Profil Singkat Proteksi Tanaman
Proteksi tanaman merupakan departemen yang menghasilkan lulusan profesional di bidang manajemen hama dan penyakit tanaman. Departemen Proteksi Tanaman, sebagai bagian dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, berkomitmen tinggi untuk terjun dalam dunia pendidikan pertanian dengan menyelenggarakan pengajaran, penelitian, pelatihan, dan lebih banyak aktivitas pelayanan lain. Proteksi Tanaman memiliki visi menjadi pusat unggulan dalam penyediaan sumber daya manusia dan pengembangan Ipteks dengan kompetensi utama pengelolaan hama dan penyakit tanaman yang berbasis sumber daya hayati untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan
Misi
Mengembangkan program pendidikan yang bermutu dan berdaya saing tinggi dalam bidang pengelolaan hama dan penyakit tanaman.
Mengembangkan iptek pengelolaan hama dan penyakit tanaman yang berbasis sumber daya hayati melalui penelitian yang bermutu.
Mendukung pertanian berkelanjutan melalui penerapan iptek pengelolaan hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan
Menghasilkan lulusan sarjana, magister dan doctor yang unggul yang mampu mengembangkan, menerapkan iptek di bidang perlindungan tanaman, berdaya saing tinggi dan berkarakter Indonesia
Menghasilkan iptek yang ramah lingkungan untuk mendukung pertanian dan memperbaiki kehidupan manusia
Menjadikan Departemen Proteksi Tanaman Faperta IPB siap dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang mengedepankan inovasi IPTEKS
Menjadikan sistem manajemen yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel
Struktur Departemen
Sejarah departemen ini diawali pada 1950 sebagai divisi Entomologi-Fitopatologi, Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia. Pada 1972, namanya berubah menjadi Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman sebagai bagian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Departemen ini kembali berganti nama menjadi Departemen Proteksi Tanaman pada 2005.
Pada awalnya, Departemen ini hanya menyediakan program strata satu (S1) dan pada 1976, meresmikan program pasca sarjana untuk gelar master dalam Patologi dan Entomologi Tanaman yang diikuti program Doktor pada 1978. Program Sarjana menjadi lebih kuat ketika Departemen ini memperoleh hibah melalui Kualitas untuk Pendidikan Sarjana (2000 - 2003); begitu pula dengan program pasca sarjana yang memperoleh hibah melalui Proyek URGE (1997 - 2000). Program studi sarjana memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional sejak 1988 hingga 2014. Kinerja Departemen ini diringankan dengan adanya program hibah kompetitif B dari DIKTI (2005 – 2007).
Departemen Proteksi Tanaman telah dikenal sejak lama dalam memainkan peranan penting, dan sebagai agen perubahan, serta mentransfer teknologi dalam pengembangan berbagai strategi pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan sumber daya manusia yang begitu hebat, berbagai fasilitas serta prestasi di bidang pendidikan, penelitian, dan layanan masyarakat, Departemen ini selalu meningkatkan keteguhannya untuk berkontribusi dalam kebutuhan bangsa.
Nomor Induk Mahasiswa (NIM) adalah nomor yang digunakan sebagai nomor identitas mahasiswa selama masa studi berlangsung. Nomor Induk Mahasiswa terdiri atas beberapa digit (angka) yang pemaknaannya berdasarkan beberapa kelompok, seperti kode program studi yang diambil mulai dari fakultas, jurusan, profesi, jenjang program, status mahasiswa, kapan mahasiswa itu terdaftar, dan nomor urut mahasiswa pada program studi di tahun terdaftar.