Pemahaman IPA : Peserta didik memahami sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; energi alternatif dan pemanfaatannya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi. Peserta didik menerapkan pemahaman IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim.
Ketrampilan Proses :
Mengamati
Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki.
Mempertanyakan dan Memprediksi
Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi.
Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Peserta didik merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah.
Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Peserta didik menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat berdasarkan data penyelidikan dengan menggunakan referensi rujukan yang sesuai, serta menyimpulkan hasil penyelidikan.
Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan.
Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan hasilpenyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang denganargumen ilmiah berdasarkanreferensi sesuai kontekspenyelidikan.
Semester 2
Pernahkah kamu memperhatikan ayunan di taman bermain yang bergerak bolak-balik secara teratur? Atau senar gitar yang dipetik lalu bergetar menghasilkan bunyi? Fenomena-fenomena tersebut menunjukkan adanya getaran, yaitu gerak bolak-balik suatu benda melalui titik keseimbangan.
Getaran tidak hanya terjadi pada benda padat. Ketika sebuah batu dijatuhkan ke permukaan air, tampak riak air yang merambat menjauhi titik jatuhnya batu. Riak tersebut merupakan contoh gelombang, yaitu perambatan getaran dari satu tempat ke tempat lain tanpa memindahkan materi secara keseluruhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, gelombang memiliki peranan yang sangat penting. Gelombang bunyi memungkinkan kita mendengar percakapan dan musik, gelombang cahaya memungkinkan kita melihat benda di sekitar, dan gelombang laut membawa energi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Bahkan teknologi modern seperti telepon seluler dan internet bekerja berdasarkan prinsip gelombang elektromagnetik.
Pernahkah kamu memegang sendok logam yang diletakkan di dalam air panas, lalu beberapa saat kemudian ujung sendok terasa panas? Atau mengapa es batu yang dibiarkan di meja lama-kelamaan mencair? Peristiwa-peristiwa sederhana tersebut berkaitan erat dengan konsep suhu dan kalor.
Suhu menyatakan tingkat panas atau dingin suatu benda dan berkaitan dengan energi kinetik rata-rata partikel penyusunnya. Benda yang bersuhu tinggi memiliki partikel-partikel yang bergerak lebih cepat dibandingkan benda bersuhu rendah. Untuk menyatakan suhu secara kuantitatif, digunakan alat ukur berupa termometer dengan berbagai skala, seperti Celsius, Kelvin, dan Fahrenheit.
Sementara itu, kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Kalor selalu mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah hingga tercapai kesetimbangan termal. Proses perpindahan kalor dapat terjadi melalui konduksi, konveksi, dan radiasi, yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat memasak, menjemur pakaian, atau merasakan panas Matahari.
Pemahaman tentang suhu dan kalor sangat penting karena berkaitan langsung dengan berbagai fenomena alam dan teknologi. Prinsip kalor dimanfaatkan dalam mesin pendingin, mesin kalor, termos, dan sistem pemanas, serta menjadi dasar untuk memahami termodinamika yang banyak digunakan dalam bidang teknik dan industri.
GALERY