Pertama kali dicetuskan pada bulan Mei 2013 dan terbentuk menjadi sebuah kelompok kerja kepanitiaan yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas pada bulan Juni 2013. Into The Light Indonesia berfokus untuk mengurangi stigma di masyarakat terhadap orang yang memiliki pemikiran, pernah mencoba, atau yang meninggal akibat bunuh diri, serta mendorong perilaku pencarian bantuan di masyarakat terkait masalah kesehatan jiwa dan kesehatan jiwa pada remaja serta populasi khusus lainnya melalui advokasi, kajian dan edukasi. Hingga kini, Into The Light Indonesia berbentuk komunitas inklusif digerakkan oleh orang muda lintas identitas yang menjunjung tinggi pendekatan program berbasis bukti dan hak. Into The Light Indonesia meluncurkan berbagai program diskusi publik, pelatihan, kampanye dan hasil penelitian. Into The Light Indonesia telah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai universitas, komunitas lokal, organisasi kemasyarakatan, Kementerian, dan juga organisasi internasional yang memiliki perhatian dan kepedulian yang sama. Into The Light Indonesia didirikan oleh Benny Prawira Siauw yang saat ini juga menjabat sebagai kepala koordinator.
Visi
Menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya remaja, dalam isu kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri di Indonesia.
Misi
Melakukan kampanye untuk meningkatkan kepedulian mengenai isu kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri kepada masyarakat Indonesia.
Melakukan edukasi mengenai isu kesehatan jiwa dan pencengahan bunuh diri kepada masyarakat Indonesia.
Melakukan penelitian dan pengembangan yang terkait dengan kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri di Indonesia.
Membangun kerjasama dengan organisasi nasional dan internasional untuk kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri.
WMHD (World Mental Health Day) SCOPH CIMSA - 2019
Pembicara WMHD
Pembicara dalam aktivitas lokal yang berkaitan dengan Mental Health
Training member SCOPH lokal