Bacalah pantun berikut!
Ambillah kapas menjadi benang (sampiran)
Ambillah benang menjadi kain (sampiran)
Kalau kamu ingin dikenang (isi)
Berbuat baiklah dengan orang lain (isi)
Berikut contoh cara menelaah teks pantun!
Struktur penyajian pantun di atas adalah dua baris sampiran dan dua baris isi. Dua baris pertama merupakan pengantar /sampiran. Baris 3 dan 4 merupakan isi (pesan moral). Makna pada baris 1 dan 2 dengan baris 3 dan 4 tidak berhubungan. Adapun jenis kalimat yang digunakan, pantun baris 1 dan 2 menggunakan kalimat perintah yang ditandai dengan kata "ambillah". Baris 1 dan 2 merupakan kalimat berdiri sendiri/tidak ada hubungan dengan baris 3 dan 4. Baris 3 dan 4 menggunakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat/sebab-akibat ( ditandai dengan kata : kalau). Baris 3 merupakan kalimat akibat "dikenang" dan baris 4 merupakan sebab 'berbuat baik'. kesimpulan baris 3 dan 4 adalah berbuat baiklah pada orang lain jika ingin dikenang. Baris 3 dan 4 merupakan satu kalimat majemuk.
Apabila kelakuan baik berbudi (syarat)
Hidup menjadi indah tak akan merugi (keadaan/akibat)
Penelaahan struktur penyajian gurindam di atas:
Kedua baris gurindam merupakan isi yang berhubungan. Baris 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada baris 2. Baris 1 apabila kita berkelakuan baik (syarat) maka baris 2 hidup akan menjadi indah (akibat)
Contoh lain :
Apabila rajin belajar (syarat)
Niscaya akan jadi anak pintar (keadaan/akibat)
Kedua baris gurindam merupakan isi yang berhubungan. Baris 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada baris 2. Baris 1 apabila kita kita rajin belajar (syarat) maka baris 2 niscaya akan jadi anak pintar (keadaan )
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, gurindam menggunakan kalimat dengan pola hubungan syarat (baris 1 merupakan kalimat syarat yang ditandai dengan kata 'Apabila' ....... dan pada baris 2 kondisi/ keaadaan yang akan didapatkan jika syarat dilakukan. )
Contoh Menelaah Syair :
Struktur penyajian syair satu bait terdiri atas 4 baris. Pola rima sama (a-a-a-a). Keempat baris syair merupakan isi dan terkait dengan bait-bait yang lain. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan syair tersebut, pada baris 1 menggunakan kalimat untuk menyapa (menggunakan kata seru Hai ....) baris 2 dan 3 merupakan kalimat perintah kepada generasi muda. Baris 4 pada kutipan syair tersebut merupakan akibat yang akan didapatkan jika melakukan apa yang diperintahkan pada larik 2 dan 3. Pilihan kata yang digunakan pada syair tersebut merupakan bahasa melayu atau ungkapan lama.