Khasiat
Saga berkhasiat sebagai pengencer dahak (mukolitik) (Novianan, 2013). Daun saga mempunyai efektivitas sebagai obat batuk yang bekerja memacu sekresi mukosa dan trakea. Selain itu, saga mempunyai indikasi untuk pencegahan dan penyembuhan sariawan, sakit tenggorokan dan radang amandel (Indah dan Darwati, 2013:86). Saga merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antibakteri (Chaudhari, dkk, 2012; Garaniya dan Bapodra, 2014) dan daunnya digunakan unutk mengobati radang tenggorokan (DepKes RI, 2000)
Kandungan
Daun saga mengandung berbagai nutrisi dan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid sebagai antioksidan, triterpen glikosida, abrin, alkaloid, protein, vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, saponin, tannin, glisirizin, flisirizinat, asam poligalakturonat, dan pentosan.
Cara Mengolah
Minuman Herbal Daun Saga
Cuci bersih daun saga dan pisahkan daun dari tangkainya.
Rendam daun saga menggunakan air panas
Setelah saga mulai hangat, hancurkan daun saga menggunakan jari lalu peras dan pisahkan ampas dari air nya.
Kemudian daun saga dapat diminum dengan takaran sebanyak 3 sendok dan minum 2 kali sehari sampai batuk dan pilek mulai mereda.
Cara Budidaya
Pembibitan dan Cara Menanam Saga
Tanaman saga merambat pada pagar yang umumnya di pekarangan. Perbanyak tanaman saga dapat menggunakan biji. Biji yang akan digunakan sebagai bibit direndam terlebih dahulu dan dipilih yang tenggelam. Selanjutnya biji tersebut disemai terlebih dahulu, bibit baru dapat ditanam di lahan tanam setelah berumur 3-4 bulan. Sebenarnya, biji dapat langsung ditanam di lahan tanam dengan cara dicangkul 1-2 kali dan diratakan lalu ditugal sedalam 3-5 cm pada jarak 25-60 cm. Tiap lubang tugalan diisi 3-5 biji. Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan kurang lebih dibutuhkan sebanyak 25-40 kg biji (rata-rata 1 kg berisi 7.500 biji).
Cara Merawat Saga
Cara penanaman langsung di kebun dilakukan pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air. Jika tanaman saga ditanam di lahan terbuka, ini dapat menjadi penutup tanah dan menyuburkan tanah karena tergolong tanaman pupuk hijau. Tanaman saga tidak membutuhkan banyak perawatan. Perawatan yang perlu dilakukan terdiri atas penyulaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian kutu tanaman dapat menggunakan insektisida sistemik dan lakukan pemusnahan pada tanaman yang terserang Meloidogyne sp, Heterodera sp. dan penyakit sapu setan yang disebabkan oleh virus marioni. Jika tanah kurang subur, maka lakukan pemupukan.Pemupukan tersebut dapat menggunakan pupuk yang mengandung 25-50 kg nitrogen, 45 kg fosfor, dan 50 kg kalium per hektar.
Masa Panen Saga
Pemanenan pertama tanaman saga dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6-8 bulan. Pemanenan daun saga ini dapat dilakukan dengan memangkas tanaman setinggi 25-30 cm dari tanah. Panen akar saga dapat dilakukan setelah tanaman berumur 2,5-3 tahun dengan produksi 2.500-3.500 kg akar basah tiap hektar. Pengeringan dapat dilakukan menggunakan panas matahari.
SUMBER
https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Axiologiya/article/view/2294/2616
https://umsu.ac.id/berita/manfaat-daun-saga-sebagai-obat-herbal/ https://cookpad.com/id/resep/12704304-minuman-herbal-daun-saga?ref=search&search_term=daun%20saga
https://www.faunadanflora.com/cara-budidaya-tanaman-herbal-saga/