Nasional
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Dalang Perusak Demokrasi
Rektorat Unram Membubarkan Acara Nonton Bareng (Nobar) Film Pesta Babi. Apakah Rektorat Unram Dalang Perusak Demokrasi?
Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:59 WIB
Dalang Perusak Demokrasi (Aset: Hendra Wijaya/ toroida)
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Acara nonton bareng film Pesta Babi yang digelar sejumlah organisasi mahasiswa di sekitar Gedung PKM Universitas Mataram pada Kamis malam 7 Mei 2026 dibubarkan pihak kampus, dengan puluhan personel pengamanan kampus berdiri di depan layar dan menutup proyektor yang telah disiapkan panitia.
Pimpinan mahasiswa penyelenggara sempat terlibat adu mulut dengan pihak biro akademik Unram, karena mereka mempertanyakan alasan kampus melarang pemutaran film dokumenter karya sutradara Dhandy Dwi Laksono tersebut.
Wakil Rektor III Unram Sujita kemudian hadir menemui mahasiswa dan menegaskan bahwa pemutaran film tidak diizinkan, dengan menyatakan "Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh menonton," yang disambut teriakan ratusan mahasiswa yang telah berkumpul.
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Sujita mengaku telah menonton film yang tengah ramai diperbincangkan itu dan menilai isinya tidak pantas diputar di lingkungan kampus, dengan menyatakan "Isinya mendiskreditkan pemerintah RI. Saya sudah nonton. Terserah pandangan Anda, yang jelas isinya menghina negara saya."
Panitia kemudian meminta Sujita menyampaikan alasan pelarangan melalui pengeras suara agar didengar massa, dan dalam pernyataannya Sujita menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga kondusivitas kampus dengan menyatakan "Unram menolak demi kondusivitas. Film ini kurang baik untuk ditonton. Lebih baik kita nonton bareng sepak bola," yang kembali disambut teriakan mahasiswa.
Sujita membantah adanya intimidasi dalam keputusan tersebut dengan menyatakan "Tidak ada tekanan, saya hanya menjalankan perintah," namun saat didesak mengenai pihak yang memberi perintah ia enggan menjelaskan lebih lanjut, sementara pelarangan ini memicu kekecewaan mahasiswa yang meneriakkan slogan seperti "Unram anti demokrasi" dan "Papua bukan tanah kosong."
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Kova, mahasiswa asal Papua yang menjadi salah satu panitia, menyatakan kekecewaannya atas tindakan kampus dengan menyatakan "Nanti kita cari tempat lain untuk nobar. Film ini bukan cuma untuk Papua. Karena kita bagian dari Indonesia, seluruh masyarakat juga perlu tahu."
Tak jauh dari lokasi pembubaran, sekitar 50 meter di luar tembok kampus, pemutaran film tetap berlangsung di sebuah kafe dengan ratusan penonton yang sebagian besar mahasiswa menyaksikan film tersebut hingga selesai dan melanjutkannya dengan diskusi.
Sebelumnya pada Sabtu 25 April 2026, pemutaran Pesta Babi di Universitas Pendidikan Mandalika Mataram juga dibubarkan beberapa menit setelah dimulai, sementara pemutaran film yang sama di Universitas Gunung Rinjani pada 2 Mei 2026 berlangsung lancar tanpa larangan dengan ratusan penonton menyaksikan film berdurasi 90 menit tersebut hingga tuntas.
- Komentar