Kahuripan Pramsmada
Nama Ambalan adalah sesuatu yang dipakai untuk menyebut Ambalan kami, Nama Ambalan diambil dari nama-nama Pahlawan, Tokoh-tokoh Pewayangan atau istilah lain yang sangat dalam artinya bagi setiap Anggota Ambalan. Nama Ambalan kami ambil dari nama tokoh raja yang berkuasa di wilayah Lamongan. Tokoh tersebut diambil karena keteguhan dan ketegasan dalam meraih cita-cita. Nama Ambalan kami adalah “Ambalan Airlangga dan Ambalan Mahendradatta“.
Raja Airlangga merupakan menantu dari Raja Dharmawangsa Teguh (Raja Kerajaan Medang), sedangkan Ibu Airlangga yakni Mahendradatta (Istri Raja Udayana di Bali) adalah adik dari Raja Dharmawangsa. Guna mempererat kekerabatan maka dinikahkanlah Airlangga dengan putri pamannya. Wilayah Kerajaan Medang ini berada di Jawa Timur (Jombang dan Sekitarnya) Kerajaan Medang hancur karena peristiwa penyerangan kerajaan musuh saat pernikahan Airlangga dengan putri Raja Dharmawangsa.
Singkat Cerita ……… Raja Airlangga Selamat dari peristiwa tersebut dan melarikan diri ke Hutan. Lalu sekitar 2 tahun menghilang Raja Airlangga dinobatkan untuk meneruskan pemerintahan Raja Dharmawangsa dan berdirilah Kerajaan baru dengan nama KAHURIPAN yang berarti KEHIDUPAN.
Salah satu wilayah Kerajaan Kahuripan adalah Lamongan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya bukti sejarah berupa prasasti yang berjumlah +- 15 buah prasasti (dari 29 prasasti yang ditemukan dan diidentifikasi sebagai prasasti yang dikeluarkan pada masa Raja Airlangga).
Sebaran prasasti tersebut berada di wilayah Kecamatan, Sambeng, Bluluk, Modo, Sugio, (Lamongan Bagian Selatan). Selain prasasti juga ditemukan Candi di Desa Patakan, Sambeng yang merupakan bangunan suci (tempat beribadah) candi ini di sebutkan di dalam salah satu prasasti Raja Airlangga.
Dalam salah satu prasasti juga disebutkan bahwasannya Raja Airlangga dibantu oleh Masyarakat Lamongan dalam menggalang kekuatan dan sebagai tempat singgah, guna persiapan memerangi Kerajaan musuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya masyarakat Lamongan sangat berjasa dalam kiprah berdirinya Kerajaan yang dipimpin Airlangga ini. Wujud terimakasih Raja Airlangga terhadap masyarakat Lamongan kala itu adalah dengan memberikan hak-hak Istimewa kepada masyarakat dengan dikeluarkannya prasasti-prasasti tersebut. Tidak berlebihan juga kalau Lamongan pantas menyandang nama "LASKAR AIRLANGGA".
Dewan Ambalan adalah sebuah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi Kepemimpinan di tingkat gugus depan yang beranggotakan Pramuka Penegak.
1) Pradana
a. Memimpin dan mengelola Dewan Penegak Ambalan Airlangga Mahendradatta.
b. Bersama seluruh anggota dewan Penegak Ambalan Airlangga Mahendradatta bertanggung
jawab atas pelaksanaan tugas pokok.
2) Kerani (Sekretaris)
a. Melaksanakan mekanisme administrasi khususnya yang berkaitan dengan kesekretariatan
Ambalan Airlangga - Mahendradatta.
b. Mewakili dewan Penegak apabila Pradana Putra dan Pradana Putri berhalangan hadir.
3) Juru Uang/Juru Arta (Bendahara)
a. Mengelola keuangan dan harta benda Dewan Ambalan Airlangga - Mahendradatta.
b. Mewakili dewan Ambalan apabila Pradana putra, Pradana putri, dan kerani berhalangan hadir.
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada Pengatur keluar masuknya keuangan
Ambalan.
4) Pemangku Adat
a. Memahami seluruh adat Ambalan.
b. Menegakan dan melestarikan adat Ambalan di Dewan Ambalan.
c. Mengevaluasi kinerja seluruh juru adat pada Dewan Ambalan.
d. Mengkoordinir juru adat di Dewan Ambalan.
e. Menampung segala urusan kedalam Dewan Ambalan.
f. Memberi penghargaan kepada anggota yang berprestasi.
g. Memberi sanksi kepada anggota yang melanggar adat ambalan.
h. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada Pradana
5) Katra(ketua ektra)
a. Penyampaian informasi dari osis ke pradana.
”Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma Pramuka”.
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.