BERITA
BERITA
Halo Bapak dan Ibu guru hebat Indonesia!
Mari belajar bersama membuat presentasi Canva agar KBM jadi lebih menyenangkan untuk siswa.
Anda juga akan dipandu terkait pengiriman cerita inovasi mengajar untuk kompetisi “Penghargaan Guru Inovatif Indonesia 2021”.
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, 25 November 2021, Canva berkolaborasi dengan Ayo Guru Berbagi menyelenggarakan kompetisi bertajuk “Penghargaan Guru Inovatif Indonesia 2021”.
Penghargaan ini hadir sebagai bentuk apresiasi kepada Bapak dan Ibu yang telah memberikan dedikasi terbaik kepada siswa dan siswi dalam pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi.
Pada webinar nanti, Bapak dan Ibu akan disediakan waktu tanya jawab terkait penghargaan tersebut. Juga akan dibantu mengaktifkan akun GRATIS Canva untuk Pendidikan.
Hari, tanggal: Sabtu, 27 November 2021
Pukul: 13.00 – 15.00 WIB
Tempat: Zoom
Daftarkan diri Anda di bit.ly/daftarwebinarCanva
Sampai jumpa di webinar ya!
Disdik.purwakartakab.go.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purwakarta H. Purwanto berkesempatan hadir meresmikan langsung Tajug Tri Tangtu, areal ini juga segera dibangun gedung diklat Bale Guru PGRI Kabupaten Purwakarta yang beralamat di jalan raya sadang Perumahan Purna Yudha Permai Desa Ciwangi, Bungursari - Purwakarta.
Peresmian dilaksanakan Jumat (07/01). Bersamaan, acara ini juga disiarkan melalui Live Streaming kanal YouTube Linuhung TV.
Dari amatan langsung, peresmian mesjid disimbolisasikan dengan pemotongan tumpeng. Dihadiri oleh Ketua dewan pendidikan, Kepala Desa Ciwangi, Pengurus PGRI Kabupaten Purwakarta, Ketua Cabang PGRI se- Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, Purwanto bersyukur karena bisa berkumpul bersama dalam peresmian mesjid.
"Saya sampaikan areal ini akan dijadikan areal Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) PGRI Kabupaten Purwakarta. Tempat pelatihan Guru, ada Mes nya, ada aulanya. Kita tidak lagi harus menggunakan sarana Hotel, sebab kita nanti juga punya sarana wisma," katanya.
Masih ulasnya, areal ini juga nanti akan dijadikan sekretariat PGRI kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Bungursari .
"Penataan kawasan ini dimulai dengan pembangunan Tajug Tri Tangtu. Tajug ini alhamdulilah sudah selesai, mewujud menjadi Bangunan Tajug dengan menggunakan biaya darei infaq sodakoh dari bapak/ibu guru keluarga besar PGRI Kabupaten Purwakarta," ujarnya.
FILOSOFI TRI TANGTU
Ia tak luput menjelaskan filosofi nama "Tri Tangtu". Menurutnya, "tri tangtu" merefleksikan tiga nilai dasar yang harus kita miliki yakni Keimanan, Keislaman dan keikhsanan.
"Iman, Islam, Ikhsan atau dalam terminologinya kang Asep Salahudin ada tiga juga yaitu Keislaman, KeIndonesiaan dan Kesundaan. Nah ini adalah symbol dari itu semuanya. Keimanan, Keislaman dan keikhsanan kita yang harus mewujud dikalangan para guru para siswa para kepala sekolah di kabupaten Purwakarta," ungkapnya.
Termasuk, ihwal kenapa mesjid dulu yang dibangun, hal demikian juga punya alasan kuat. Dia mengatakan, pertimbangannya adalah agar di area ini segera ada dinamika yang bermanfaat.
"Mengapa dibangun dulu masjid ini, tajug ini dibangun agar disini ada kehidupan, ada aktifitas, dan memanfaatkan tajug ini untuk kepentingan ibadah dan kegiatan diskusi lain. Saya berharap Tajug Tri Tangtu ini dapat digunakan oleh semua oleh Guru yang datang kesini, masyarakat setempat dan tentu harus kita jaga kebersihannya. Setelah persemian ini kita lanjutkan dengan shalat jumat bersama disini. Dengan mengucapkan bismillah hirohmanirohim Tajug Tri Tangtu ini kita Resmikan," begitu paparnya. (NC/Red)
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=Jd5kfLxKIec
Jakarta, Kemendikbudristek --- Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 21 Desember 2021 tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Sesjen Kemendikbudristek), Suharti, dalam Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun 2022, Senin, (3/1/2022). Suharti mengatakan, pemerintah berupaya memulihkan pembelajaran dengan kembali membuka sekolah secara tatap muka di semester genap tahun ajaran 2022 secara terbatas, dan tidak semua satuan pendidikan bisa menggelar PTM secara penuh (100 persen). “Ada dua fokus utama dari penyesuaian SKB 4 Menteri tahun 2022. Pertama, harus dipastikan bahwa tenaga pendidikan harus sudah tervaksinasi. Jadi kami sangat memohon kepada para guru atau tenaga pendidikan untuk segera vaksinasi agar bisa mengikuti pembelajaran tatap muka. Dengan vaksinasi, kita ingin pastikan bahwa anak-anak kita menjadi semakin aman di sekolah,” tuturnya. Dalam SKB Empat Menteri tersebut, tercantum bahwa satuan pendidikan di wilayah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 dan 2 bisa melaksanakan PTM dengan jumlah peserta didik 100 persen jika capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 80 persen. Dengan begitu, sekolah juga bisa menyelenggarakan PTM setiap hari dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari. Namun jika capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah PPKM level 1 dan 2 berada di antara angka 50—80 persen, maka satuan pendidikan di wilayah tersebut hanya