SINARAS EDISI OKTOBER 2025
SINARAS EDISI OKTOBER 2025
SINARAS EDISI SEPTEMBER 2025
SINARAS EDISI AGUSTUS 2025
SINARAS EDISI JULI 2025
SINARAS EDISI JUNI 2025
SINARAS EDISI MEI 2025
SINARAS EDISI APRIL 2025
SINARAS EDISI MARET 2025
SINARAS EDISI FEBRUARI 2025
SINARAS EDISI JANUARI 2025
Judul: Di Balik Senyuman
Hari itu, senja melingkupi kota kecil di pinggiran. Di sebuah taman yang terletak di tengah-tengah permukiman, seorang remaja duduk sendiri di bangku kayu yang reyot. Namanya Riza, seorang pemuda dengan senyum ceria, tetapi dalam hatinya, ada kesedihan yang tersembunyi.
Riza selalu terlihat riang, tetapi hanya sedikit yang tahu tentang pertarungan batin yang ia hadapi setiap hari. Ibunya, seorang pekerja keras, bekerja ganda untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka sejak ayahnya meninggal lima tahun lalu. Dia ingin membahagiakan ibunya, tetapi dalam hati, dia juga ingin bisa berbagi kebahagiaan dengan sahabat-sahabatnya yang selalu bersamanya sejak kecil.
Hari itu, saat Riza duduk di bangku taman, dia merenung tentang keinginannya untuk berbagi ceria kepada ibunya dan teman-temannya. Namun, dia tak punya banyak harta, hanya senyumnya yang selalu dia berikan. Tapi, apakah cukup?
Keesokan harinya, di sekolah, Riza melihat teman-temannya membicarakan rencana liburan musim panas mereka yang mewah. Mereka berencana pergi ke luar negeri dan mengunjungi tempat-tempat eksotis. Riza hanya bisa mendengar sambil tersenyum, tetapi dalam hatinya ada kecil rasa iri yang ingin dia sembunyikan.
Di rumah, Riza mencoba membantu ibunya dengan bekerja sambilan, tetapi upah yang didapatnya tidak banyak. Di suatu sore, ketika dia kembali ke taman yang sama, dia melihat seorang kakek tua memandanginya dengan penuh perhatian.
"Kamu selalu tersenyum, nak. Apakah ada rahasia di balik senyum itu?" tanya kakek itu ramah.
Riza terdiam sejenak, lalu dia tersenyum, "Senyumku adalah caraku berbagi kebahagiaan, meski aku kadang juga punya kesedihan yang tidak bisa kusembunyikan."
Kakek itu mengangguk bijaksana. "Kebahagiaan tidak selalu datang dari harta atau liburan mewah, nak. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi kebahagiaan dengan apa yang kita miliki, sekecil apapun itu."
Kata-kata kakek itu seperti membuka mata Riza. Dia menyadari bahwa kebahagiaan yang dia cari sebenarnya sudah ada di sekitarnya. Dia pun pulang dengan hati yang ringan, membawa pesan kebahagiaan yang akan dia bagikan kepada ibunya dan teman-temannya.
Dari hari itu, senyum Riza menjadi lebih tulus, karena di balik senyumnya, ada kebahagiaan yang dia rasakan setiap kali dia bisa berbagi. Dan sejak itu, kebahagiaan yang sejati selalu bersamanya, di balik senyumnya yang ceria.
Puisi Penyemangat diri
Di bawah cahaya fajar yang merona,
Semangat menyala, takkan reda.
Di dalam jiwa yang penuh harapan,
Langkah terus melangkah, takkan berhenti.
Tiada kata yang bisa memadamkan,
Api di dada yang menggelora.
Bukalah mata, lihatlah dunia,
Penuh dengan peluang yang menanti.
Langit biru mengajak terbang tinggi,
Mimpi-mimpi di atas awan menari.
Takkan ada yang mampu menghalangi,
Langkah kita meraih cita-cita.
Berani, berjuang, jangan pernah lelah,
Pemicu semangat adalah keyakinan.
Di setiap detik, di setiap langkah,
Kita adalah penulis kisah perjuangan.
