KATA PENGANTAR

 

Firman Allah telah menyebutkan orang yang berilmu akan diangkat beberapa derajat, bagaimana caranya ? Apakah menjadi berilmu dan berderajat adalah sesuatu yang bisa datang tiba-tiba? Tentu tidak. Jawabannya adalah : belajar, belajar dan hanya dengan belajar manusia akan terangkat kederajatannya.

 

            Pendidikan generasi muda dalam membentuk sumber daya manusia yang potensial merupakan kunci utama kemajuan suatu bangsa. Inti pendidikan itu sendiri pada dasarnya adalah proses alih informasi dan nilai‑nilai yang ada. Selama proses ini terjadi, pengalaman dan penalaran pengambilan keputusan seseorang akan bertambah baik. Hasil akhir suatu proses pendidikan adalah terbentuknya seseorang yang mampu berdiri sendiri, bekerja dan tak pernah berhenti untuk belajar serta mengembangkan apa yang telah diperolehnya. Proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan secara umum melibatkan empat buah komponen utama, yaitu murid, "guru", lingkungan belajar dan materi pelajaran.  Keempat komponen ini mempengaruhi murid dalam mencapai tujuan belajarnya. Tentunya setiap murid mempunyai berbagai tingkat kemampuan yang berlainan ditinjau dari aspek daya tangkap, pengetahuan yang dimilikinya dalam bidang yang akan dipelajari (prior knowledge), motivasi belajar, ketrampilan belajar (learning skill), tujuan untuk belajar, dll.

 

Pendidikan formal adalah sarana untuk belajar yang efektif sampai kapanpun. Sarana pendidikan sangat penting untuk dapat mendidik manusia berpikir bening dan jernih, utuh untuk kepentingan dunia dan akhirat.

 

Fenomena globalisasi secara perlahan namun signifikan menimbulkan banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Globalisasi tersebut membawa tantangan-tantangan baru bagi semua bangsa di dunia. Kemajuan, keterbukaan, harapan dan keprihatinan yang berbeda-beda bermunculan, terutama mengenai pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Dalam situasi antara harapan dan tantangan ini, eksistensi dan peranan sekolah semakin aktual patut dicermati. Permasalahan utamanya adalah sejauh mana sekolah di Indonesia mengantisipasi datangnya globalisasi. Antisipasi itulah yang merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu institusi sekolah melahiran generasi-generasi penerus yang handal, sesuai visi SMP Negeri 1 Sambit yaitu Berkualitas berwawasan IMTAQ, IPTEK dan SENI.

 

Seperti dua buah mata pisau, guru adalah sosok yang menempati posisi paling strategis dalam dunia pendidikan. Bagaimanapun guru adalah profesi yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik. Seperti pepatah jawa yang menyebutkan bahwa guru mengandung makna Digugu lan Ditiru (Ind. : Diikuti kata-katanya dan diteladani perilakunya). Guru yang menghantarkan peserta didik dengan sentuhan-sentuhan insaninya untuk mencerdaskan akal, mental dan kepribadiaannya ke arah pengembangan berbagai kemampuan yang terkandung dalam tujuan pendidikan. Oleh sebab itu keberadaan guru dalam sistem pendidikan merupakan bagian inti yang tidak tergantikan oleh media pendidikan termodern sekalipun. Hal ini sama signifikannya dengan anonim kata “pengajar” dan “pendidik”.

 

Demikian strategisnya posisi guru, sehingga bukan hanya sebagai tolok ukur kualitas dan kompetensi pendidikan, tetapi juga sebaliknya bila guru berperilaku menyimpang sedikit saja, maka banyak pihak yang menyorotinya. Guru tidak dianggap sebagai unit personal tetapi merupakan satu kesatuan, sehingga tindakan seorang guru akan menjadi acuan masyarakat untuk menilai semua guru di dunia. Perspektif masyarakat seperti iniah yag menuntut guru untuk mempunyai komitmen yang besar terhadap tugasnya, berdedikasi tinggi, memiliki pengetahuan, persepsi, wawasan, dan sikap yang tepat terhadap pendidikan dan peserta didik serta menguasai materi, menguasai metodologi pembelajaran, penguasaan media atau alat peraga, pengelolaan kelas, teknik-teknik evaluasi, dan layanan pembelajaran remedial, serta mampu menjadi suri teladan bagi para siswa di lingkungannya.

 

Begitu besarnya tanggungjawab seorang guru menanggung predikat  Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan selalu mengingat pepatah “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”. Semua terbayar lunas ketika peserta didiknya menjadi besar, berguna dan bersahaja.

 

 

JAYALAH INDONESIAKU .. !!