Penggunaan Learning Management System (LMS) dalam mata kuliah Kewarganegaraan di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran yang bersifat konseptual, reflektif, dan aplikatif. Mata kuliah Kewarganegaraan bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, serta tanggung jawab sosial sebagai warga negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan sistem pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan mampu menjangkau mahasiswa secara luas dan fleksibel—yang semuanya dapat difasilitasi oleh LMS.
Melalui LMS, dosen dapat menyediakan materi ajar secara sistematis, forum diskusi daring, evaluasi berbasis tugas dan kuis interaktif, serta ruang refleksi kritis terhadap isu-isu kebangsaan. LMS juga memudahkan mahasiswa dalam mengakses sumber belajar kapan saja dan di mana saja, mendorong pembelajaran mandiri dan kolaboratif, serta memungkinkan penilaian yang lebih objektif dan transparan.
Dengan memanfaatkan LMS, mata kuliah Kewarganegaraan dapat diselenggarakan secara lebih dinamis dan kontekstual, mengikuti perkembangan teknologi serta tantangan kehidupan berbangsa di era digital. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan semangat kebangsaan yang kuat.