Semangat itu api yang tak pernah padam,
Teruslah berkobar, teruslah berapi.
Di setiap usaha, ada keindahan,
Di setiap mimpi, ada kejayaan.
Bersama-sama, kita akan mencapai,
Cita-cita yang tinggi, impian yang suci.
Pemicu semangat adalah kita sendiri,
Terangi dunia dengan api yang menggebu.
Bersinarlah, oh semangat yang membara,
Takkan pernah pudar, takkan pernah surut.
Karya OSIS 2023/2024
Naskah drama stop bullying
Nama – nama tokoh dalam cerita:
1. Anara Jihan friskana(nara)
2. Angelia Fransiska(angel)
3. Permata Sasha Aulia(sasha)
4. Violetta Avarelic(violetta)
5. Jofan Jaegar Erlangga(jofan)
6. Narendra Ejay(ejay)
7. Nathan Yoga Saputra(Nathan)
8. Farhan Dimaskara(farhan)
9. Gavie Mahardika(gavie)
10. Azura Celine Regastara(azura)
11. Alista Razita Putri(alista)
12. Amira Kayla Sasta(amira)
13. Zaki Handoko(zaki)
14. Zahira Jasmine(bu ine)
15. Pak Bagus Aji(pak aji)
Prolog
Di suatu hari di sekolah SMP Al- Anjai ada salah satu kelas yang sering menjadi sorotan di kalangan guru dan juga kalangan murid-murid lain kelas itu adalah kelas 9c yang dikenal dengan kelas bullying saking terkenalnya sampai sering dipanggil dan disindir para guru.
Pada suatu hari di kelas 9c Angel dan teman-temannya mendatangi meja Nara
Angel : Heh,anak pungut lo udah ngerjain tugas belum?(sambil menggebrak meja Nara dengan keras)
Nara : Udah (dengan ekspresi takut dan menunduk)
Lalu Angel melempar bukunya kepada Nara
Angel : Kerjain tugas gue sekarang!!
Nara mengambil buku Angel dengan rasa ketakutan
Sasha : Cepet!!(dengan suara yang keras)
Farhan : Heh,nenek lampir pagi-pagi udah marah-marah aja noh liat muka lo nambah keriput
Jofan : Tau tuh masih pagi udah rebut
Angel : Apasih lohh ikut campur aja,serah gue dong
Farhan : Tapi lo berisik njir!!
Violetta : Serah kita dong emang ganggu lo?
Farhan : Pake nanya lagi ya iyalah, iyakan met (sambil mukanya tertuju kepada Jofan)
Jofan : Nama gue Jofan bukan memet
Farhan : Siapa bilang nama lo memet , met itu jamet ( sambil tertawa)
Ejay : Lanang kok cangkeman wae
Farhan : Serahku dong saying
Ejay : Kowe ojo gilani ngunu
Alista : Heh diam semua Bu Ana udah mau masuk kelas
Akhirnya waktu istirahat pun sudah tiba hampir semua murid pergi ke kantin.
Azura : Sayang ke kantin yuk (kepada Gavie)
Farhan : Siying kikintin yik
Azura : Apaansih lo sirik amat
Zeana : Udah udah yuk ke kantin aja
Nathan dan Alista berjalan bersama juga Gavie dan Azura saat menuju ke kantin
Zeana : Nasib jomblo ya gini (zeana berjalan sendirian dibelakang mereka berempat)
Jofan : Kasian amat neng Zea, cantik-cantik jomblo sini mending mas Jofan temenin
Zeana : Mending jomblo daripada sama lu
Farhan : Kasian amat sih bro di tolak secara halus
Ejay : Paling bener lo tuh jomblo seumur hidup kok reko-reko ape pacaran
(Mereka semua sudah sampai di kantin)
Azura : Noh-noh lihat trio nenek lampir udah mau beraksi
Alista : Jujur gue kasian banget sama Nara
Zeana : Kalo gue di posisi nara keknya hidup gue gak pernah tenah deh
Azura : Bener kek wa-was banget gak sih
Alista : Iyaa
Semua orang terkejut dengan sikap Angel yang tiba-tiba menampar Nara dengan keras. Nara ketakutan dan tubuhnya gemeteran dia hanya bisa menunduk
Angel : Lo tadi sengajakan ngerjain tugas gue salah-salah sedangkan lo banyak benernya(nada marah)
Nara : Maaf
Angel : Maaf lo gabisa ngerubah hal tadi
Sasha : Lo pasti sengajakan?
