Mengutip perkataan Asy-Syaikh Dr. Abdullah bin Umar Al-Mar'iy Hafizhahullah
من أعظم الأسباب لنحافظ على صلاح أبنائنا، أن نحافظ على صلاحنا. وسُئل بعض الصالحين: كيف أصلح الله عز وجل لك ذريتك وأنت غائب عنهم؟ قال: ما فعلت شيئًا لله إلا احتسبته أن يُصلح الله عز وجل به أبنائي، وما أنفقت عليهم نفقة إلا فتشت بها أن تكون حلالًا، فجعل هذان السببان سببًا لصلاح أبنائه
"Termasuk sebab terbesar untuk menjaga kebaikan (keturunan) adalah menjaga keshalihan diri.
Pernah ditanya kepada seorang shalih: “Bagaimana Allah memperbaiki anak-anakmu sementara engkau tidak selalu hadir di sisi mereka?”
Ia menjawab: “Tidaklah aku melakukan suatu amalan untuk Allah, kecuali aku berharap agar Allah memperbaiki anak-anakku dengan sebab amalan tersebut, dan tidaklah aku memberi nafkah kepada mereka, kecuali aku pastikan bahwa nafkah itu dari yang halal.”
Maka dua hal inilah yang menjadi sebab Allah memperbaiki anak-anaknya.
Mengutip tulisan bunda Dwi dalam buku solonya yang berjudul " Serunya Jadi Guru Kelas 1 : Tangis dan Tawa hingga Pelajaran Berharga"
Jika aku totalitas mendidik anak orang, itu karena aku percaya bahwa Allah tidak diam. Allah akan jaga anak-anakku sebagaimana aku menjaga murid-muridku.
Jika aku mengajarkan yang baik kepada siswa siswiku, itu karena aku berharap Allah akan mengajarkan semua tentang kehidupan kepada anak-anakku.
Jika aku sungguh-sungguh membimbing anak-anak didikku itu karena aku sangat yakin Allah akan menuntun anak-anakku ke jalan yang diridloiNya.
Jika aku Ikhlas membersamai anak didikku, itu karena aku sangat berharap Allah akan selalu merangkul anak-anakku agar tak terjerumus kepada yang buruk.
Yakinilah wahai guru…
Saya teringat dhawuhnya ulama Sa'id bin Al Muayyib, " Aku memperbanyak sholat demi anakku, berharap Allah menjaganya karena itu".
Keshalihan orang tua ibarat atap yang dapat melindungi anak dari fitnah.
Wahai ibu, wahai ayah, keshalihanmu adalah benteng untuk menjaga anak-anakmu. Amalmu hari ini akan menjadi pagar yanag dapat menahan badai di masa depan dzurriyatmu, masa depan anak cucu dan keturunanmu.
Anak tidak butuh orang tua yang sibuk dengan dunia, mereka butuh orang tua yang istiqomah dijalan Allah.
"... dan ayah mereka adalah seorang yang shaleh." (Qs. al Kahfi : 82)
Begitulah Allah akan menjaga anakmu lewat taqwamu, doa-doamu, dan keberanianmu meninggalkan dunia yang melalaikan.
Keshalihan orang tua menurut KH. Maimun Zubair (Mbah Moen) ditekankan pada konsep "tirakat" atau usaha spiritual yang konsisten, meliputi hati anak, doa untuk akhlak anak, dan puasa untuk kecerdasan anak. Keberhasilan tertinggi orang tua adalah memiliki anak yang shalih dengan amalan yang bisa dilakukan secara istiqomah. Sholatnya orang tua berpengaruh langsung pada kelembutan anak dan keshalihan hati anak.
Doa yang konsisten dari orang tua membentuk akhlak dan perilaku anak menjadi baik. Puasanya orang tua terutama puasa sunnah, diyakini berpengaruh pada kecerdasan otak anak. Mendidik anak menjadi pribadi shalih adalah bentuk birrul walidain (bakti) tertinggi orang tua yang pahalanya akan terus mengalir.
Mbah Moen menekankan bahwa anak yang shalih dan mendoakan orang tuanya adalah wujud keberhasilan tertinggi orang tua menjadikan anak sebagai ahlul khair. Bismillah, mari perbaiki dan tambah kebaikan kita agar kelak kita diberikan keturunan yang baik, anak-anak yang shalih, dzurriyyatan thoyyibah. Aamiin...
Bunda Dwi
*dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi selama 11 tahun menjadi guru*