Tujuh Poe Atikan Purwakarta Istimewa:
SENIN : Melaksanakan Upacara Bendera dengan durasi 60 menit sebagai wujud “Ajeg Nusantara”;
SELASA : Literasi bahasa inggris dan tampilan kreasi seni internasional dengan durasi 40 menit sebagai wujud “Mapag Buana”;
RABU : Literasi Bahasa sunda dan kreasi seni budaya sunda dengan durasi 40 menit sebagai wujud “Maneuh Di Sunda”;
KAMIS : Secara terjadwal penyampaian materi berkaitan dengan Anti Korupsi, Sekolah Ramah Anak, Tatanen di Bale Atikan dan AKPK dengan durasi 40 menit serta pengumpulan dan pembagian Beas Kaheman sebagai wujud “Nyanding Wawangi”;
JUMAT : Secara bergilir setiap kelas menampilkan kreasi seni Islami dilanjutkan dengan Kuliah Jumat Pagi atau Doa Bersama dan diakhiri dengan Sholat Dhuha Bersama dengan durasi 60 menit sebagai wujud “Nyucikeun Diri”
Hari Sabtu dan Minggu Siswa “Betah di Imah”
Siswa ditugaskan untuk menuliskan kegiatan bersama keluarganya yang paling berkesan dalam bentuk buku harian (diary)
Program Pendidikan Anti Korupsi bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini. Program ini memberikan pemahaman dasar tentang apa itu korupsi, dampaknya terhadap masyarakat, dan pentingnya mencegah perilaku koruptif. Melalui berbagai metode seperti diskusi, permainan edukatif, dan studi kasus, siswa diajak untuk mengenali bentuk-bentuk korupsi dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong sikap anti korupsi dalam perilaku mereka di sekolah dan lingkungan sekitar. Program ini dilaksanakan khususnya pada kegiatan pembiasaan di hari kamis secara berkala dan terjadwal dan juga terintegrasi pada mata pelajaran pendidikan pancasila dan pendidikan agama dan budi pekerti.
Program Sekolah Ramah Anak adalah inisiatif yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan fisik, mental, serta emosional siswa. Program ini menitikberatkan pada perlindungan hak-hak anak, menghindari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak adil. Sekolah Ramah Anak mendorong partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan iklim sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Program TdBA (Tatanen di Bale Atikan) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang teknik bertani dan pengolahan hasil pertanian, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dalam program ini, siswa terlibat langsung dalam praktik bertani, mulai dari penanaman hingga perawatan tanaman dan panen. Selain belajar keterampilan pertanian, siswa juga diberikan pemahaman tentang ekosistem, keberlanjutan, dan dampak positif pertanian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun rasa cinta dan tanggung jawab siswa terhadap alam, serta mendorong mereka untuk menerapkan prinsip-prinsip lingkungan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai ajaran agama yang mereka anut, termasuk pengetahuan tentang kitab suci masing-masing. Melalui program ini, siswa diajarkan nilai-nilai spiritual, etika, dan moral yang terkandung dalam ajaran agama, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. AKPK juga mendorong siswa untuk lebih menghargai perbedaan agama dan keyakinan serta menumbuhkan sikap toleransi dan harmoni antarumat beragama di lingkungan sekolah dan masyarakat.