SEDERET MANFAAT MINUM KOPI
YANG HARUS KAMU TAHU
Beragam manfaat minum kopi. Tidak sedikit yang memulai hari dengan meminum segelas kopi di pagi hari.
Berikut ini manfaat minum kopi yang harus diketahui para penikmatnya, dikutip dari detikHealth.
1. Meningkatkan energi.
Kopi membuat tubuh lebih bernergi. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang menyeduh kopi di pagi hari. Kopi mengandung stimulan yang disebut kafein, zat psikoaktif yang paling umum dikonsumsi di dunia.
Setelah minum kopi, kafein diserap ke dalam aliran darah. Banyak penelitian terkontrol pada manusia menunjukkan bahwa kopi meningkatkan berbagai aspek fungsi otak termasuk memori, suasana hati, kewaspadaan, sampai tingkat energi.
2. Menurunkan berat badan.
Kafein ditemukan di hampir setiap suplemen pembakar lemak. Ini adalah salah satu dari sedikit zat alami yang terbukti membantu pembakaran lemak.
Penelitian menunjukkan bahwa kafein secara khusus dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10% pada orang gemuk dan 29% pada orang kurus. Namun, ada kemungkinan efek ini berkurang pada peminum kopi jangka panjang.
3. Menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 adalah masalah kesehatan utama, saat ini mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya kemampuan untuk mengeluarkan insulin.
Untuk beberapa alasan, peminum kopi secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Studi mengamati bahwa orang yang minum kopi paling banyak memiliki risiko 23-50% lebih rendah terkena penyakit ini. Satu studi menunjukkan pengurangan setinggi 67%.
Menurut ulasan besar dari 18 studi di total 457.922 orang, setiap cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan 7% penurunan risiko diabetes tipe 2.
4. Mencegah penyakit otak.
Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum dan penyebab utama demensia di seluruh dunia. Kondisi ini biasanya menyerang orang berusia di atas 65 tahun, dan tidak ada obat yang diketahui.
Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ini sejak awal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penyakit Alzheimer hingga 65% lebih rendah.
5. Melindungi hati.
Hati Anda adalah organ luar biasa yang menjalankan ratusan fungsi penting. Beberapa penyakit umum terutama mempengaruhi hati, termasuk hepatitis, penyakit hati berlemak dan banyak lainnya.
Para penikmat kopi harus tahu, banyak dari kondisi ini dapat menyebabkan sirosis. Menariknya, kopi dapat melindungi terhadap sirosis. Orang yang minum 4 cangkir atau lebih per hari memiliki risiko hingga 80% lebih rendah.
6. Meningkatkan mood.
Kafein mampu meningkatkan suasana hati atau mood. Suasana hati yang baik ini pada akhirnya akan membantu penurunan depresi. Bahkan riset menemukan kopi membantu mencegah risiko bunuh diri.
Dikutip dari The Healthy, studi pada 2013 oleh Harvard School of Public Health menemukan mereka yang minum 2-3 cangkir kopi berkafein sehari mengurangi risiko bunuh diri hingga 45%.
Para peneliti menemukan bahwa minum kopi dapat memberi emosi positif, termasuk kesenangan, kebaikan, kasih sayang, kepuasan, persahabatan, dan ketenangan. Temuan ini juga mencatat bahwa tidak ada emosi negatif yang muncul karena konsumsi kopi.
7. Kopi mengandung antioksidan.
Biji kopi sebenarnya adalah biji di dalam buah kecil yang berwarna merah terang atau kuning. Baik biji maupun buahnya kaya akan antioksidan. Faktanya, terdapat satu penelitian yang menemukan kopi menjadi penyumbang terbesar terhadap asupan antioksidan.
Meskipun demikian, antioksidan dalam kopi telah dikaitkan dengan perlindungan kesehatan. Asam klorogenik, polifenol yang berlimpah dalam kopi, telah terbukti mengurangi peradangan dan mungkin dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit kronis, termasuk obesitas.
