ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Matahari Ganti Nama!
Matahari Ganti Kepemilikan, Ganti nama juga.
Muhammad Reza Geordi Oswaldo - Minggu, 19 April 2026 - 19:58 WIB
Matahari Dept Store, Foto Dari Tahun 2016 (Aset: toroida/ Eri Ignacio Geordi Oswaldo)
ADVERTISEMENT
Pemegang saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyetujui perubahan nama perseroan menjadi PT MDS Retailing Tbk, keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (15/4/2026). Berdasarkan risalah RUPSLB, persetujuan nama baru dilakukan karena adanya perubahan Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan tentang Nama Perseroan.
Perubahan nama tersebut disetujui oleh 1.588.241.118 saham atau sekitar 93,181% dari seluruh suara yang hadir dalam rapat, angka ini menunjukkan mayoritas pemegang saham mendukung langkah strategis tersebut. "Menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk," tulis ringkasan risalah RUPSLB LPPF dari Keterbukaan Informasi, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT
Selain perubahan nama, pemegang saham juga menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) melalui penarikan kembali sejumlah 31.000.000 saham. Seluruh saham ini merupakan hasil buyback yang dilakukan hingga 09 April 2026 dengan skema penurunan modal ditempatkan dan disetor.
Dalam kesempatan yang sama, LPPF juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), rapat ini menghasilkan keputusan pembagian dividen tunai final dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen final ditetapkan sebesar Rp 250 per saham.
"Dividen final akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 27 April 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB," pungkas pernyataan resmi. Keputusan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan keuntungan kepada pemegang saham.
Dengan adanya perubahan nama, pengalihan saham treasuri, serta pembagian dividen final, PT MDS Retailing Tbk menegaskan langkah transformasi korporasi yang sedang dijalankan. Keputusan tersebut mencerminkan arah baru perusahaan dalam memperkuat posisi bisnisnya di sektor ritel.