Candi Wangkal (Indozone Fadami, 2025)
Candi Wangkal (Indozone Fadami, 2025)
Candi Wangkal merupakan salah satu situs purbakala di Kabupaten Sidoarjo yang terletak di Desa Wangkal, Kecamatan Krembung, tepatnya di area kebun tebu dan persawahan sehingga posisinya agak tersembunyi. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1991 oleh seorang penggali tanah bata bernama Manu, yang setelah bermimpi diperintahkan untuk menggali gundukan tanah, mendapati susunan bata merah dengan batu besar di atasnya. Dari hasil penggalian tersebut terlihat adanya struktur bata yang diyakini sebagai bagian tubuh candi, termasuk batu lempengan berbentuk persegi panjang yang diduga berfungsi sebagai pintu atau akses menuju ruang dalam. Di ruang dalam itu ditemukan sebuah keris yang kemudian diserahkan ke Museum Nasional Trowulan.
Kapan tepatnya Candi Wangkal dibangun belum dapat dipastikan karena minimnya penelitian akademis dan ketiadaan prasasti yang menyebutkan secara jelas. Namun, melihat bentuk arsitektur dan bahan utama berupa bata merah, para peneliti menduga candi ini berkaitan dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit, sebagaimana banyak candi di kawasan Sidoarjo lainnya. Alasan terbentuknya kemungkinan besar bersifat religius atau spiritual, yaitu sebagai tempat ritual kecil atau simbol suci, bukan candi besar yang berfungsi sebagai pusat peribadatan utama. Hal ini diperkuat dengan bentuknya yang sederhana dan sebagian besar masih tertanam dalam tanah, sehingga lebih mirip sebuah tugu suci atau bangunan ritual lokal. Pada masa lampau, Candi Wangkal diyakini menjadi tempat pemujaan dan pelaksanaan upacara adat masyarakat sekitar, meski bukti arkeologis yang jelas masih terbatas. Saat ini, kondisinya sebagian besar masih terkubur dan belum mengalami pemugaran menyeluruh, tetapi sudah diakui sebagai benda cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Masyarakat sekitar tetap menghormati keberadaannya sebagai warisan sejarah, sementara pemerintah daerah dan peneliti terus berupaya menjaga serta mengkaji lebih lanjut potensi nilai sejarahnya. Dengan demikian, meski belum sepopuler situs-situs Majapahit lainnya, Candi Wangkal tetap menyimpan kisah penting tentang jejak peradaban masa lampau di Sidoarjo.
Penemuan candi ini terjadi ketika Bapak Manu, yang sedang menggali tanah, bermimpi ada seseorang yang menyuruhnya untuk terus menggali sampai menemukan suatu benda, yang kemudian mengarah pada penemuan candi tersebut.
Sebagian besar dari Candi Wangkal masih terkubur di dalam tanah, dan hanya sebagian kecil yang terlihat, yaitu tumpukan batu bata dan batu yang diduga merupakan bagian atas pintu masuknya.
Bapak Manu juga menemukan sebuah keris di dalam candi saat penggalian, yang kemudian disimpan di Museum Nasional di Trowulan, menurut putrinya.