Nasional
Ah.. Asumsi Lagi
Setelah Amien Rais Diduga Fitnah soal Teddy Indra Wijaya, Amien Rais Buat Statement Lagi: Harusnya Teddy Jabatannya Bukan Ini..
Senin, 4 Mei 2026 - 19:44 WIB
Video Amien Rais (Aset: Istimewa)
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Pernyataan Amien Rais soal kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali menuai sorotan, karena ucapan tersebut tidak hanya viral tetapi juga memicu polemik hingga mendapat respons dari pemerintah.
Amien Rais menyebut pandangannya terkait Teddy didasarkan pada berbagai informasi yang ia kumpulkan dari sejumlah sumber, dan menilai ada sesuatu yang tidak lazim sehingga menurutnya tidak seharusnya diberikan porsi kekuasaan besar.
"Nah kalau Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun media cetak, maupun berbagai channel di medsos itu, memang sudah saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual tentang saudara kita Teddy ini. Ada something yang memang sebaiknya itu tidak diberi porsi kekuasaan terlalu," kata Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Sabtu 2 Mei 2026 malam.
Amien juga menyinggung kedekatannya dengan Prabowo Subianto di masa lalu, dengan menyatakan pengalaman tersebut menjadi pembanding dalam melihat situasi saat ini.
Scroll ke bawah untuk membaca berita
"Saya melihat, bahwa kalau Pak Prabowo itu saya kenal 10 tahun yang lalu. Saya sering inap di Hambalang, saya sering inap di Kertanegara, sampai malam saya baru pulang dan lain-lain, ngopi bersama. Jadi kalau Pak Prabowo, menurut saya lho ya dulu, tidak ada satu benang pun yang indikasinya beliau itu sampai katakanlah seperti Teddy Indra Wijaya itu," tegasnya.
Amien menegaskan bahwa pernyataan yang ia sampaikan merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi, dengan menyatakan "Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus."
"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," lanjut Amien.
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Amien melalui video di kanal YouTube miliknya berjudul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" yang berdurasi sekitar 8 menit dan sempat beredar sebelum akhirnya tidak lagi dapat diakses.
Pernyataan itu kemudian direspons oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menyebut konten tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap Presiden, dengan menyatakan "Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat," dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu 2 Mei 2026.
Meutya juga menilai pernyataan Amien mengandung unsur hoaks dan ujaran kebencian, dengan menegaskan "Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta, serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa."
- Komentar