ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Plinplannya Trump
Pada 26 Maret 2026, Trump kembali melontarkan pernyataan keras dengan mengatakan tidak akan lagi mendukung sekutu. “Mereka seharusnya melompat untuk membantu kita, karena selama bertahun-tahun kita telah membantu mereka agar tidak terhindar dari perang,” ungkapnya, Dia tidak konsisten maka dianggap plinplan.
Ade Kurniawan, Refy Arianto, Tim Cek Fakta toroida, Tim toroida, Hendra Wijaya, Dewasta
Sabtu, 4 April 2026 - 08:29 WIB
nei
klir
Presiden AS, Donald Trump Bicara dengan wartawan di The Kennedy Center (29/1/26) di Washington, DC. Aset: AFP
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali melontarkan pernyataan yang berbeda terkait perang antara AS-Israel dengan Iran. Salah satu isu yang disorot adalah penutupan Selat Hormuz, di mana Trump awalnya meminta bantuan negara NATO untuk menjaga jalur tersebut tetap terbuka.
“Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman,” kata Trump pada 14 Maret 2026. Ia juga berharap negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris ikut mengirim kapal.
Namun, beberapa negara menolak permintaan tersebut, sehingga Trump kemudian menyatakan tidak membutuhkan bantuan dari pihak lain. “Kita tidak butuh bantuan. Perang itu sudah berlangsung lama menurut saya, hampir sejak hari pertama,” ujarnya pada 16 Maret 2026.
Trump kemudian menyindir NATO dengan menyebut organisasi itu hanya macan kertas. “Tanpa AS, NATO HANYA MACAN KERTAS!” tulis Trump pada 20 Maret 2026, bahkan ia menambahkan bahwa NATO pengecut karena tidak mau membantu membuka Selat Hormuz.
Pada 26 Maret 2026, Trump kembali melontarkan pernyataan keras dengan mengatakan tidak akan lagi mendukung sekutu. “Mereka seharusnya melompat untuk membantu kita, karena selama bertahun-tahun kita telah membantu mereka agar tidak terhindar dari perang,” ungkapnya.
Trump juga menyalahkan negara lain dan meminta mereka membuka Selat Hormuz sendiri. “Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz... Saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, belilah dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan ambillah saja...” tuturnya pada 31 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
Di hari yang sama, Trump menyebut perang akan segera berakhir dalam dua minggu tanpa kesepakatan. “Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” ujarnya.
Namun, sehari kemudian Trump kembali mengatakan akan menyerang Iran lebih keras. “Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan,” kata Trump pada 1 April 2026, ia menambahkan, “Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada.”
Amerika Serikat kemudian melancarkan serangan ke Iran yang menyasar jembatan B1 di Karaj, jembatan tertinggi di Timur Tengah. Trump mengunggah cuplikan video di media sosial yang memperlihatkan asap membubung dari jembatan tersebut.
ADVERTISEMENT
“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah bisa digunakan lagi-banyak lagi yang akan menyusul! sudah waktunya bagi Iran untuk membuat kesepakatan sebelum terlambat, dan tidak ada lagi yang tersisa dari apa yang masih bisa menjadi negara besar!” kata Trump. Televisi pemerintah Iran melaporkan adanya dua serangan AS-Israel terhadap jembatan itu, dengan korban sipil yang jatuh akibat serangan kedua.
“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” kata laporan TV pemerintah Iran. Serangan tersebut terjadi saat tim darurat sedang dikerahkan untuk membantu korban dari serangan pertama.
Trump juga melontarkan ancaman akan menghancurkan sisa infrastruktur Iran. “Militer kita, yang terhebat dan terkuat (jauh!) di mana pun di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik!” kata Trump dilansir Aljazeera, Jumat 3 April 2026.
Selain itu, Trump menyerukan pergantian rezim Iran. “Kepemimpinan rezim baru akan tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, cepat!” katanya, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan harus segera dilakukan.
Iran, Kapal, Selat Hormuz.