Khasiat
Mengobati diare
Khasiat ini bisa didapat berkat sifat antimikroba yang dimilikinya, sehingga dapat melawan mikroba penyebab diare. Menurut penelitian tersebut, penggunaan ekstrak etil asetat daun Blumea balsamifera dengan dosis 250 mg/kg berat badan dapat memberikan efek antidiare pada tikus.
Mengobati batu ginjal
Menurut Jurnal Asian Journal of Urology, ekstrak daun Blumea balsamifera ditemukan dapat membantu mengecilkan ukuran kristal kalsium oksalat serta mencegah pembentukannya.
Menurunkan demam
Khasiat ini bisa didapat berkat ekstrak methanol yang didapat dari daun ini yang diyakini dapat menurunkan suhu tubuh.
Mempercepat penyembuhan luka
Daun Blumea balsamifera dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka eksisi di kulit. Luka eksisi adalah jenis luka yang terjadi karena terpotongnya jaringan oleh benda yang tajam. Khasiat ini bisa didapat berkat kandungan total flavonoid yang ada di dalamnya. Glikosida flavonoid dalam daun ini disebut memiliki efek terapeutik dalam menyembuhkan luka dengan menginduksi neovaskularisasi.
Mengurangi nyeri haid
Efek anti-inflamasi yang dimiliki daun ini diyakini dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan rasa nyeri tersebut. Selain itu, daun yang satu ini pun disebut dapat membantu mengatasi masalah menstruasi lainnya, seperti haid tidak teratur atau perdarahan haid yang berlebihan (menorrhagia).
Mengobati rematik Efek
Efek ini dapat membantu meredakan inflamasi atau peradangan pada penderita rematik sehingga rasa nyeri yang dialaminya bisa berkurang.
Mengatasi hipertensi
Studi pada hewan menemukan fakta bahwa penggunaan ekstrak etanol daun sembung dapat mencegah peningkatan tekanan diastolik dan sistolik. Bahkan, disebutkan bahwa kemampuan ekstrak daun ini setara dengan propranolol, yaitu obat golongan beta blocker yang sering digunakan untuk mengatasi hipertensi.
Kandungan
Borneol, caryophylle, ledol, tetracyclo, alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, dihidroflavon, monoterpen, sesquiterpen, dan triterpen.
Cara Mengolah
Air rebusan atau teh herbal
Ambil satu genggam daun. Cuci bersih.
Rebus daun dengan tiga gelas air hingga mendidih dan kira-kira menjadi satu setengah gelas.
Lalu saring dan ambil airnya.
Tambahkan madu untuk menutupi rasa pahit yang dimiliki daun ini.
Ramuan teh herbal ini bisa Anda minum 3 kali sehari setengah gelas untuk mengobati diare, sakit perut, atau masalah kesehatan lainnya.
Air rebusan daun ini (tanpa madu) juga bisa dibasuh ke badan, muka, kaki, dan tangan, untuk menurunkan demam.
Tapal
Ambil beberapa daun, kemudian cuci bersih.
Tumbuk daun hingga menjadi halus.
Oleskan tapal daun (yang sudah ditumbuk) ke dahi dan pelipis.
Cara Budidaya
Pembibitan
Sembung (Blumea balsamifera) dikembangbiakkan dengan menggunakan benih biji atau siwalan (bassal cuttingatau root cutting). Pemberian air dilakukan dengan teratur namun tidak terlalu banyak. Benih biji memiliki tingkat perkecambahan 95% dan menurun 10% ketika disimpan selama 12 bulan (Alonzo, 1999)
Pemilihan lokasi tanam
Lokasi yang baik adalah tanah yang agak lembab dan tidak terlalu kering serta sedikit terbuka. Sembung tidak terlalu tahan terhadap kekeringan. Bidang tanah dibuat dengan ukuran 0.5-10 m ×1-1.50 m (De Guzman, 2014)
Penanaman
Setelah 2 minggu, tanaman bisa dipindahkan untuk ditanam pada tempat yang mendapatkan cahaya matahari optimal. Penyiraman penting dilakukan untuk menjaga kelembaban lahan.
Pemeliharaan
Secara umum sembung memerlukan penyiangan. Proses penyiangan yang baik adalah dengan menghilangkan tuntas gulma, bukan hanya memotong gulma.
Produktivitas
Di Vietnam, dapat dihasilkan daun sembung sebanyak 50 ton/ha, yang dapat menghasilkan 50-200 borneol (Alonzo, 1999).
PANEN DAN PASCA PANEN
Bagian Tanaman yang Digunakan
Daun dan batang
Waktu panen
Di China, Jiang et al (2014 )melaporkan bahwahasil panen dan esktraksi sembung meningkat secara tajam bila dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember. Sedangkan peneitian Isnawati et al (2006) tentang standarisasi simplisia dan ekstrak etanol daun Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia Ke-50, Samarinda, 20 – 21April 2016 21 sembung dari Malang, Tawangmangu, dan Bogor menjelaskan bahwa pemanenan Blumea balsimefera dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus di musim kemarau.
Cara Panen
Panen bisa dilakukan dengan cara mengangkat seluruh bagian tanaman ataupun hanya daunnya saja. Pemanenan bisa dilakukan 4 kali selama satu tahun. Pemanenan daun lebih baik dilakukan jika daun sudah tua karena memiliki kandungan senyawa aktif optimal.
Pengelolaan Paska panen
Untuk konsumsi lingkup keluarga, daun yang sudah dipanen dibersihkan dengan air bersih lalu digunakan untuk obat baik direbus lalu diminum ataupun untuk obat luar. Sedangkan untuk kepentingan komersial, daun dikeringkan di bawah sinar matahari dan mendapat ventilasi yang cukup.
Penyimpanan
Disimpan dalam wadah yang bersih, kedap air dan tertutup rapat, di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahari
Sumber