diperbolehkan menyelenggarakan PTM terbatas dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. PTM terbatas di wilayah itu bisa diselenggarakan setiap hari, namun harus dilakukan bergantian sesuai dengan jadwal yang diatur sekolah berdasarkan jumlah siswa dan ketersediaan ruang kelas, dengan lama belajar maksimal enam jam pelajaran per hari. Suharti menegaskan, penetapan SKB 4 Menteri telah melalui berbagai pertimbangan yang matang demi kemaslahatan bersama, khususnya masa depan generasi bangsa. “Mudah-mudahan dengan adanya perubahan-perubahan tersebut memberikan keyakinan kepada kita semua, bahwa pembelajaran tatap muka ini dilakukan semata-mata demi kebaikan untuk semua, baik untuk guru, keluarga, maupun peserta didik,” katanya. Dalam webinar yang sama, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri, mengatakan, semua satuan pendidikan pada wilayah PPKM level 1, 2, dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas, sehingga hanya satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh. “Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi wilayah yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambahkan kriteria yang lebih berat,” ujarnya. Jumeri mengatakan, ada pengecualian dalam ketentuan mengenai pengaturan kapasitas peserta didik dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM terbatas berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan. Peraturan tersebut dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus karena kondisi geografis. Satuan pendidikan yang berada pada daerah khusus berdasarkan kondisi geografis dapat melaksanakan PTM secara penuh dengan kapasitas peserta didik 100 persen. Daerah yang masuk dalam kondisi khusus tersebut dapat dilihat pada Keputusan Mendikbudristek Nomor 160/P/2021 (https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=2413). “Secara garis besar, beberapa daerah di Indonesia sudah memasuki level 1 atau zona hijau. Sementara dari sisi persentase tenaga kependidikan yang sudah divaksinasi, data kami mencatat sebanyak 81 persen dari 4,5 juta atau sebanyak 3,606 juta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksinasi. Bahkan 72 persen atau 3,26 juta di antaranya sudah menerima vaksinasi dosis 2,” kata Jumeri. Saat ini, lanjutnya, tidak ada daerah yang masuk ke dalam level merah atau PPKM level 4. Hampir semua daerah di berbagai wilayah Indonesia masuk kategori PPKM level 1 dan level 2. Ia menjelaskan, di Pulau Jawa dan Bali, 31 persen wilayahnya sudah masuk kategori PPKM level 1, lalu 59 persen termasuk PPKM level 2, dan 10 persen sisanya adalah PPKM level 3. Sementara di Pulau Sumatera sebanyak 62 persen wilayahnya ada di zona hijau (level 1), 35 persen zona kuning (level 2), dan 4 persen di zona oranye (level 3). “Di Sulawesi, 42 persen itu berada di level 1, 46 persen di zona level 2, dan 12 persen di level 3. Sementara itu di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua didominasi berada di level 2,” ujar Jumeri. Ia juga mengimbau agar satuan pendidikan menggunakan teknologi untuk pemantauan evaluasi PTM terbatas yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), EMIS (sistem informasi data pendidikan dari Kementerian Agama), dan PeduliLindungi, termasuk penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk pengunjung dan tamu di satuan pendidikan. “Satuan pendidikan yang terbukti melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi administratif dan dibina oleh satgas penanganan Covid-19,” tegasnya. (Desliana Maulipaksi)
Batik Ecoprint SMPN 1 Bungursari
PURWAKARTA,SIDIKJARI.CO.ID,- Usai giat di SMPN 1 Pasawahan, Bupati Purwakarta melanjutkan agenda untuk menyaksikan ajang kreativitas dari para guru dan siswa di SMPN 1 Bungursari, yaitu membuat batik ecoprint.
Kerajinan batik tersebut dibuat tanpa menggunakan zat kimia. Semuanya dibuat dari bahan-bahan alami, pewarnanya juga alami. "Prosesnya luar biasa, ini adalah yang pertama di Kabupaten Purwakarta. Pemerintah akan support ini melalui Dinas Pendidikan," kata Ambu Anne.
Kedepan, kita rencanakan juga agar dibuatkan ruang produksi yang representative agar produksinya lebih banyak dan lebih maksimal.
"Tentu kita juga bantu dalam hal pemasarannya melalui Galeri Menong dan juga gerakan-gerakan kita dalam upaya pemulihan ekonomi daerah. Terimakasih kepada para guru, tutor, kepala sekolah dan tentu saja Dinas Pendidikan yang telah menghasilkan industri kreatif yaitu batik ecoprint di SMPN 1 Bungursari," kata Ambu Anne.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H Purwanto mengatakan bahwa batik ecoprint adalah salahsatu produk hasil implementasi program Tatanen di Bale Atikan.
Menurutnya, melalui program ini, Disdik mendorong setiap sekolah mempunyai keunikan dan keunggulan masing-masing sesuai potensi yang dimiliki oleh sekolah.
"Hal demikian tidak lepas dari visi Sekolah Merdeka berkreasi dan produksi, selain menyadarkan kesadaran hidup ekologi, Program Tatanen di Bale Atikan berorientasi pada bagaimana siswa kita kreatif dan produktif disekolahnya masing-masing. Hari ini kita menyaksikan betapa hebatnya SMPN 1 Bungursari," ucapnya.
sumber : https://www.sidikjari.co.id/2022/01/batik-ecoprint-smpn-1-bungursari.html