Khasiat
Mengobati penyakit kurap, panu, sakit perut, rematik, sakit limpa, bronkitis, morbili (infeksi virus kulit akut)
Kandungan
Minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, kristal kuning.
Cara Mengolah
1. Rematik
Bahan-bahan:
3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari
0,5 sendok teh bubuk
merica secukupnya
1 potong gula merah
2 gelas air santan kelapa.
Cara membuat dan menggunakan resep:
semua bahan tersebut direbus bersama-sama hingga airnya tersisa 1 gelas
minum sedikit demi sedikit
lakukan selama 1 minggu secara teratur.
2. Sakit Limpa
Bahan-bahan:
2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari
3 rimpang umbi
temulawak sebesar ibu jari
1 genggam daun meniran.
Cara membuat dan menggunakan resep:
rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa satu gelas
diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi, dan sore.
3. Membangkitkan Nafsu Makan
Bahan-bahan:
1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari;
3 buah mengkudu mentah;
0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari;
0,5 sendok teh;
bubuk ketumbar;
1 sung bawang putih;
3 mata buah asam jawa yang masak;
1 potong gula merah
jakeling
jalawe
jarahab.
Cara membuat dan menggunakan resep:
cuci bersih semua bahan
rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
minum 2 kali sehari dengan takaran 0,5 gelas, pagi, dan sore.
4. Bronkitis
Bahan-bahan:
rimpang umbi lengkuas
temulawak sebesar ibu jari
keningar
1 genggam daun pecut kuda
0,5 genggam daun iler
daun kayu manis secukupnya.
Cara membuat dan menggunakan resep:
cuci bersih semua bahan
tumbuk halus
rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih
minum 2 kali sehari, pagi, dan sore.
5. Morbili (Infeksi Virus Kulit Akut)
Bahan-bahan:
4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari
1 sendok teh
minyak kayu putih
2 sendok teh minyak gondopuro.
Cara membuat dan menggunakan resep:
parut halus umbi lengkuas
campur dengan bahan lainnya sampai halus
pakai untuk obat luar sebagai olesan atau baluran pada kulit yang terinfeksi.
6. Panu
Bahan-bahan:
rimpang umbi lengkuas; dan
kapur sirih secukupnya.
Cara membuat dan menggunakan resep:
kedua bahan ditumbuk sampai halus;
gosokkan dan diamkan selama 30 menit pada kulit yang terdapat panu setiap pagi dan sore.
Cara Budidaya
Penyiapan Bibit
Perbanyakan yang umum dilakukan secara vegetatif dengan potongan rimpang yang sudah tua dan bertunas atau rimpang anakan. Rimpang tersebut kemudian dipotong menjadi beberapa ruas yang masing-masing ruas memiliki 2-3 tunas. Penyemaian pada peti kayu, rimpang lengkuas yang baru dipanen, dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Selanjutnya, patahkan rimpang tersebut dengan tangan, setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 10 menit kemudian dikeringkan.
Setelah itu, dapat disemai dalam peti kayu, caranya mula-mula pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian diatasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya. Setelah 2-4 minggu di persemaian peti kayu, bibit tersebut sudah bisa dipindahkan atau ditanam di lahan budidaya.
Penyiapan lahan
pengolahan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm. Tujuan pengolahan tanah untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu, tanah yang akan digunakan untuk budidaya lengkuas ini dibiarkan 2-4 minggu supaya gas-gas beracun menguap sekaligus membuat bibit penyakit dan hama mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan pertama dirasakan belum gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanah dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500 – 2.500 kg/ha.
Pola Tanam dan Penanaman
Penanaman lengkuas sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. Pembudidayaan lengkuas sebaiknya dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman lain. Sebelum tanam, di atas bedengan dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk menanam bibit lengkuas. Cara menanamnya, mula-mula letakkan bibit rimpang lengkuas secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan, kemudian ditutup dengan tanah.
Pemeliharaan tanaman
a. Pengairan atau Penyiraman
Diusahakan penanamannya pada awal musim hujan sekitar bulan September. Pengairan atau penyiraman hanya diperlukan apabila kondisi tanah kering dan musim kemarau.
b. Penyulaman
Sekitar 2-3 minggu setelah tanam perlu dilakukan pengecekan untuk mengamati rimpang atau bibit yang mati. Penyulaman dilakukan bila terdapat bibit yang mati.
c. Penyiangan
Kegiatan penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman lengkuas berumur 2-4 minggu, kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali, tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. Namun setelah berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.
d. Pembumbunan
Tanaman lengkuas memerlukan tanah yang peredaran udara dan airnya baik, sehingga tanah perlu digemburkan. Disamping itu, tujuan pembumbunan adalah untuk menimbun rimpang yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman lengkuas masih muda, cukup tanah dicangkul tipis disekeliling rumpun dengan jarak sekitar 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembumbunan akan berbentuk guludan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali pembumbunan pada waktu tanaman berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu. Pada umumnya pembumbunan dilakukan 2-3 kali selama budidaya tanaman lengkuas, tegantung kondisi tanah dan banyaknya hujan.
e. Pemupukan
Pemakaian pupuk kompos dapat dilakukan dengan cara mengisi tiap-tiap lubang tanam di awal pertanaman sebanyak 0,5 – 1,0 kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan dan 8-10 bulan. Takaran pupuk sisipan yang diberikan sebanyak 2-3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembumbunan.
Bila menerapkan pemupukan konvensional atau non organik, selain pupuk dasar pada awal penanaman, perlu diberikan pupuk susulan kedua pada saat tanaman berumur 2-4 bulan. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan yang terdiri atas Urea 20 gram/rumpun, TSP atau SP-36 10 gram/rumpun dan ZK 10 gram/rumpun serta KCL 112 kg/ha pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan dilakukan dengan cara ditebar secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur atau dimasukkan ke dalam tugal di sela-sela tanaman lengkuas.
f. Pengendalian Hama dan Penyakit
Bila ditemukan serangan hama dan penyakit cukup berat dapat dilakukan penyemprotan pestisida. Penyemprotan ini sebaiknya dilakukan mulai saat penyimpanan bibit sebelum disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan tanaman.
Pemanenan
Rimpang lengkuas sudah daat dipanen bila ditandai dengna berakhirnya pertumbuhan vegetatis, seperti daun yang menunjukkan gejala kelayuan secara fisiologis. Pada keadaan ini rimpang elah berukuran optimal dan umur di lahan sekitar 10-12 bulan