Khasiat
Melancarkan proses pencernaan, impoten, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, rematik, sakit pinggang, masuk angin, bronchitis, nyeri lambung, nyeri otot, vertigo, mual saat hamil, osteoarthritis, rasa sakit saat menstruasi, kadar kolesterol jahat dan trigliserida darah tinggi, kanker, sakit jantung, fungsi otak terganggu, Alzheimer, penyakit infeksi, asma, produksi air susu ibu terganggu, gairah seksual rendah, dan stamina tubuh rendah.(Aryanta 2019)
Kandungan
Kandungan Gizi:
energi (79 kkal/100 g), karbohidrat (17,86 g/100 g), serat (3,60 g/100 g), protein (3,57 g/100 g), sodium (14 mg/100 g), zat besi (1,15 g/100 g), potasium (33 mg/100 g), dan vitamin C (7,7 mg/100 g) (Sari dan Nasuha 2021).
Komponen Bioaktif as Pangan Fungsional:
Minyak atsiri dengan kandungan zat aktif zingiberin, kamfen, lemonin, borneol, shogaol, sineol, fellandren, zingiberol, gingerol, dan zingeron.
Jahe bersifat anti-inflamasi, anti-histamin dan antioksidan, adalah gingerol, beta-karoten, capsaicin, asam caffeic, curcumin dan salisilat (Aryanta 2019).
Cara mengolah
Sirup Jahe (untuk 30 botol)
Bahan:
6 kg jahe
13 kg gula pasir
1 kg serai
100 g garam
12 L air bersih
Proses pembuatan:
persiapan sari jahe, dengan menghaluskan jahe dan serai lalu disaring, perebusan sari jahe dicampur gula dan garam, pemasakan, lalu pengemasan.
Rebusan Air Jahe
Bahan:
2 rimpang jahe
1 buah serai
2 gelas susu segar atau UHT full cream
Gula optional
Proses pembuatan:
Haluskan jahe dan geprek serai, campur dengan susu lalu dimasak hingga mendidih
Cara Budidaya
Persiapan lahan
Gemburkan tanah dengan mencangkulnya.
Buat bedengan selebar 1 m. Sesuaikan panjang bedengan dengan luas. Atur tinggi sekitar 25-30 cm.
Jangan lupa antar bedengan tetap diberi jarak 50 centimeter dan buatkan juga parit agar air tidak menggenang.
Tebarkan secara merata pupuk organik hingga memenuhi dosis 1000 kg/ha.
Atur lubang media tanam dengan jarak 25 x 25 cm. Atur kedalaman sekitar 25-30 centimeter.
Sirami dengan air hingga lembab dan basah.
Diamkan lahan/bedengan yang sudah diberi pupuk selama satu minggu sebelum ditanami, agar bakteri dan unsur hara dari pupuk Organik dapat bekerja secara optimal dalam mempersiapkan media tanam jahe.
Cara tanam jahe
Pastikan bahwa bibit jahe bertunas itu tidak dalam keadaan membusuk atau terserang hama penyakit.
Masukkan bibit jahe yang sudah bertunas ke lubang tanam yang sudah dibuat.
Jika sudah dimasukkan ke dalam lubang, tutup lagi dengan tanah.
Jangan tutup terlalu rapat terutama pada bagian tunasnya. Tujuannya agar bibit jahe bisa tumbuh lebih leluasa.
Tunas jahe akan mulai tumbuh dan berkembang setelah 2 minggu.
Cara perawatan
Penyiangan : dilakukan dengan menyingkirkan gulma ataupun tanaman liar yang berada disekitar tanaman jahe tersebut.
Penyiraman dapat dilakukan dengan intensitas penyiraman sekitar sehari sekali. Hanya memastikan tanah lembab, jangan terlalu basah
Pengendalian hama dan penyakit
Diberi pupuk
Cara pemanenan
Proses panen tanaman pada budidaya tanaman jahe dapat dilakukan ketika tanaman jahe tersebut telah berumur sekitar 8 bulan setelah masa tanam.
Sumber:
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/98945/BUDIDAYA-TANAMAN-JAHE/
Aryanta IWR. 2019. Manfaat jahe untuk kesehatan. E-Jurnal Widya Kesehatan. 1(2):39-43.
Sari D dan Nasuha A. 2021. Kandungan Zat Gizi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe (Zingiber officinale Rosc.). Journal of Biological Science. 1(2): 11-18.