikan.
bertemu dengan manusia-manusia pembelajar yang luar biasa, guru besar yang sudah memiliki banyak sekali menimba di lautan ilmu pendidikan banyak membuka mata saya tentang bagaimana sebenarnya dunia pendidikan.
dari bagaimana sebuah rencana pembelajaran, menyusun setiap kegiatan yang berpusat pada peserta didik, menulis sebuah evaluasi yang ideal, membuat sebuah inovasi dan berbagai jurnal ilmiah tentunya.
meski hanya dua tahun kesempatan saya belajar disini, hanya untuk menimba ilmu tentang pendidikan setelah saya menyelesaikan studi murni di ITS. namun perjalanan dan perjuangan yang luar biasa saya di UNESA tidak akan pernah terlupa dan sia-sia.