Khasiat
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam mencegah maupun mengobati berbagai penyakit seperti memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik), mengobati rematik, batuk, encok, masuk angin, sembelit, batu ginjal, kencing manis, dan albuminuria. Kumis kucing juga memiliki beberapa aktivitas biologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, antikanker, diuretik, hepatoprotektif, antihipertensi, antibakteri, dan antidiabetes (Rafi et al. 2021).
Kandungan
Metabolit bioaktif yang terkandung dalam kumis kucing seperti metabolit dari golongan monoterpena, diterpena, triterpena, saponin, asam organik, dan flavonoid
Cara Mengolah
Jamu Kumis kucing untuk menyembuhkan gatal akibat alergi
Bahan:
½ genggam kumis kucing
Meniran
Sambiloto
2 Ruas jari temulawak
4 gelas air
note: campuran toga lain optional sesuai selera dan manfaat kesehatan yang diinginkan
Prosedur pembuatan:
Merebus setengah genggam kumis kucing bersama dengan meniran dan sambiloto. Ditambah dengan 4 gelas air dan 2 jari temulawak lalu rebus sampai mendidih. Saring ampasnya dan jamu herbal ini bisa diminum sehari dua kali untuk mengurangi gatal akibat alergi.
Cara Budidaya
Menyiapkan Bibit Kumis Kucing
Memperbanyak bibit kumis kucing dilakukan dengan melakukan stek batang (perbanyakan vegetatif). Menggunakan batang yang tumbuh subur, sehat, dan normal. Potong batang yang sudah dipilih dengan panjang 15-20 cm dan berbuku 2-3.
Menanam dengan benih kumis kucing yang disemai atau langsung ditanam. Jika ingin menyemai bibit, buatlah jarak tanam sebesar 10x10 cm dan ditanam pada kedalaman 20 cm. Jangan lupa untuk membuang sebagian daun kumis kucing saat memotong batangnya agar dapat mengurangi penguapan air.
Menyiapkan Media Tanam/Lahan Tanam Pastikan sudah membersihkan tanah yang akan ditanami dari gulma dan tanaman pengganggu yang lainnya. Campurkan juga tanah yang sudah ada di dalam pot/polybag dengan pupuk dengan perbandingan 1:1. Tanamlah bibit kumis kucing pada kedalaman 5cm secara tegak lurus. Jangan lupa juga untuk memadatkan tanah di sekitar bibit kumis kucing. Lakukan juga penyiraman pada tanah agar celah pada tanah bisa padat.
Merawat Kumis Kucing lakukanlah penyiraman agar nutrisi tanaman tercukupi. Untuk tanaman kumis kucing, bisa melakukan penyiraman sebanyak 2x dalam sehari. Tanaman ini juga bisa tumbuh langsung di bawah paparan sinar matahari. Rutinlah membersihkan gulma dan tanaman pengganggu lainnya di sekitar tanaman. Biasanya, kumis kucing bisa dipanen setelah 1 bulan penanaman. Apabila tanaman sudah terlihat rimbun, bisa mengurangi intensitas penyiraman. Yang pasti, jangan sampai tanah menjadi kering dan dehidrasi. Tanaman kumis kucing yang siap panen bisa ditandai dari belum adanya tangkai bunga serta tinggi tanaman yang sudah mencapai 50 cm.
Sumber
https://umsu.ac.id/berita/manfaat-tanaman-kumis-kucing-bagi-kesehatan/
Rafi, M., Sakinah W, N., Wahyuni, W. T., Arif, Z., & Heryanto, R. (2021). Autentikasi Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus) Menggunakan Kombinasi Spektrum Ultraviolet-Tampak Dan Partial Least Square Regression. Indonesian Journal of Chemometrics and Pharmaceutical Analysis, 1(2), 93-101. https://doi.org/10.22146/ijcpa.890