Komposisi Utama :
Cordyceps mycellium
Cordyceps mycellium adalah cendawan yag tumbuh di dataran tinggi, hidup sebagai parasit di dalam kepompong cacing bersayap sisik. Kepompong yang telah diserang oleh cendawan ini masuk ke dalam tanah di musim dingin, lama kelamaan berubah bentuk menjadi inti jamur. Pada kondisi ini tempurung luar badan cacing menjadi sempurna. Di musim panas, pada inti jamur atau tubuh cacing yang mati, akan tumbuh organ reproduksi berbentuk cendawan yang menyerupai rumput. Karena itu cordyceps disebut juga "dong chong xia cao" yang berarti "cacing musim dingin - rumput musim panas". Cordyceps micellium mengandung kira-kira 7% asam Cordyceps sinensis, 25% protein, 8,4% lemak (diantaranya 82,2 % merupakan asam lemak tak jenuh), mengandung 20 jenis asam amino (termasuk 8 jenis asam amino yang diperlukan tubuh manusia) dan banyak mengandung vitamin, mineral, ergosterol, hexoserol, serta berbagai basa dan enzim biologis.
Cordyceps micellium berasa hambar, bersifat hangat, berfungsi sama seperti ginseng, meningkatkan energi, baik untuk paru-paru dan ginjal, berkhasiat menghentikan pendarahan dan menghilangkan radang. Sering digunakan untuk mengatasi batuk kronis, asma, keringat berlebih, lemah syahwat, dan membantu mempercepat pemulihan dari sakit, serta memberi tambahan gizi untuk tubuh lemah yang sering sakit.
Berbadan lemah, imunitas menurun dan mudah terserang flu
Perokok, sering batuk, banyak dahak, dan sesak napas
Sedang sakit dan dalam masa pemulihan setelah operasi
Mengalami gangguan fungsi seksual
Menderita hiperlipidemia dan penyakit pembuluh darah jantung
Penderita diabetes
Mengalami gangguan fungsi liver
Mereka yang menjalani radioterapi dan kemoterapi setelah operasi tumor
Sibuk bekerja dan sering lelah
Sering mengalami stress dan mempunyai pola tidur yang buruk
Lama bekerja dengan komputer, telepon genggam dan berbagai peralatan gelombang mkro