Webinar Applied Agriculture Series 2 “Pertanian Modern Menggunakan IoT”
19 November 2021
Lokasi: Webinar (Politani Pangkep)
Webinar Applied Agriculture Series 2 “Pertanian Modern Menggunakan IoT”
19 November 2021
Lokasi: Webinar (Politani Pangkep)
Kegiatan webinar Applied Agriculture 2 dilaksanakan oleh mahasiswa TPTH sebagai Panitia dan Peserta. Kegiatan ini dengan tema “Pertanian Modern Menggunakan IoT”. Mahasiswa yang bertindak sebagai Moderator adalah Andi Uhti Istiqamah dan Dinda Bestari sebagai Master of Ceremony (MC).
Webinar ini membahas tentang suatu pemikiran untuk memaksimalkan produksi pertanian, diperlukan penggunaan Internet of Things (IoT) sebagai alat monitoring yang tentunya akan meningkatkan efisiensi waktu operator pertanian. IoT menggunakan sensor dan beberapa perangkat khusus untuk memantau pembangunan pabrik. Manfaatkan sepenuhnya teknologi IoT. Petani dapat mengukur dan mengenali data perkembangan tanaman pada tahap awal berdasarkan teknologi budidaya mie. Dengan teknologi Internet of Things, petani dapat mengetahui status kesehatan tanaman yang mereka tanam secara real time. Penggunaan IoT di bidang pertanian dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun seiring dengan permintaan pangan global. IoT tidak hanya tentang rantai pasokan pertanian, tetapi juga tentang teknologi sensor air, sensor yang mendeteksi organisme berbahaya dan sensor yang menjaga suhu sekitar. Dengan bantuan aplikasi ini, efisiensi kerja meningkat dan produksi pertanian meningkat secara signifikan.
IoT menggunakan aplikasi yang memproses informasi dan infrastruktur. Teknologi IoT sebagai kombinasi sains, manajemen, dan pengambilan keputusan pertanian untuk produksi pertanian. Aplikasi IoT mencakup fasilitas untuk memproses data pertumbuhan pabrik, manajemen produksi digital, berbagi informasi, dan antarmuka pengguna. Dan layanan smart grid dan pengambilan keputusan. Konsep IoTmenetapkan koneksi ke jaringan sesuai dengan protokol yang disetujui yang menghubungkan semua konten ke Internet dengan bantuan Radio Frequency Identification (RFID), Global Positioning Sensor (GPS), pemindai laser, dan sensor data lainnya, dll. Identifikasi informasi melalui pertukaran data, pelacakan lokasi, serta pemantauan dan pengelolaan. IoT dapat secara otomatis mengidentifikasi objek dan lokasi, memantau, melacak, dan memicu peristiwa. Menggunakan teknologi RFID untuk memindai dan membaca tag EPC komoditas pertanian, mendapatkan pengidentifikasi komoditas, dan bertukar informasi tentang komoditas tersebut.
Bertani berbasis IoT menawarkan kepada pemangku kepentingan kesempatan untuk mendapatkan informasi yang efisien, akurat, dan berguna secara langsung. Proses ini mengurangi semua kegiatan yang memakan waktu dan mengurangi jumlah pekerja di industri pertanian. Oleh karena itu, industri pertanian sekarang perlu memahami dan merangkul konsep IoT dan aplikasi pasar potensial IoT di bidang pertanian. Penggunaan teknologi pintar dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produk pertanian. Pengenalan IoT di bidang pertanian akan memecahkan masalah yang menghambat produksi pertanian, seperti keterbatasan ruang, perubahan iklim, dan masalah tenaga kerja, sehingga produktivitas pangan dapat ditingkatkan untuk meningkatkan permintaan penduduk dunia.