TOROIDA PLUS
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Berita Toroida Plus | Sakit Hati atau Sadar Diri?
Sakit Hati hingga Bawa Golok
Sakit Hati hingga Bawa Golok, Itulah yang dialami tersangka pembunuhan Wanita dari tol BORR.
Oleh Tim toroida
26 Mei 2026 | 16:29 WIB
Sakit Hati hingga Bawa Golok (Aset: Frastiwi/ toroida)
Polresta Bogor Kota mengungkap kasus pembunuhan wanita yang dilempar dari jalan layang Tol BORR ke Jalan Raya Sholeh Iskandar Kota Bogor, dengan pelaku M Febryan alias Ambon berusia 26 tahun mengaku tega membunuh korban karena sakit hati atas ucapan korban.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro mengatakan korban dan pelaku merupakan teman masa SMA yang kembali bertemu, dengan saat pertemuan pertama pelaku mengaku sakit hati dengan respons korban saat diceritakan kondisi orang tuanya yang sudah meninggal.
"Pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di Air Mancur dan saat itu korban menanyakan kepada tersangka bagaimana kabar orang tuamu, ini hasil pemeriksaan tersangka ya, kemudian tersangka menyampaikan 'saya sudah tidak punya orang tua', sehingga kemudian ada kalimat-kalimat yang membuat tersangka sakit hati," kata Rio, Senin 25 Mei 2026.
Baca Juga: Tenang Aja, Selagi Bagian Belum Keambil
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Berdalih sakit hati, pelaku kemudian merencanakan pertemuan kedua dengan niat membunuh korban, dengan pelaku membawa golok dan dasi berwarna biru di dalam tas, dan Rio menyatakan "Kemudian karena sakit hati yang mendalam, dua minggu kemudian, tersangka mengajak bertemu kepada korban, yaitu terjadi pada Jumat, 22 Mei. Pada saat pertemuan kedua, korban tidak tahu kalau tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan."
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Bagus Azi Lesmana mengatakan pihaknya masih menggali keterangan pelaku terkait kemungkinan ada motif lain, dengan menyatakan "Sementara itu jadi motif tunggal ya. Kita masih dalami keterangan pelaku, kita masih pemeriksaan lanjutan."
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan, korban sempat mengatakan kepada pelaku dengan kalimat kasihan karena tidak memiliki orang tua, dengan Azi menyatakan "Tersangka dan korban menceritakan tentang kehidupan masing-masing hingga membuat korban mengatakan kepada tersangka 'kasihan tidak memiliki orang tua' dan menertawakan tersangka MF. Hal tersebut yang membuat tersangka MF sakit hati kepada korban AA dan memicu rasa dendam."
Jasad korban berinisial AA ditemukan tak bernyawa di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu 23 Mei sekitar pukul 01.15 WIB, sementara korban sempat berpamitan untuk ngopi pada Jumat 22 Mei sekitar pukul 22.00 WIB, dengan polisi kemudian menangkap Febryan yang membawa kabur mobil korban dan terguling di tol saat kabur dari kejaran polisi.
Baca Juga: Sejahtera Tiga Detik Saja
- Komentar