Dinas Peratamanan dan Huta Kota merupakan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pertamanan dan pelayanan Pertamanan dan Pemakaman.
Kali ini Distaamhut berkolaborasi dengan SDN Cijantung 06 dalam rangka memberikan edukasi kepada peserta didik bagaimana cara menghadapi satwa liar.
Antuas anak anak yang luar biasa membuat pembelajaran mengenai satwa liar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.
Mushafahah secara bahasa berasal dari kata "safaha" yang berarti menyentuh atau mengusap. Dalam konteks interaksi sosial, mushafahah merujuk pada praktik berjabat tangan atau saling menyentuhkan telapak tangan sebagai bentuk salam dan penghormatan.
Dalam tradisi Islam, mushafahah memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar formalitas. Berjabat tangan dipandang sebagai simbol persaudaraan, kasih sayang, dan penerimaan antar sesama Muslim. Rasulullah SAW sendiri mempraktikkan dan menganjurkan mushafahah sebagai cara untuk mempererat ikatan persaudaraan di antara umat Islam.
Mushafahah juga dipercaya memiliki nilai spiritual, di mana dua orang yang berjabat tangan dengan tulus akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT sebelum mereka berpisah. Hal ini menunjukkan betapa berharganya sebuah jabat tangan yang dilakukan dengan niat baik dan ketulusan hati.
Selain itu, mushafahah menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kedekatan antar sesama. Sentuhan fisik dalam berjabat tangan dapat membangun koneksi emosional yang lebih kuat dibandingkan hanya bertukar salam secara verbal. Inilah mengapa mushafahah menjadi tradisi yang sangat dihargai dalam interaksi sosial masyarakat Muslim.
Dalam hal ini SDN Cijantung 06 melakukan kegiatan musafahah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, dengan tujuan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dapat mensucikan hati dan saling berinteraksi sesama teman dan juga guru.
DOKUMENTASI KEGIATAN TARHIB DAN MUSAFAHAH MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1446