Search this site
Embedded Files
Jurnal CGP M. ILYAS ANGKATAN 9
  • Home
  • MODUL 1
    • MODUL 1.1
    • MODUL 1.2
    • MODUL 1.3
    • MODUL 1.4
  • MODUL 2
    • MODUL 2.1
    • MODUL 2.2
    • MODUL 2.3
  • MODUL 3
    • MODUL 3.1
    • MODUL 3.2
    • MODUL 3.3
  • JURNAL
    • MODUL 1-3
  • PL-PL6
    • DOKUMENTASI PENDAMPINGAN
  • LOKAKARYA
    • LOKAKARYA 1-7
Jurnal CGP M. ILYAS ANGKATAN 9
  • Home
  • MODUL 1
    • MODUL 1.1
    • MODUL 1.2
    • MODUL 1.3
    • MODUL 1.4
  • MODUL 2
    • MODUL 2.1
    • MODUL 2.2
    • MODUL 2.3
  • MODUL 3
    • MODUL 3.1
    • MODUL 3.2
    • MODUL 3.3
  • JURNAL
    • MODUL 1-3
  • PL-PL6
    • DOKUMENTASI PENDAMPINGAN
  • LOKAKARYA
    • LOKAKARYA 1-7
  • More
    • Home
    • MODUL 1
      • MODUL 1.1
      • MODUL 1.2
      • MODUL 1.3
      • MODUL 1.4
    • MODUL 2
      • MODUL 2.1
      • MODUL 2.2
      • MODUL 2.3
    • MODUL 3
      • MODUL 3.1
      • MODUL 3.2
      • MODUL 3.3
    • JURNAL
      • MODUL 1-3
    • PL-PL6
      • DOKUMENTASI PENDAMPINGAN
    • LOKAKARYA
      • LOKAKARYA 1-7

2.2.a.5.2. Unggah Tugas Ruang Kolaborasi - Modul 2.2

Penugasan

Ide Implementasi PembelajaranSosial dan Emosional untuk Murid fix.pdf

2.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 2.2

Penugasan

2.2 A.6 DEMOSNTRASI KONTEKSTUAL M. ILYAS.pdf

2.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.2

koneksi antar materi

  • sebagai guru sangat perlu untuk mempelajari materi tentang pembelajran sosial meosional agar dapat memahami, menhayati dan mengelola emosi(kesadaran Diri) menetapkandan mencap[ai tujuan positif(pengelolaan diri), merasakan dan menunjukkan empati kepada orang blain(kesadarn sosial) membangundan mempertahankan hubungan yang positif (keteampilan berelasi) dan membuat keputusan yang bertanggun jawab. hal tersebut sesuai dengan 5 kompetensi sosial emosional yang harus dimiliki.

  • Guru sebagai pemimpin pembelajran harus bisa menerapkan ke 5 kompetensi sosial dan emosional tersebut agar dapat mewujudkan pembelajaran yang nyaman,menyenangkan bagi murid sehingga menciptakan karakter murid yang berbudi pekerti luhur sehingga akan terjadi perubahan positif pada murid, baik secara pengetahuan terlebih sikap.

  • pembelajaran sosial emosional lebih menitik beratkan pada pencapaian nilai-nilai budi pekerti yang dapat melatih anak untuk memiliki kesadaran diri sesuai dengan filosofi KHD.

  • pembelajran sosial dan emosional merupakan pembelajran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah, untuk mewujudkan pembelajaran sosial emosional maka seorang guru penggerak harus dapat menjadi pemimpin pembelajran yang dapat membuat linbgkungan sekolah yang aman,nyaman, menyenangkan namun tetap menantang dan yang penting harus relevan dengan murid./

  • pembelajran sosial emosional dapat terwujud jika seorang guru penggerak memiliki visi yang dapat menciptakan perubahan budaya positif sehingga dapat mengahasilkan murid yang berkarakter serta berahlak.

  • pembelajran sosial emosional sangat erat kaitannya dengan pembelajran berdiferensiasi karena satu sama l;ain menekankan pada kebutuhan belajra murid yang harus dipenuhi agar menghasilkan murid yang bertanggun jawab

  • seluruh modul ini saling terkait demi mewujudkan pembelajran yang berpihak pada murid sesuai profil pelajar pancasila.

# sebelum mempelajari modul ini saya berfikir bahwa pembelajaran hanya bertujuan untuk merubah pengetahuan dan keterampilan murid saja sehingga kadang pembelajran ini hanya berfokus pada nilai murid. setelah modul ini ternyata dengan belajar dapat merubah karakter serta psikologis anak sehingga murid dapat memiliki kesadaran diri,manajemen diri,kesadaran berelasi,serta bertanggun jawab.

# Tiga hal mendasar yang penting saya pelajari yaitu :

1. menerapkan 5 kompetensi sosial emosional

2. menerapkan praktik kesadran penuh (mindfulness)

3. menerapkan pengajaran yang eksplisi serta penguatan KSE pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.

# Perubahan yang akan saya lakukan di kelas dan sekolah yaitu :

1. perubahan bagi murid

- memberikan pengajaran eksplisit dalam kegiatan ekstrakurikuler.

- menciptakan iklim kelas yang menyenangkan serta melakukan integrasi dalam praktek mengajar guru seperti menghadirkan murid seutuhnya dalam proses belajar mengajar.

2. perubahan bagi rekan sejawat

- yaitu melalui KSE pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah menjadi teladan, kemudian selalu berbagi praktik baik dengan cara mengembangkan atau membuat komunitas belajara di sekolah dan mengitegrasikan KSE kedalam pelaksanaan rapat-rapat Guru.


Report abuse
Page details
Page updated
Report abuse