Khasiat
Meningkatkan fungsi pencernaan, Osteoartritis, Antikanker, Temulawak membantu meningkatkan fungsi ginjal, Mengeluarkan toksin dalam tubuh, Membantu proses pemulihan luka, Manfaat temulawak dalam meningkatkan metabolisme tubuh, Obat alami untuk gejala asma, Membantu meredakan gejala sakit ginjal, Mengatasi penyakit bisul, Membantu mengatasi mual, Mengurangi kelelahan otot, Bekerja sebagai antioksidan
Kandungan
Protein, kurkumin, serat, dan mineral. Selain itu, tanaman herbal ini juga mengandung tiga senyawa aktif, yaitu germakron, seskuiterpen d-kamper, turmeron, dan p-toluilmetilkarbinol.
Cara mengolah
Jamu temulawak
Bahan yang dibutuhkan:
25 gram rimpang temulawak sudah dipotong-potong
660 ml air
1 sendok teh (5 ml) madu
Cara membuat:
Bahan dihaluskan atau diiris
Rebus potongan rimpang temulawak dengan 3 gelas air (600 ml)
Rebus hingga menjadi ukuran satu gelas
Dinginkan air rebusan, kemudian saring
Tambahkan madu sebagai pemanis dan minum selagi hangat
Teh temulawak
Bahan:
1-2 sendok teh (5-10 gram) bubuk temulawak atau temulawak yang sudah dihancurkan
220 ml air panas
Bubuk kayu manis
Cara:
Seduh serbuk temulawak dengan 1 cangkir (220 ml) air mendidih
Diamkan sesaat untuk mendingan
Kemudian disaring untuk menghilangkan ampas
Tambahkan sejumput bubuk kayu manis dan madu sebagai pemanis
Minum perlahan-lahan selagi hangat
Tonik temulawak
Bahan:
1 sendok makan (10 gram) temulawak parut atau bubuk temulawak
1 sendok makan jahe parut atau bubuk jahe
700 ml air
1 buah lemon, peras sari buahnya
Sejumput lada hitam yang sudah dihancurkan
Madu sesuai selera
Cara Budidaya
Berikut tahapan budidaya temulawak yang mudah bagi pemula:
Pembibitan
Rimpang induk merupakan rimpang cadang yang digunakan berumur 10-12 bulan. Rimpang yang dibuat menjadi bibit dibelah menjadi 4 bagian dan dijemur 4-6 hari dengan waktu 3-4 jam/ harinya.
Diamkan di tempat lembab selama 1-2 bulan hingga tumbuh tunas dan siap untuk ditanam
Persiapan lahan tanam
Temulawak tumbuh di daerah dengan ketinggian berkisar antara 5 mdpl hingga 1000 mdpl, dengan suhu berkisar antara 19°C hingga 30°C.
Lahan yang dipersiapkan 30 hari sebelum penanaman dengan pupuk kandang. Buatlah dengan jarak tanam 30×40 cm dan kedalaman lubang 60 cm dan benih akan siap dimasukkan dalam lobang.
Penanaman
Penanaman baik dilakukan pada awal musim hujan, masukkan 1 bibit temulawak dengan posisi mata tunas menghadap ke arah atas, lalu timbun dengan tanah
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi atau sore hari
Pemupukan dilakukan setelah penanaman menggunakan pupuk SP36 dan KCL dosis yang telah ditentukan agak tanaman tetap ternutrisi.
Penyulaman dilakukan ketika tanaman ada yang mati
Penyiangan dilakukan 2-4 bulan untuk menghindari pertumbuhan gulma disekitar tanaman
Pengendalian hama dan penyakit menggunakan insteksida dan fungisida sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman
Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah berumur 9 – 10 bulan setelah penanaman. Ciri-ciri temulawak yang siap panen yaitu rimpangnya besar berwarna kuning kecoklatan dan daunnya menguning serta kering.
Sumber