8. Meningkatkan kualitas olahraga.
Kopi dapat meningkatkan kualitas olahraga. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi dalam takaran sedang dapat meningkatkan kualitas olahraga.
Efeknya termasuk peningkatan peningkatan kekuatan otot, daya tahan, dan kekuatan, ditambah berkurangnya rasa sakit saat olahraga. Hal itu dapat membantu tubuh menjadi lebih kuat selama berolahraga sehingga menghasilkan peningkatan kekuatan otot dan daya tahan yang lebih baik.
Meski menikmati kopi memiliki sejumlah manfaat, kamu juga tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Minum kopi tidak boleh lebih dari 5 gelas pendek atau 2,5 gelas berukuran tinggi. Sebisa mungkin hindari tambahan pemanis buatan atau gula tambahan. Hentikan asupan kafein setidaknya enam jam sebelum tidur untuk mengoptimalkan tidur. Jika kafein tidak cocok dengan metabolisme tubuhmu, maka cobalah untuk minum kopi tanpa kandungan kafein.
Sumber : https://www.detik.com/jateng/kuliner/d-5921563/sederet-manfaat-minum-kopi-yang-harus-kamu-tahu.
DIABETES
Pengertian Diabetes
Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dijabarkan, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya, yaitu:
Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.
Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.
Penyebab Diabetes
Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel. Alhasil, glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin.
Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.
Faktor Risiko Diabetes
Terdapat beberapa faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:
Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.
Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.
Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
Sementara itu, berikut adalah beberapa faktor risiko dari diabetes tipe 2, antara lain:
Berat badan berlebih atau obesitas.
Distribusi lemak perut yang tinggi.
Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
Riwayat diabetes saat hamil.
Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.
Gejala Diabetes
Gejala diabetes akan muncul secara bervariasi pada setiap pengidapnya, tergantung akan tingkat keparahan dan jenis yang diidap. Namun, secara umum ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2, yaitu:
Peningkatan rasa haus.
Peningkatan frekuensi buang air kecil.
Mudah lelah atau rasa kelelahan terus-menerus.
Adanya gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur.
Terjadinya infeksi pada tubuh terus-menerus, yang umum terjadi pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita).
Penurunan berat badan yang tidak jelas apa penyebabnya.
Kehadiran keton dalam urine (keton adalah produk sampingan dari pemecahan otot dan lemak yang terjadi ketika tidak ada cukup insulin yang tersedia).
Maka dari itu, segeralah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu atau sejumlah tersebut. Hal ini bertujuan agar perawatan dapat segera dilakukan, sehingga risiko akan komplikasi dari diabetes dapat terhindarkan.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa jenis pemeriksaan kadar glukosa darah. Contohnya seperti, tes glukosa puasa, tes glukosa acak dan tes A1c. Nah, berikut adalah penjabaran akan tes tersebut, yaitu:
Tes glukosa plasma puasa: Tes ini paling baik dilakukan di pagi hari setelah puasa delapan jam (tidak makan atau minum kecuali seteguk air).
Tes glukosa plasma acak: Tes ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu puasa.
Tes A1c: Tes ini, juga disebut HbA1C atau tes hemoglobin terglikasi, untuk mengetahui kadar glukosa darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Tes ini mengukur jumlah glukosa yang melekat pada hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Mereka yang menjalani tes ini, tidak perlu berpuasa sebelum melakukannya.
Tes toleransi glukosa oral: Dalam tes ini, kadar glukosa darah pertama kali diukur setelah puasa semalam. Kemudian pasien minum minuman manis. Kadar glukosa darah pasien kemudian diperiksa pada jam satu, dua dan tiga.
Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah dan urine untuk membedakan apakah seseorang terkena diabetes tipe 1 atau 2. Nantinya, darah akan diperiksa untuk autoantibodi (tanda autoimun bahwa imun tubuh menyerang dirinya sendiri). Sementara itu, urine akan diperiksa untuk mengetahui adanya keton (pertanda tubuh seseorang membakar lemak sebagai suplai energinya).
