THE LEGEND OF KING ARTHUR
(LEGENDA RAJA ARTHUR)
(LEGENDA RAJA ARTHUR)
In 5th century, Britain was ruled by the High-King named Uther, who fell in love with Lady Igraine. Unfortunately Lady Igraine was already married to Gorlois, the Duke of Tintagel. King Uther decided to marry Lady Igraine, so he took his army, fought with Gorlois and killed him. He married his love and they had a son named Arthur.
Pada abad ke-5, Britania diperintah oleh Raja Agung bernama Uther, yang jatuh cinta dengan Lady Igraine. Sayangnya, Lady Igraine sudah menikah dengan Gorlois, Adipati Tintagel. Raja Uther memutuskan untuk menikahi Lady Igraine, jadi dia membawa pasukannya, berperang dengan Gorlois dan membunuhnya. Dia menikahi kekasihnya dan mereka memiliki seorang putra bernama Arthur.
Because this was a very dangerous time and also the time of many attacks by Saxons, King Uther gave his son to his wizard Merlin, to keep him safe. Merlin sent Arthur away to be raised in the countryside with his foster brother Kay. He never knew who his parents were.
Karena ini adalah masa yang sangat berbahaya dan juga masa banyaknya serangan oleh Saxon, Raja Uther memberikan putranya kepada penyihirnya, Merlin, untuk menjaganya tetap aman. Merlin mengirim Arthur untuk dibesarkan di pedesaan bersama saudara angkatnya, Kay. Dia tidak pernah tahu siapa orang tuanya.
When King Uther died, no one knew he had a son. Many people argued who will be the next king. Suddenly, a mysterious stone appeared in the yard of St. Paul's Cathedral in London. It was a message on it. "Whoever will pull the sword out, will be the rightful king of Britain."
Ketika Raja Uther meninggal, tidak ada yang tahu bahwa dia memiliki seorang putra. Banyak orang berdebat tentang siapa yang akan menjadi raja berikutnya. Tiba-tiba, sebuah batu misterius muncul di halaman Katedral St. Paul di London. Ada pesan di atasnya. "Siapapun yang dapat menarik pedang keluar, akan menjadi raja sah Britania."
Years later, when Arthur was 15 years old, his foster brother Kay, had his first knight's tournament. The family went to London. Arthur forgot to take Kay's sword, so went to look for one. He found a sword in the stone and took it out easily. When people noticed the sword, everyone wanted to know who pulled the sword out. At first no one believed Arthur had done it. But later Arthur was crowned to be the King, even if 11 local kings would not agree and started a rebellion against Arthur.
Bertahun-tahun kemudian, ketika Arthur berusia 15 tahun, saudara angkatnya Kay, mengikuti turnamen ksatria pertamanya. Keluarga mereka pergi ke London. Arthur lupa membawa pedang Kay, jadi dia pergi mencarinya. Dia menemukan sebuah pedang di batu dan dengan mudah menariknya keluar. Ketika orang-orang menyadari pedang itu, semua orang ingin tahu siapa yang menariknya. Pada awalnya tidak ada yang percaya bahwa Arthur yang melakukannya. Tapi kemudian Arthur dinobatkan menjadi Raja, meskipun 11 raja lokal tidak setuju dan memulai pemberontakan melawan Arthur.