Energi
Energi
Info Energi, Nikel, Emas dalam rangka finansial
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Daftar BBM Pertamina yang Naik
Perang AS Israel - Iran Mulai Meluas Dampaknya, BBM Dalam Negeri Pun Ikut Naik Imbas Perang AS Israel - Iran,
Muhammad Reza Geordi Oswaldo - Sabtu, 18 April 2026 - 16:16 WIB
SPBU Pertamina (Aset: Wikimedia Commons/ Yoshi Canopus)
Scroll ke bawah untuk membaca berita
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, kebijakan ini mulai berlaku pada Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan laman mypertamina.id, kenaikan hanya terjadi pada BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga.
Di wilayah Jakarta, harga Pertamax Turbo kini dibanderol sebesar Rp 19.400 per liter, angka ini tercatat naik Rp 6.300 per liter dari sebelumnya Rp 13.100 per liter pada awal April 2026. Kemudian Dexlite dijual Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter.
Scroll ke bawah untuk membaca berita
Pertamina Dex juga mengalami kenaikan signifikan, kini harganya sebesar Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap diperdagangkan sebesar Rp 12.300 per liter di SPBU, dan Rp 12.200 per liter di Pertashop.
Untuk Pertamax Green 95, harga tetap berada di Rp 12.900 per liter, tidak ada penyesuaian harga pada produk ini. Di luar itu, BBM subsidi seperti Pertalite juga tidak mengalami perubahan, tetap berada di Rp 10.000 per liter.
Produk Biosolar subsidi juga tetap dijual dengan harga Rp 6.800 per liter, sehingga tidak ada perubahan pada produk BBM subsidi. Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG tetap aman meski terjadi penyesuaian harga pada beberapa produk nonsubsidi.
Sebelumnya, pemerintah memastikan harga BBM Pertamina pada April tidak naik meski harga minyak dunia sedang tinggi, pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. "Perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," ujar Prasetyo.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," sambung Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026). Dengan kebijakan terbaru ini, penyesuaian harga hanya berlaku pada BBM nonsubsidi tertentu, sementara produk subsidi tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat.