ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Sejumlah massa mendatangi Polda DIY pada Selasa malam, 24 Februari 2026, mereka melakukan aksi dengan mencoret tembok dan merobohkan pagar sisi timur Polda DIY. Massa yang datang dari arah timur juga memblokade Ring Road Utara sisi sebelah utara.
ADVERTISEMENT
Ude, salah seorang peserta aksi, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kemarahan atas peristiwa penganiayaan oleh oknum anggota Brimob terhadap Arianto Tawakal, siswa MTsN 1 Maluku berusia 14 tahun yang tewas di Tual. “Ini bentuk dari kemarahan masyarakat terkait apa yang terjadi di Maluku gitu, ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motor, tiba-tiba dihantam helm kepalanya terus tewas, dan sebagainya, dan sebagainya,” kata Ude.
ADVERTISEMENT
“Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan,” lanjutnya. Massa aksi ini terdiri dari mahasiswa hingga elemen masyarakat lainnya, mereka melakukan aksi tanpa orasi.
Pantauan kumparan menyebutkan bahwa massa aksi tidak melakukan orasi pada demonstrasi kali ini. “Bahkan kami nggak ada tuntutan, bahkan kami nggak ada tuntutan, nggak ada draf tuntutan, pun nggak ada panggung-panggung orasi dan sebagainya itu nggak ada, ini aksi memang fluid,” jelas Ude.
Kontributor : Refy Arianto, Dewasta.
Tag : tag::/ demo, diy, yogyakarta.