Nara : Tadi aku ngerjainnya ada kesalahan sedikit yang gak aku sadari
Violetta : Halah alasan
Nara : Maaf
Setelah istirahat selesai dan semua murid masuk ke kelas tiba-tiba ada pengumuman bahwa Nara dan Angel di panggil ke ruang BK ,Angel dan Nara pun pergi ke ruang BK
Nathan : wah, pasti itu gara-gara kejadian di kantin tadi
Alista : Keknya iya deh soalnya tadi Angel udah keterlaluan banget, jadi mikir dulu kesalahn apa ya sampai si Angel tuh kek benci banget sama Nara
Nathan : Gausah dipikirin nanti kamu stress loh
Azura : Aku kalo jadi Nara mending pindah sekolah aja deh
Gavie : Kenapa?
Azura : Soalnya udah di bully habis-habisan bisa stress aku nanti
Gavie : Itu namanya kabur dari masalah, mungkin si Nara pengen nyelesain semuanya
Azura : Iya juga sih
(Sementara itu di ruang BK)
Pak Aji : Kalian tau kan kesalahan kalian apa?
(mereka berdua hanya mengangguk)
Tak berselang lama orang tua dari Nara dan Angel pun datang dan duduk di samping anak mereka
Pak Aji : Pak , Bu saya mengundang kalian kesini karena ada sedikit masalah antara anak kalian
Bu Ine : Kesalahan anak saya apa pak?
Pak Aji : Jadi tadi ada murid yang lapor bahwa Angel menampar Nara di kantin
Pak Zaki : Gak bener itu pak , pasti salah , anak saya gak bakl setega itu pak
Pak Aji : Kalau anda tidak percaya Tanya aja ke anak bapak
Pak Zaki : Yang Pak Firman katakan itu bener Angel?
Angel : Iyaa tapi Nara dulu yang mulai
Bu Mira : Anak saya tidak mungkin memulai sesuatu kalau bukan Angel yang duluan
Bu Ine : Jangan menuduh anak saya, anak saya itu anak baik-baik
Pak Aji : Semuanya harap tenang , saya ada rekamannya
(lalu semuanya menonton video yang di perlihatkan Pak Aji)
Pak Aji : Disitu terlihat jelas bahwa Angel yang memulainya, jadi sebagai hukuman Angel saya diskors selama satu minggu, semuanya boleh keluar.
Di rumah Nara, Nara sedang duduk di kursi ruang tamu lalu disusul oleh sang bunda
Bu Mira : Anak Bunda kenapa kok mukanya di tekuk gitu (sembari duduk di samping Nara)
Nara : eh Bunda, Nara gapapa kok Bun
Bu Mira : Masa sih kok bunda gak percaya ya, ini kayaknya anak bunda keoikiran sama hal tadi, sayangnya bunda kenapa? , lagi ada masalah?, Nara lihat bunda deh , semuanya akan baik-baik saja, apapun yang udah berlalu jangan terlalu dipikirin, hal yang udah berlalu biarlah berlalu, anak bunda kan hebat dan kuat, bunda yakin Nara pasti bisa ngelewati semua badai yang nerjang Nara
Nara : Tapi Nara udah capek bunda, capek banget, andai ayah masih ada pasti ada yang ngelindungi Nara, Nara udah gakuat sama semua hal yang ada di dunia ini
Bu Mira : Nara walaupun tanpa ayah tapi Nara masih punya bunda disini, bunda bakal selalu ada buat Nara, jangan pernah ngerasa sendiri
Nara : Tapi Nara selalu di bully, Nara selalu di ejek anak pungut cuma karena Nara ga punya ayah, Nara arsanya pengen mati aja bunda
Bu Mira : Nara kalo seumpama pergi nanti bunda sama siapa? Bertahan ya sayang masih ada banyak hal yang harus kamu lalui semangat ya sayangnya bunda.
