Home > Berita Terkini
Home > Berita Terkini
Gambar : ULCC Media Information
Karawang, 8 Juli 2024 – Unsika Languages and Cultures Club sukses menyelenggarakan Fun Sharing Session (FSS) Batch pertama mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendalami bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Korea, serta memahami budaya dari negara-negara tersebut dan juga budaya Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai jurusan di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Pembelajaran bahasa Inggris dalam FSS kali ini meliputi beberapa topik penting. Pada sesi "Introduction To Speech," peserta diajak untuk memahami materi dasar mengenai pidato, yang kemudian dilanjutkan dengan "Part of Speech." Dalam sesi ini, mereka belajar menyusun dan membuat pidato berbahasa Inggris dengan tata bahasa dan struktur kalimat yang benar. Selain itu, sesi "Reading Comprehension" membantu peserta meningkatkan kemampuan membaca artikel, buku, dan tulisan berbahasa Inggris lainnya dengan lancar. Kegiatan ini ditutup dengan "Watching and Movie Review," di mana peserta belajar memahami konten berbahasa Inggris melalui film.
Pembelajaran bahasa Korea dalam FSS juga sangat menarik. Peserta mempelajari struktur kalimat dasar dan latihan membaca bahasa Korea, termasuk penggunaan partikel penting seperti 은/는, 이/가, dan 을/를. Sesi berikutnya fokus pada tata bahasa kalimat saat ini dan lampau, serta bagaimana membuat kalimat dalam berbagai bentuk masa depan dan sedang berlangsung. Hal ini memberikan dasar yang kuat bagi peserta untuk menguasai bahasa Korea dengan baik.
Sementara itu, pembelajaran bahasa Jepang dibagi menjadi dua kelas, yaitu N5 dan Kana. Di kelas N5, peserta belajar tentang perubahan kata kerja seperti Tai, Te, dan Kudasai, serta penggunaan Shuujoshi. Mereka juga mempelajari keterangan waktu, ginmoshi (kata tanya), dan kata petunjuk (KoSoADo), serta melakukan latihan Bunpou dan Choukai. Pembelajaran di kelas ini ditutup dengan ujian akhir untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Di kelas Kana, peserta fokus pada pembelajaran Katakana, mulai dari part 1 (a-ha), part 2 (ma-n), hingga dakuten, handakuten, dan Yoon. Ujian akhir diadakan untuk menentukan kelayakan peserta mengikuti kelas N5.
Selain bahasa, FSS juga menyoroti kebudayaan dari berbagai negara. Peserta diajak mempelajari kebudayaan Indonesia melalui sesi tentang Baju Adat Nusantara dan melukis batik. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga praktek langsung melukis batik, yang memberikan pengalaman hands-on yang berharga. Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang sangat tertarik dengan kekayaan budaya Indonesia.
Kebudayaan Inggris juga menjadi fokus dalam FSS kali ini. Peserta belajar tentang Tari Morris, sebuah tarian tradisional Inggris yang penuh dengan sejarah dan makna. Mereka diajak untuk memahami gerakan dan makna di balik tarian ini, serta berpartisipasi dalam praktek menari. Selain itu, mereka juga mempelajari tentang acara penobatan kerajaan Inggris, yang merupakan salah satu tradisi penting dalam budaya Inggris.
Pembelajaran kebudayaan Jepang mencakup materi dan praktek origami, seni melipat kertas yang sangat populer di Jepang. Peserta belajar tentang sejarah dan teknik dasar origami, serta mencoba membuat berbagai bentuk origami. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan tangan peserta, tetapi juga mengajarkan kesabaran dan ketelitian. Peserta sangat menikmati sesi ini dan banyak yang tertarik untuk terus mempelajari seni origami.
Dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif, Fun Sharing Session Batch pertama dari Unsika Languages and Cultures Club berhasil memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berharga bagi para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan, memberikan kesempatan bagi lebih banyak mahasiswa untuk mengenal dan mendalami bahasa serta budaya asing.