Khasiat
Masyarakat indonesia biasanya menggunakan tumbuhan Bangle (Zingiber purpureum Roxb) sebagai penurun panas (antipiretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (ekspektoran), pembersih darah, pencahar (laksatif), antioksidan, dan obat cacing (vermifuge) (Mursito 2007; Dalimartha 2009; Tim TPC 2012; Alam,dkk, 2012).
Kandungan
Rimpang bangle mengandung minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tannin, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, alkaloid, dan glikosida (Padmasari,dkk. 2013). Bangle mengandung senyawa kimia yang berkhasiat anti inflamasi dan antiedema seperti 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-butena dan (E)-1-(3,4- dimethoxyphenyl)-butadiene (DMPBD)(Guyton (1997) dan Chay,dkk, 2008). Ekstrak rimpang bangle memiliki efek mukolitik (berfungsi sebagai obat yang dapat mengencerkan sekret saluran napas) sehingga mengurangi kekentalan dahak dan dapat digunakan sebagai obat batuk tradisional (Alam,dkk, 2012).
Cara Mengolah
Siapkan rimpang bangle dan jahe sebanyak satu ruas jari kemudian bersihkan dan parut
Beri air 200 ml dan sarong ampasnya
masak diatas panci dan berikan sedikit gula merah untuk memberi rasa manis.
Setelah mendidih tuangkan kedalam gelas dan konsumsi saat mengalami masalah perut kembung.
Cara Budidaya
1. Budidaya
Dalam Evizal (2013) Pada budidaya intensif, lahan perlu diolah untuk dibuat guludan alur. Sebagai tanaman sisipan, pengolahan tanah hanya pada jalur tanam dengan lebar dan dalam 50 cm, sambil diberi kompos atau pupuk kandang. Bahan tanam dapat berupa pemisahan rumpun atau semaian rimpang tua. Bahan tanam harus dipilih dari rumpun yang sehat, karena bangle juga dapat diinfeksi bakteri Pseudomonas solanacearum, patogen penyebab penyakit layu. Jarak tanam berkisar 50-60 cm. Pemeliharaan terutama berupa penyiangan, pembumbunan 2-3 kali agar rimpangnya tumbuh baik, dan pemberian pupuk. Sebagai pupuk dasar, TSP diberikan pada saat tanam dengan dosis 150 kg per hektar. Urea dan KCl masing-masing dengan dosis 100 kg per hektar diberikan dalam dua kali aplikasi pada umur 1 dan 3 bulan. Panen dilakukan terhadap rimpang tua, dengan umur tanaman sekitar 10-12 bulan. Produksi mencapai 10-20 ton jahe segar per hektar.
2. Panen
Dalam Muslihah (1999), panen bangle dapat berlangsung setelah tanaman berumur satu tahun lebih. Dari satu hektar lahan yang ditanami bangle akan diperoleh hasil sekitar 10-30 ton bangle segar.
Sumber