Khasiat
Khasiat yang dimiliki bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) yaitu sebagai diuretik dan koleretik, membantu melancarkan peredaran darah, menurunkan kekentalan darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus, anti infeksi bakteri, memperlambat pertumbuhan jamur/ bakteri/ parasit, kram otot, mencegah pembentukan batu ginjal, serta meningkatkan daya tahan tubuh. (Suryani, 2004)
Kandungan
Gassypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin.
Cara Mengolah
Teh Rosella
Petik bunga Rosella yang sudah mekar
Cuci bunga Rosella dengan air hingga bersih.
Rebus Rosela dengan air mendidih hingga berwarna kemerahan
Setelah berwarna kemerahan, angkat dan tuangkan dalam gelas
Untuk mengurangi rasa asam pada rosella, kamu dapat menambahkan madu atau gula sesuai selera
Teh rosella dapat dinikmati.
Teh kering rosella
Ambil bunga Rosella yang sudah kering
Masukan bunga ke dalam gelas
Tuangkan air panas
Tutup gelas dan tunggu selama 5 sampai 15 menit hingga warnanya berubah
Tambahkan gula sesuai dengan selera (opsional)
Teh rosela kering siap dinikmati.
Cara Budidaya
Persiapan Lahan
Persiapan lahan untuk menanam rosella sama seperti tanaman tahunan lainnya. Sebelum dilakukan penanaman, lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Agar perakaran dapat berkembang dengan baik dilakukan pengolahan tanah yang agak dalam. Jika benih langsung ditanam, lubang tanaman dapat dibuat langsung pada saat tanam dengan menggunakan tugal yang terbuat dari kayu bulat berdiameter 20 cm. Tanah dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Lahan dilarik dengan jarak antar larik 1,5 m. Dibuat alur atau bedengan setinggi 15-20 cm.
Persiapan bahan tanaman
Rosella dapat dibiakkan dengan cara vegetatif (setek batang) atau cara generatif (biji). Namun perbanyakan tanaman rosella merah biasanya dilakukan secara generatif dengan biji. Untuk mempercepat perkecambahan, biji rosella direndam terlebih dahulu dengan air selama 24 jam kemudian baru dipilih biji yang tenggelam untuk ditanam.
Pembibitan
Benih rosella merah dapat langsung ditanam di lapangan atau dipindahtanamkan. Pada sistem penanaman langsung, benih ditanam 2 - 3 butir per lubang tanam sedalam 0,5 cm. Setelah bibit berdaun 2-4 helai, dilakukan penjarangan dengan memilih satu tanaman yang menunjukkan pertumbuhan terbaik.
Penanaman di polybag
Selain ditanam di lapangan, dalam skala kecil rosella dapat pula ditanam di polibag besar (paling sedikit menggunakan 10 kg media tanam). Media tanam yang dipakai dapat berupa campuran tanah dengan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 4:1. Penanaman di polibag memiliki produktivitas lebih rendah daripada ditanam di lapangan.
Jarak tanam
Tanaman rosella yang ditanam dengan jarak yang rapat menyebabkan tanaman saling menaungi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih tinggi, tetapi produksi kelopak per tanaman menurun. Cabang-cabang yang saling menaungi akibat jarak tanam yang terlalu rapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal dengan diameter cabang dan ukuran kelopak bunga lebih kecil serta warna kelopak lebih pucat. Sedangkan cabang bagian atas yang terkena cahaya matahari penuh tidak mengalami gangguan seperti disebutkan di atas.
Pemupukan
Pupuk yang digunakan untuk rosella bervariasi antara daerah dan negara. Rosella sangat responsif terhadap pemberian nitrogen. Pupuk N berpengaruh pada fase awal pertumbuhan rosella karena Nitrogen berperan mendorong pertumbuhan vegetatif, yang berkolerasi dengan produksi kelopak bunga. Namun, pemberian pupuk amonia yang berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif menjadi pesat, tetapi produksi buah menurun. Dosis pupuk Nitrogen dan Kalium mempengaruhi kandungan antosianin, vitamin C dan karbohidrat kelopak bunga. Pupuk P selain mempengaruhi pertumbuhan akar juga mendorong pembentukan bunga.
Pemangkasan
Pemangkasan ditujukan untuk menghilangkan dominansi apikal (pengaruh penghambatan ujung pucuk terhadap pertumbuhan tunas dibawahnya), sehingga akan mendorong pertumbuhan tunas lateral (cabang) ke samping. Jumlah cabang yang banyak akan meningkatkan jumlah daun yang tumbuh. Bunga rosella tumbuh pada ketiak daun, sehingga jumlah daun per tanaman yang besar akan semakin meningkatkan produksi kelopak bunga. Peningkatan jumlah bunga akan menaikkan jumlah kelopak bunga dan biji per hektar. Selain itu pemangkasan akan menghasilkan tanaman yang kompak dengan percabangan yang banyak sebagai tempat tumbuhnya bunga. Untuk meningkatkan produksi kelopak, pemangkasan dapat dilakukan pada umur 2 bulan setelah tanam.
Pengendalian hama
Sebagai kompetitor cahaya, air dan hara, gulma perlu dikendalikan, terutama pada fase awal pertumbuhan vegetatif atau umur satu bulan setelah tanam. Pada fase awal penanaman, rosella tumbuh relatif cepat. Setelah berumur lebih dari 60 hari, rosella tumbuh dengan lambat dan mulai membentuk kelopak serta bakal biji. Karena itu, lahan perlu disiangi sampai umur 6-7 minggu setelah tanam. Hama tanaman utama yang menyerang rosella adalah nematoda (Heterodera radicicola) yang menyerang batang dan akar, sementara hama lainnya adalah belalang yang biasa menyerang daun rosella (Gunawan, 2009).
Sumber