Pengobatan
Pengobatan akan disesuaikan dengan jenis diabetes yang kamu alami. Terapi insulin menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Bahkan, pada diabetes tipe 1 yang cukup berat, transplantasi pankreas bisa dilakukan guna mengatasi kerusakan pada pankreas.
Sedangkan pada pengidap diabetes tipe 2 akan diberikan beberapa jenis obat-obatan. Namun, umumnya ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes, seperti:
1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Jika kamu mengalami penyakit diabetes, sebaiknya atur kembali pola makan yang sehat. Fokuskan pada asupan buah, sayur, protein tanpa lemak, dan juga biji-bijian. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mengonsumsi serat dan mengurangi beberapa jenis makanan, seperti makanan yang mengandung lemak jenuh, karbohidrat olahan, hingga pemanis buatan. Kamu bisa tanyakan langsung pada dokter melalui Halodoc untuk pola makan tepat bagi pengidap diabetes.
2. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Setiap orang tentunya membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tetap optimal. Termasuk pengidap diabetes. Olahraga menjadi satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah dengan mengubahnya menjadi energi. Kamu bisa memilih untuk melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Jadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas harian untuk membantu kamu menghindari kondisi diabetes menjadi lebih buruk.
Pencegahan
Meskipun faktor risiko diabetes seperti riwayat keluarga dan ras tidak dapat diubah, tapi ada faktor risiko lain yang dapat dicegah sedari dini melalui penerapan hidup sehat. Berikut adalah beberapa langkah gaya hidup sehat yang dapat kamu lakukan mencegah penyakit diabetes, antara lain:
Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
Menghindari atau berhenti merokok.
Komplikasi
Komplikasi dari diabetes akan berkembang secara bertahap. Semakin lama seseorang mengidap diabetes dan semakin tidak terkontrolnya penyakitnya, maka akan semakin tinggi pula risiko komplikasi. Akhirnya, komplikasi diabetes dapat melumpuhkan atau bahkan mengancam jiwa. Berikut adalah beberapa kemungkinan komplikasi diabetes secara umum, yaitu:
Penyakit kardiovaskular. Diabetes dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pada sistem kardiovaskular. Hal ini termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan penyempitan arteri (aterosklerosis).
Kerusakan mata (retinopati). Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata,
Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf terutama pada kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri yang biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari tangan dan secara bertahap menyebar ke atas.
Di samping itu, diabetes juga berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal, disfungsi seksual, hingga keguguran sebagai komplikasinya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami beberapa gejala dari diabetes dan gejala tersebut tak kunjung membaik, segerelah memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar diabetes dapat segera terdeteksi, sehingga penanganan dapat dilakukan sedari dini. Semakin cepat penanganan dilakukan, maka semakin kecil pula risiko akan komplikasi diabetes dapat terjadi.
Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!
Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Diabetes: Symptoms, Treatment, and Early Diagnosis.
WebMD. Diakses pada 2022.Diabetes Center: Types, Cause, Symptoms, Test, and Treatments.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diabetes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Diabetes: An Overview.
NIDDK. Diakses pada 2022. Diabetes Tests & Diagnosis.
LEMAH JANTUNG (KARDIOMIOPATI)
BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?
Setiap orang memerlukan jantung yang kuat untuk dapat berfungsi normal memompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah sehingga fungsinya terganggu. Kondisi yang disebut lemah jantung atau kardiomiopati ini memerlukan penanganan di rumah sakit jantung agar tidak berkembang dan mengakibatkan masalah yang lebih gawat.
Mengenal Lemah Jantung (Kardiomiopati)
Lemah jantung (kardiomiopati) adalah kondisi ketika jantung mengalami peradangan dan otot jantung melemah. Ada sejumlah penyebab kardiomiopati, tapi tidak semua pasien menunjukkan gejala. Bila dibiarkan tanpa penanganan, bisa terjadi gagal jantung kongestif, yakni jantung tidak mampu memompa darah yang sangat dibutuhkan tubuh.