Sementara di rumah Angel
Bu Ine : Anak gak tau diri, malu maluin dan nyusahin aja kerjaannya
Pak Zaki : Bisa gak sih kamu sehari aja gak buat ulah, saya sudah capek sama kamu!!
Bu Ine : Saya nyesel dulu gak gugurin kamu aja, gara-gara kamu saya dan papa kamu gak jadi cerai dan apa yang kami dapetin setelah kamu tumbuh besar,gak dapet apa-apa nyusahin aja hidupmu
Pak Zaki : Saya suruh kamu berteman dengan Nara bukan malah nge bully dia, saya suruh kamu temenan sama Nara supaya kamu ikut pintar kayak Nara biar hidupmu itu berguna dikit, apa kamu gak malu sama Nara yang gak pernah ikut les tapi pinter, lah kamu les sana sini tapi gak pintar-pintar
Bu Ine : Saya capek sama kamu!!
Angel : Angel juga capek ma, pa , Angel capek di tuntut, Angel capek di banding-bandingin, Angel ini manusia bukan robot, Angel gak bisa di tuntut ini itu
Pak Zaki : Kalo kamu gak bisa jadi apa yang saya mau setidaknya kamu harus bisa seperti Nara
Angel : Nara terus yang dibahas, sebenarnya anak papa tuh Nara atau Angel
Pak Zaki : Asal kamu tau ya ibunya Nara itu pernah nolongin ibu kamu waktu ibumu mau lahiran jadi kamu gak pantes buat nge bully Nara tapi karena kamu tadi papa jadi malu sama Bu Mira
(lalu Pak Zaki dan Bu Ine pergi meninggalkan Angel sendiri di ruang tamu)
Setelah satu minggu diskors Angel akhirnya mulai masuk sekolah lagi
Farhan : Wah, hari ini ketenangan kelas kita akan hilang lagi
Jofan : Hilang kenapa?
Farhan : Hari ini kan si nenek lampir udah mulai masuk sekolah
Ejay : Bok geger geden iki kelase.
Zeana : Duh pagi-pagi udah pada bucin aja (mengarah kepada Gavie-Azura dan Nathan-Alista)
Farhan : Aduh sayang sini aku suapin
Ejay : Aduh sayang gausah repot-repot
Azura : Apasih kalian kok sirik banget
Alista : Tau tuh iri ya gak punya pacar
Farhan : Gak iri sama sekali
Pelajaran pertama hingga istirahat semuanya berjalan baik-baik saja circlenya Angel belum ada yang berulah sama sekali, sampai ketika istirahat tiba-tiba Angel dan circlenya pergi ke meja Nara
Angel : Nar, sorry y ague udah sering ng bully lo
Nara : kamu beneran Angel?
Angel : Iya gue minta maaf ya Nar
Sasha : Gue juga minta maaf ya Nar
Violeta : Gue juga maaf ya Nar
Nara : Iya kalian semua udah aku mafin kok
Angel : Makasih ya Nar
Nara : Aku boleh peluk kamu kan Angel?
Angel : Boleh sini
Epilog
Lalu mereka berdua pun berpelukan dan murid-murid yang ada di kelas pun terkejut melihat kejadian itu. Setelah berpelukan Nara,Angel,Sasha dan Violetta memutuskan untuk ke kantin bersama dan setelahnya kelas 9c sudah tidak ada pembullyan.
Amanat Pada Drama
Jangan pernah saling mengejek atau membully karena kita tidak tau apa yang dulu pernah terjadi dan apa yang akan terjadi kedepannya, Mari saling menjaga dan bertukar cerita agar kita dapat saling mengetahui satu sama lainnya . Cerita drama diatas juga mengandung unsure membanding-bandingkan oleh karena itu membully dan membanding-bandingkan adalah dua hal yang tidak baik untuk mental, pikiran, dan hati kita. Berhenti membully sesame teman.