Video diatas merupakan praktik segitiga restitusi seorang guru kepada muridnya.
Dikutip dari buku Bunga Rampai: Paradigma Merdeka Belajar dan Pembelajaran Bahasa Jerman Pascapandemi terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia (2024:128—129), Segitiga Restitusi adalah sebuah strategi yang dapat dilakukan sebagai proses menciptakan kondisi menuntun siswa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.
Dengan pendekatan ini, murid yang berbuat salah akan diajak refleksi oleh guru. Disana akan terjadi dialog dengan pertanyaan-pertanyaan guru kepada murid tentang hal yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka menjadi pribadi lebih baik dan menghargai dirinya sendiri.
Dengan penerapan segitiga restitusi, siswa diharapkan bisa kembali ke kelompok mereka dalam kondisi sudah memiliki karakter yang kuat dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Tak hanya itu saja, penerapan segitiga restitusi mampu mengurangi praktik memberikan hukuman, menghakimi bahkan pemberian imbalan bagi peserta didik.