Kardiomiopati cenderung cepat berkembang dan memburuk. Tes diagnostik tertentu bisa dijalankan untuk membantu memprediksi risiko pasien dan menjadi panduan bagi dokter untuk memberikan perawatan yang tepat. Kardiomiopati bisa digolongkan menjadi empat macam:
Kardiomiopati hipertrofik
Jenis kardiomiopati ini terjadi ketika massa otot bilik kiri jantung menebal atau dinding di antara dua bilik jantung membesar sehingga menghalangi aliran darah ke dalam bilik. Karena darah di bilik jantung lebih sedikit, jumlah darah yang terpompa ke seluruh tubuh pun berkurang. Kondisi lemah jantung ini termasuk jarang terjadi. Kardiomiopati hipertrofik bisa mengarah ke aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
Kardiomiopati dilatasi
Dalam kardiomiopati yang kerap terjadi ini, rongga jantung membesar dan meregang sehingga membuat otot jantung melemah dan tak dapat memompa darah secara normal. Sebagian besar pasien kardiomiopati dilatasi berusia paruh baya dan kebanyakan terjadi pada pria. Pasien lemah jantung ini banyak yang kemudian mengalami gagal jantung kongestif.
Kardiomiopati restriktif
Jenis kardiomiopati ini juga terbilang jarang terjadi. Kardiomiopati restriktif terjadi ketika lapisan otot di tengah dinding jantung menjadi sangat kaku dan aliran darah ke dalam bilik terganggu. Lemah jantung ini biasanya dipicu oleh penyakit lain di dalam tubuh.
Kardiomiopati aritmogenik
Kondisi lemah jantung ini juga tergolong kelainan genetik. Kardiomiopati aritmogenik terjadi saat otot jantung digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) dan lemak. Masalah ini bisa mengganggu kerja bilik kanan atau kiri jantung, bisa pula kedua bilik sekaligus.
Gejala Kardiomiopati
Lemah jantung tidak selalu dibarengi gejala yang tampak. Banyak pasien yang justru tidak menunjukkan gejala. Penyakit itu baru diketahui dari pemeriksaan di rumah sakit jantung. Gejala lemah jantung yang umum dirasakan pasien antara lain:
Pembengkakan bagian tubuh tertentu, biasanya kaki atau perut bawah, karena kelebihan cairan
Kelelahan
Susah bernapas, terutama saat beraktivitas berat
Kepala terasa ringan
Pusing
Pingsan tiba-tiba saat beraktivitas
Nyeri dada, khususnya setelah berkegiatan yang menguras tenaga
Murmur jantung (muncul suara desir dari jantung.
Penyebab Lemah Jantung (Kardiomiopati)
Ada beragam penyebab lemah jantung. Salah satu yang paling banyak adalah infeksi. Kardiomiopati juga bisa terjadi karena penyakit atau masalah kesehatan lain, misalnya penyakit jantung bawaan kompleks, kekurangan nutrisi, dan gangguan irama jantung. Selain itu, kardiomiopati bisa berkaitan dengan kelainan genetik. Namun kadang tidak dapat ditemukan penyebab jelas kardiomiopati pada pasien.
Setidaknya ada empat hal utama yang diketahui sebagai penyebab kardiomiopati:
Infeksi viral: infeksi yang bisa merusak otot jantung. Dampak infeksi ini mungkin baru terlihat dalam beberapa bulan atau bahkan lebih lama.
Gaya hidup tidak sehat: banyak penyakit yang bisa muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak sering dikaitkan dengan kardiomiopati.
Riwayat keluarga: bila ada anggota keluarga yang punya masalah lemah jantung, kemungkinannya lebih besar menderita penyakit yang sama.
Serangan jantung: serangan jantung bisa merusak otot jantung dan menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut ini membuat fungsi otot jantung tak efektif sehingga kerjanya menjadi terlalu berat dan lemah.
Deteksi Lemah Jantung (Kardiomiopati)
Deteksi lemah jantung dapat dilakukan di rumah sakit jantung. Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan keluarga, terdapat beberapa macam tes untuk mengecek bagaimana kerja dan struktur jantung. Dari pemeriksaan ini, dokter spesialis jantung bisa menegakkan diagnosis kardiomiopati.
