Webinar Applied Agriculture Series 5 “Penerapan K3 pada Industri”
26 November 2021
Lokasi: Webinar (Politani Pangkep)
Webinar Applied Agriculture Series 5 “Penerapan K3 pada Industri”
26 November 2021
Lokasi: Webinar (Politani Pangkep)
Kegiatan webinar Applied Agriculture 5 dilaksanakan oleh mahasiswa TPTH sebagai Panitia dan Peserta. Kegiatan ini dengan tema “Penerapan K3 pada Industri”. Mahasiswa yang bertindak sebagai Moderator adalah Muhammad Ridwan (TPTK Mahasiswa angkatan 33) dan Imel Anugrah (Kopi Angkatan 34) sebagai Master of Ceremony (MC).
A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Menurut Daryanto, “Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan peralatan, tempat kerja, lingkungan kerja dan cara pekerjaan dilakukan”. Dosen menjelaskan bahwa “Kesehatan kerja adalah kesehatan yang bertujuan untuk memberikan kesehatan yang sebaik mungkin bagi pekerja, baik fisik maupun mental dan sosial, untuk mencegah dan mengobati penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pekerjaan.” lingkungan kerja dan masalah umum. penyakit.” Pada saat yang sama, Mangkunegara memaparkan kesehatan dan keselamatan kerja dalam Hartatik “sebagai gagasan dan upaya untuk memajukan keutuhan dan kesempurnaan kerja fisik dan mental pada khususnya serta kerja dan budaya masyarakat pada umumnya untuk masyarakat yang adil dan makmur. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah upaya melindungi karyawan agar selalu sehat dan aman di tempat kerja, serta meningkatkan sumber daya manusia melalui pencegahan dan pengobatan. akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja.
B. Tujuan kesehatan dan keselamatan kerja:
1. Agar setiap karyawan terjamin keselamatan dan kesehatannya dalam bekerja, baik secara fisik maupun sosial dan mental.
2. Agar semua peralatan dan perkakas kerja digunakan dengan sebaik-baiknya
3. Agar semua hasil produksi tetap aman
4. Menjamin pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi
5. pekerja
6. Meningkatkan semangat, keserasian kerja dan partisipasi kerja
7. Menghindari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja
8. Agar setiap karyawan merasa aman dan tenteram dalam bekerja
C. Manfaat penerapan kesehatan dan keselamatan kerja
1) Perlindungan pekerja:
Tujuan inti penerapan sistem manajemen K3 adalah perlindungan tenaga kerja. Padahal karyawan adalah modal perusahaan yang harus dijaga dan dilindungi.
2) Bukti kepatuhan terhadap aturan dan hukum:
Ini menunjukkan betapa buruknya perusahaan jika tidak mengikuti peraturan dan undang-undang, seperti citra buruk. Buruknya, tuntutan hukum oleh instansi pemerintah, masalah berulang dengan tenaga kerja, semuanya pasti akan berujung pada kebangkrutan. Dengan diperkenalkannya sistem manajemen K3, perusahaan setidaknya telah menunjukkan kepatuhan yang cermat terhadap undang-undang dan peraturan, sehingga dapat beroperasi secara normal dan tanpa hambatan pekerjaan
3) Pengurangan harga:
Kecelakaan, kerusakan atau penyakit akibat kerja dapat dicegah dengan bantuan sistem manajemen K3. Itu sebabnya tidak harus membayar biaya yang timbul dari peristiwa tersebut. Salah satu biaya yang dapat ditekan dengan menerapkan sistem manajemen K3 adalah premi asuransi. Banyak perusahaan premium jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebelum pengenalan sistem manajemen K3. d)
4) Menetapkan sistem manajemen yang efektif:
Banyak variabel yang mempengaruhi terwujudnya sistem manajemen yang efektif. Selain kualitas, lingkungan keuangan dan TI. Tentunya dengan sistem operasi K3. Salah satu bentuk nyata penerapan sistem manajemen K3 adalah adanya prosedur yang terdokumentasi. Dengan adanya prosedur, maka semua kegiatan dan kegiatan yang berlangsung di koridor diatur, diarahkan dan dikendalikan.
5) Peningkatan kepercayaan pelanggan dan kepuasan pelanggan.
Pegawai yang terjamin perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja melalui sistem manajemen K3 bekerja secara optimal dan berpengaruh terhadap produk dan jasa yang dihasilkan. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas produk dan layanan yang dihasilkan daripada sebelum pengenalan sistem. Selain itu, dengan diakuinya penerapan sistem manajemen K3, citra organisasi dalam hal kinerja akan semakin kuat, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan kepercayaan klien.
D. Langkah-Langkah Pelaksanaan K3
Umumkan komitmen
Tunjukkan jenis penggunaan: Perusahaan dapat menggunakan jasa konsultasi untuk menerapkan sistem manajemen K3.
Pembentukan gugus tugas untuk implementasi: Jika perusahaan bermaksud membentuk kelompok kerja, sebaiknya anggota kelompok kerja terdiri dari perwakilan dari masing-masing unit kerja, biasanya kepala unit kerja. Ini penting karena mereka secara alami memiliki tanggung jawab utama untuk unit kerja ini.
Tentukan sumber daya yang diperlukan: Sumber daya meliputi personil, peralatan, waktu dan uang. Orang yang dimaksud adalan beberapa orang yang diangkat secara resmi di luar tugas-tugas pokoknya dan terlibat penuh dalam proses penerapan. Untuk perlengkapan, perlu dipersiapkan ruangan tambahan untuk menyimpan dokumen atau komputer tambahan untuk mengolah dan menyimpan data. Waktu yang diperlukan tidaklah sedikit terutama bagi orang yang terlibat dalam penerapan, mulai mengikuti rapat, pelatihan, mempelajari bahan-bahan pustaka, menulis dokumen mutu sampai menghadapi kegiatan audit dan assesment. Sementara dana adalah dana yang diperlukan untuk membayar konsultan (bila menggunakan konsultan), lembaga sertifikasi, dan biaya untuk pelatihan karyawan di luar perusahaan.