Tes darah: sampel darah diambil dari lengan untuk diperiksa di laboratorium
Sinar-X: pencitraan sinar-X pada dada dapat menunjukkan struktur jantung dan paru-paru untuk melihat apakah ada pembengkakan yang bisa terjadi akibat kelebihan cairan
Elektrokardiogram (EKG): tes ini bertujuan merekam aktivitas kelistrikan jantung. Selain mendeteksi lemah jantung, elektrokardiogram bisa digunakan untuk mengecek masalah jantung lain, termasuk aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung
Echocardiogram (Echo): dalam pemeriksaan ini digunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar gerak jantung. Dari tes ini, dokter bisa mengamati kinerja jantung, demikian juga ukuran dan bentuknya
Stress test: tujuannya mengetahui bagaimana kinerja jantung saat beraktivitas fisik. Pasien diminta berjalan di treadmill atau menggunakan sepeda statis dalam tes tekanan ini.
Pengobatan Lemah Jantung (Kardiomiopati)
Pengobatan lemah jantung berfokus pada cara meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien. Fokus utamanya adalah mengendalikan gejala lewat obat-obatan. Obat ini juga bisa membantu mengontrol sekaligus mencegah aritmia serta mengurangi risiko penggumpalan darah.
Obat yang umum digunakan untuk merawat pasien kardiomiopati antara lain:
ACE inhibitor: obat ini bekerja dengan cara mencegah pembuluh darah meregang sehingga beban jantung tidak bertambah berat
Diuretik: berfungsi membuang cairan berlebih dari tubuh
Beta-blocker: mencegah efek saraf yang bekerja pada jantung untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung
Digoksin: membantu jantung memompa darah dengan efisien dan mengatur detak jantung
Tergantung hasil pemeriksaan dokter, mungkin pasien kardiomiopati perlu dipasangi alat khusus untuk menunjang kerja jantung. Kadang pasien juga membutuhkan operasi untuk mengatasi kondisi kardiomiopati tertentu.
Pencegahan Lemah Jantung (Kardiomiopati)
Lemah jantung yang berkaitan dengan gaya hidup bisa dicegah lewat perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Setidaknya pasien bisa mengurangi dampak kardiomiopati dan menekan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Contohnya:
Menjauhi asap rokok
Bila terbiasa merokok, sebaiknya berhenti karena rokok dapat meningkatkan risiko menderita banyak penyakit, termasuk kardiomiopati.
Kurangi garam
Garam membuat tubuh menahan cairan yang bisa menumpuk dan menambah beban kerja jantung.
Rutin beraktivitas
Tubuh manusia harus selalu bergerak agar bisa berfungsi normal. Karena itu, rutinlah beraktivitas fisik karena bagus untuk kerja jantung.
Cek kesehatan
Kardiomiopati bisa diketahui dari pemeriksaan rutin di rumah sakit. Terutama bila ada gejala yang mengarah ke masalah jantung.
Kapan Harus ke Dokter?
Karena lemah jantung tidak selalu datang dengan gejala, sering kali pasien datang ke rumah sakit jantung dalam kondisi buruk. Sebaiknya datangi dokter untuk berkonsultasi bila merasa ada risiko. Anda mesti segera dibawa ke rumah sakit bila mengalami:
Nyeri dada yang datang tiba-tiba
Detak jantung cepat, terutama dibarengi sesak napas
Sulit bernapas walau tidak sedang beraktivitas
Tiba-tiba merasa lemas
Mendadak pusing
Pingsan dan hilang kesadaran
Ditinjau oleh:
dr. Darwin Maulana, Sp.JP
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Referensi:
https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults
https://www.cdc.gov/heartdisease/cardiomyopathy.htm
Sumber : https://primayahospital.com/jantung/kardiomiopati/#:~:text=Lemah%20jantung%20(kardiomiopati)%20adalah%20kondisi,tidak%20semua%20pasien%20menunjukkan%20gejala.